
"Aku akan meminta bantuan keluarga besar Tuan Alvonso agar aku bisa menemukanmu." Ucap Rico sambil mengingat kejadian kemarin malam.
xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx
Rico ingat akan kejadian kemarin malam di mana Rico mengadakan acara ulang tahun perusahaan cabang miliknya. Tidak seperti biasanya Rico meminum anggur terlalu banyak membuat dirinya mabuk.
Hal itu dikarenakan bayang-bayang Karen selalu mengusik hatinya. Ronald yang melihat Rico sudah mabuk langsung memapahnya dan membawanya ke kamar Rico.
Ronald memencet pin kamar hotel milik Rico hingga terdengar bunyi klik tanda kamar terbuka kemudian Ronald mendorongnya dengan menggunakan kaki kanannya. Ronald berjalan sambil memapah Rico ke arah ranjang kemudian membaringkannya di ranjang.
Setelah selesai barulah Ronald berjalan keluar dari kamar hotel menuju kamarnya yang berada di sebelah kamar Rico.
Hingga dua belas menit kemudian Rico terbangun karena tubuhnya terasa lengket. Rico berjalan dengan sempoyongan menuju ke arah kamar mandi.
Ceklek
Rico membuka pintu kamar mandi dan dirinya sangat terkejut karena melihat seorang gadis polos tanpa sehelai benangpun mandi di shower miliknya membuat adik kecilnya tegang dan langsung memeluknya.
Gadis itupun mendongak ke atas membuat Rico dan Karen sama - sama terkejut karena mereka saling kenal. Terlebih Rico tidak menyangka bisa melihat gadis yang selama ini dirindukannya. Hingga akhirnya mereka pun melakukan hubungan suami istri.
xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx
Rico membuka kamera cctv kembali dan ingin menyimpannya di laptop tapi ketika dibuka cctv itu sudah terhapus. Hal itu membuat Rico sangat marah karena belum ada satu jam saja video di cctv sudah hilang.
tok tok tok tok
" Masuk!!." perintah Rico.
"Tuan ini datanya yang bisa diambil sisanya sangat sulit karena semua kamera cctv kepergian nona Karen tidak ditemukan sepertinya ada orang yang sengaja menghapusnya." ucap Ronald sambil memberikan dokumen tentang identitas Karen.
" Siapa Karen sebenarnya kenapa sangat sulit menemukannya? dan lihatlah kamera yang di hotel juga terhapus." Ucap Rico dengan wajah terkejut.
"Apakah Tuan sudah menghubungi salah satu keluarga besar Tuan Alvonso?" Tanya Ronald yang juga penasaran siapa sebenarnya Karen.
"Belum, nanti aku akan hubungi." jawab Rico.
Ronald pun pamit dan pergi meninggalkan Rico, Rico membuka map yang diberikan oleh Ronald
Nama : Karen Saraswati William.
Pekerjaan : Mahasiswi Jurusan Bisnis.
Alamat : Jl. Kejar Aku Maka Aku Lari Jauh No 52, Jakarta.
No hp : -
"Nomer ponsel tidak ada? Tunggu - tunggu aku punya nomer ponsel yang aku dapat dari adik kembarku Rani. Aku akan menghubungi Karen dan semoga saja di angkat." Ucao Rico penuh harap sambil mengambil ponselnya dari atas meja.
Rico menghubungi nomer telepon Karen namun tidak aktif hingga enam kali panggilannya tidak satupun di angkat.
"Nanti aku telepon lagi." Ucap Rico sambil meletakkan ponselnya di ranjang kemudian kembali membaca identitas Karen.
"Orang tua Karen sudah meninggal ketika Karen masih bayi. Karen sebenarnya adalah anak orang kaya tapi sayang Pamannya di mana adik dari Ayahnya menguasai seluruh harta peninggalan orang tua Karen." Ucap Rico sambil menahan amarahnya.
__ADS_1
"Selain menguasai seluruh harta orang tua Karen dengan kejinya Paman dan Tantenya membuang Karen di panti asuhan. Dari bayi hingga lulus sekolah Karen tinggal di panti asuhan." Sambung Rico.
"Ketika kuliah sambil bekerja Karen hidup mandiri dan tidak pernah mengeluh. Karen bisa kuliah dengan jalur beasiswa karena Karen sangat pintar. Karen memiliki cafe hasil kerja sama dengan ke dua temannya Sandra dan Kasandra." Sambung Rico.
"Aku akan hubungi Ronald." ucap Rico sambil menahan amarahnya.
Rico mengambil ponselny yang tadi diletakkan di ranjang kemudian menghubungi Ronald dan Sambungan pertama langsung di angkat.
("Hallo tuan, ada apa?" tanya Ronald).
("Kamu cek alamat Jl. Kejar Aku Maka Aku Lari Jauh No 52, Jakarta Kalau ketemu bawa dia padaku." perintah Rico).
("Baik Tuan." Jawab Ronald patuh).
("Oh ya kamu sudah hancurkan perusahaan milik orang tua Tio?" Tanya Rico).
("Sudah Tuan, besok siang Tio dan keluarganya akan di usir dari mansion karena mempunyai hutang yang menumpuk." Jawab Ronald).
("Bagus, sekarang bikin bangkrut keluarganya Karen karena telah teganya membuang Karen di panti asuhan. Selain itu cari orang kepercayaan untuk mengelola perusahaan milik orang tua Karen sampai Karen ditemukan." Ucap Rico).
("Baik Tuan." Jawab Ronald patuh).
tun tut tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Rico kemudian meletakkan ponselnya di samping ranjang.
