
"Tidak begitu, memang kenapa?" Tanya Karen sambil membalikkan tubuhnya dan menatap wajah tampan suaminya.
"Kalau lelah, kita ke kamar yuk." Ajak Rico.
"Tidak enak sayang, sama Mommy dan Daddy kalau kita pergi dari pesta pernikahan." Ucap Karen.
"Iya sih tapi adik kembarku dan adik ipar ku sudah kabur masa kita juga tidak ikut kabur?" Tanya Rico yang sudah kecanduan dengan tubuh istrinya.
"Mungkin adik ipar lelah makanya minta suaminya untuk menemaninya." Jawab Karen.
Ketika Rico ingin bicara tiba-tiba datang ke dua orang tuanya sambil tersenyum menatap putra sulungnya dan menantu sulungnya.
"Kalau kalian lelah, istirahatlah di kamar biar mommy dan Daddy yang menemani tamu undangan." Ucap Mommy Nicole.
"Kami tidak enak Mom, masa pernikahan kami langsung ke kamar." Ucap Karen tidak enak hati.
"Enakkin aja." Jawab Daddy Raka sambil tersenyum menatap ke arah menantunya.
"Waktu dulu kami menikah, kami juga sama seperti kalian yaitu istirahat di kamar dan Opa kalian yang menemani tamu undangan." Sambung Mommy Nicole.
"Jadi kalian istirahatlah apalagi ada empat anak kembar kalian yang harus di jaga." Ucap Daddy Raka yang tidak ingin ke empat cucunya yang di dalam kandungan menantunya kenapa-kenapa.
"Baik Dad." Jawab Karen dan Rico bersamaan.
Karen dan Rico berjalan meninggalkan pesta pernikahan menuju ke arah kamar mereka di mana kamarnya sudah di hias.
Ceklek
Rico membuka pintu kamar pengantin dengan lebar agar Karen bisa masuk ke dalam kamar kemudian diikuti oleh Rico.
"Mau mandi bersama atau mau mandi masing-masing tanya Rico sambil mengedipkan matanya.
"Lebih baik masing-masing karena kalau sama-sama yang ada lima orang langsung masuk angin." Ucap Karen.
"Kok lima orang yang masuk angin?" Tanya Rico dengan wajah bingung.
"Aku sama ke empat anak kembar kita, bukannya jadi lima orang yang masuk angin?" Tanya Karen.
"Iya juga sih, hehehehe." Ucap Rico sambil tertawa terkekeh-kekeh.
"Mau aku bantuin lepaskan pernak pernik yang menghias di kepala dan tubuh istriku?" Tanya Rico modus
Rico melihat di atas kepala istrinya ada mahkota sedangkan di tubuhnya ada kalung, sepasang anting dan gelang sekalian modus menyentuh yang lain.
"Biar aku sendiri saja Kak." Ucap Karen.
"Ok, kalau begitu aku mandi dulu." Ucap Rico yang tidak ingin istrinya kedinginan jika mandi bersama.
Rico melepaskan satu persatu pakaiannya hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun membuat Karen memalingkan wajahnya ke arah samping.
__ADS_1
"Sayang, bisakah melepaskan pakaian di kamar mandi?" Tanya Karen dengan nada protes.
"Memangnya kenapa?" Tanya Rico sambil tersenyum.
"Aku malu jika suamiku melepaskan pakaian di depanku." Jawab Karen.
"Kenapa malu? Bukankah istriku sering melihat tubuh polosku? Aku saja yang sering melihat tubuh polosmu sampai hapal di samping bagian privasi milikmu ada tahi lalat dan salah satu mainan kesukaanku yang di sebelah kanan ada juga tahi lalat." Ucap Rico vulgar sambil menunjuk ke arah gunung kembar milik istrinya.
"Dasar mesum." Ucap Karen sambil menutup dua gunung dengan tangan kanan sedangkan tangan kirinya memegang bagian privasinya.
"Pffftttt hahahaha .... Mesum sama istriku boleh dong." Ucap Rico sambil tertawa lepas.
"Kak Rico." Ucap istrinya dengan nada kesal.
"Ada apa Sayang?" Tanya Rico dengan nada menggoda.
"Mandi." Ucap Karen dengan wajah memerah.
Rico hanya tersenyum kemudian masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Karen melepaskan pernak pernik yang menempel di tubuhnya.
Ceklek
Lima belas menit kemudian pintu kamar mandi terbuka dan Karen tahu siapa yang membukanya siapa lagi kalau bukan suaminya. Karen berusaha menurunkan resleting gaun pengantin namun Karen mengalami kesulitan hingga Rico berjalan ke arah dirinya untuk membantunya.
Glek
"Sayang, kamu tidak lelah kan?" Tanya Rico.
"Tidak begitu, memang kenapa?" Tanya Karen sambil menahan gaun pengantinnya agar tidak terjatuh.
"Sepertinya anak kita kangen minta ditengokin sama Daddynya." Ucap Rico.
"Anak - anak kita yang kangen apa Daddynya yang kangen?" Goda Karen sambil membalikkan badannya dan menatap wajah tampan suaminya.
Grep
"Dua-duanya." Jawab Rico sambil memeluk tubuh istrinya.
Cup
Karen hanya tersenyum kemudian mengecup pipi suaminya membuat Rico ikut tersenyum.
"Satu ronde ya soalnya Mommy lelah ingin tidur." Ucap Karen.
"Ok." Jawab Rico sambil tersenyum bahagia.
Karen membalas senyuman suaminya kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket. Setelah lima belas menit kemudian Karen keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang menutupi sebagian dua gunung kembarnya dan setengah bagian ke dua pahanya.
Rico menelan saliva nya ketika melihat Karen hingga Rico menarik perlahan istrinya ke arah ranjang. Merekapun melakukan hubungan suami istri dengan perasaan bahagia karena mereka sudah resmi menikah.
__ADS_1
xxxxxxx
Di tempat yang berbeda tepatnya di kamar Daddy Raka dan Mommy Nicole, mereka sudah selesai melakukan hubungan suami istri dan kini mereka saling berpelukan.
"Daddy." Panggil Mommy Nicole.
"Ya." Jawab Daddy Raka singkat.
"Mommy kesel banget Dad." Ucap Mommy Nicole dengan wajah kesal.
Daddy Raka melepaskan pelukannya kemudian mengangkat dagu istrinya dan terlihat jelas kalau istrinya sedang kesal.
"Mommy kesal sama siapa? Sama Daddy? Memang Daddy salah apa?" Tanya Daddy Raka beruntun dengan wajah bingung.
"Mommy mana mungkin kesal sama suamiku yang super tampan dan super kaya." Jawab Mommy Nicole.
"Pffftttt .... Hahahaha..." Tawa pecah Daddy Raka.
"Aish, nyebelin." Ucap Mommy Nicole dengan wajah cemberut.
"Habis Mommy lucu banget." Ucap Daddy Raka.
"Memangnya Mommy badut." Ucap Mommy Nicole dengan wajah yang masih di tekuk.
"Maaf Mom, Daddy tadi ketawa soalnya Mommy bilang kalau Daddy super tampan dan super kaya." Ucap Daddy Raka.
"Bukankah apa yang dikatakan Mommy benar kalau Daddy super tampan dan super kaya?" Tanya Mommy Nicole.
"Iya .... iya ... oh ya tadi Mommy kesal sama siapa?" Tanya Daddy Raka mengalihkan pembicaraan.
Daddy Raka sangat senang dengan perkataan istrinya namun karena dirinya penasaran kenapa istrinya kesal membuat Daddy Raka tidak menggoda istrinya lagi karena itulah dirinya mengalihkan pembicaraan.
"Mommy kesal sama tamu undangan yang menjelekkan ke dua menantu kita. Mommy bisa melihat Karen dan Adrian wajahnya berubah sedih dan merasa rendah diri dengan perkataan para tamu undangan." Jawab Mommy Nicole sambil menahan amarahnya.
"Terus Mommy, mau menghukum mereka?" Tanya Daddy Raka yang juga sebenarnya sangat marah dengan mereka.
"Kalau Mommy berkuasa Mommy ingin sekali menghukum mereka terlebih para istrinya yang mulutnya pedes seperti bon cabe." Jawab Mommy Nicole.
"Kalau Mommy punya kuasa terus Mommy menghukum mereka seperti apa?" Tanya Daddy Raka.
"Mereka sangat sombong tidak istri dan tidak suaminya apalagi anak mereka jadi Mommy ingin perusahaan mereka bangkrut agar mereka merasakan bagaimana menjadi orang susah." Jawab Mommy Nicole.
"Anggap saja doa Mommy terkabul dan sekarang Mommy tidur ya." Pinta Daddy Raka.
Mommy Nicole hanya menganggukkan kepalanya dan tidak berapa lama Mommy Nicole tidur dengan pulas sedangkan Daddy Raka melepaskan pelukannya dan mengambil ponselnya untuk mengirim pesan.
Setelah selesai Daddy Raka memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai kemudian memakainya. Daddy Raka keluar dari kamarnya secara perlahan agar istrinya tidak terbangun untuk menemui seseorang.
"Maafkan Daddy, Mom." Ucap Daddy Raka sebelum menutup pintu kamarnya.
__ADS_1