"Sebentar selain kami bertemu waktu menyelamatkan adik kembarku, kami juga pernah ketemu tapi dimana ya?" Tanya Rico sambil berfikir hingga akhirnya Rico mulai ingat.
"Oh ya waktu di mall di jakarta pas di restoran bersama teman - teman ku Marcel dan asisten kepercayaanku Ronald di mana kami melihatmu bersama ke dua temanmu. Karen ... Aku tidak akan me lepaskanmu karena kamu adalah gadis pencuri hatiku." ucap Rico sambil tersenyum.
Karen memeluk tubuh polos Rico sambil menyandarkan kepalanya di bahu Rico hingga terlihat jelas wajah cantik Karen.
xxxxxxx
Sudah lima bulan pencarian Karen tapi tidak pernah menemukan Karen, Karen seperti hilang dari dunia ini. Sebenarnya dari pihak keluarga besar Daddy Alvonso sudah menemukan keberadaan Karen namun Karen meminta mereka untuk tidak memberitahukan dengan alasan jika memang berjodoh pasti mereka akan dipertemukan. Mereka menghormati keputusan Karen untuk tidak memberitahukan keberadaan Karen ke Rico.
Sedangkan sahabat Rico mengatakan kemungkinan Karen sudah meninggal karena sangat sulit ditemukan tapi Rico merasa yakin jika Karen masih hidup dan sedang mengandung anaknya karena Rico setiap hari perutnya selalu mual.
xxxxxx Flashback On xxxxxxx
Empat bulan sebelumnya Rico setiap hari mual hingga membuatnya lemas dan tidak bisa konsentrasi dalam bekerja. Contohnya seperti saat itu ketika Rico mendengarkan presentasi dari perusahaan tiba - tiba perutnya terasa diaduk - aduk karena tidak tahan Rico keluar dari ruangan meeting menuju ke ruang pribadi nya dan masuk ke kamar mandi untuk mengeluarkan sarapan tadi pagi.
Terpaksa Ronald yang menggantikannya selesai meeting Ronald masuk ke ruangan bosnya untuk melihat kondisinya.
tok tok tok tok
Tidak ada sahutan dari bosnya akhirnya memberanikan diri masuk ke dalam
celek
" Tuan.. Tuan kenapa? pengawal!!!" teriak Ronald.
"Tubuhku sangat lemas." Ucap Rico sambil memegangi closed untuk berdiri.
__ADS_1
Ronald membantunya keluar dari kamar mandi bersamaan kedatangan dua pengawal masuk ke dalam ruangan milik Rico dan langsung membawa tubuh Rico ke rumah sakit dan sampai di rumah sakit Rico masuk ke ugd kemudian Rico di infus.
Dokter pribadi keluarganya sekaligus kakak sepupu Rico yang sudah menikah keluar dari ruang UGD dan melihat Ronald orang kepercayaan Rico kemudian bertanya ke asisten adik sepupunya tersebut.
"Adik sepupuku kenapa?" tanya dokter tersebut.
"Saya juga tidak tahu tadi pas meeting tuan Rico perutnya mual dan langsung keluar dari ruangan meeting dan ketika saya cek di ruangannya tubuh tuan lemas." jelas Ronald.
"Apa tuanmu sering terlambat makan?" tanya dokter tersebut.
"Tuan sering nya mual dan malas makan, dipaksakan makan langsung muntah dan permintaannya sering aneh - aneh." jawab Ronald.
"Boleh aku melihatnya?" Lanjut Ronald bertanya.
"Silahkan, maksudnya ?" tanya dokter tersebut sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu UGD dan masuk ke dalam dengan diikuti oleh Ronald.
"Kadang minta rujak, kadang asinan dari bogor, kadang minta bubur, minta nanas,durian dan minta yang aneh - aneh kalau tidak dituruti langsung nangis dan kalau langsung dituruti langsung senang seperti anak kecil, anehkah Dok?" tanya Ronald dengan wajah bingung dengan perubahan mendadak Rico.
"Apakah gadis itu hamil dan adik sepupuku yang mengalami ngidam?" tanya dokter tersebut kira-kira sambil menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Rico yang masih setia memejamkan matanya begitu pula dengan Ronald.
"Maksud dokter?" tanya Ronald dengan wajah bingung.
"Adik sepupuku mengalami gejala orang hamil." ucap dokter tersebut.
Rico membuka matanya dan melihat Kakak sepupunya kemudian asisten setianya secara bergantian.
"Kenapa aku bisa disini? Aku di mana" tanya Rico sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.
"Ketika Tuan dalam perjalanan ke rumah sakit tiba-tiba Tuan tidak sadarkan diri dan sekarang Tuan ada di rumah sakit." Ucap Ronald menjelaskan apa yang telah terjadi.
"Ronald aku ingin mangga muda, kamu petik langsung dari pohonnya dan yang ada getahnya!"perintah Rico yang tiba-tiba ingin makan manga muda.
" Baik tuan." jawab Ronald patuh.
Ronald membalikkan badannya kemudian berjalan meninggalkan ruangan UGD. Ronald termasuk asisten yang sangat rajin dan setia apa yang diperintahkan oleh Rico selalu dituruti tanpa berani membantah sedikitpun.
"Kak, aku sakit apa?" tanya Rico sambil menatap kakak sepupunya.
"Kamu tidak sakit tapi dari cerita Ronald dan melihatmu tadi meminta mangga muda dipastikan gadis yang kamu tiduri itu hamil karena itu kamu mual - mual dan ngidam?" jawab Kakak sepupunya menjelaskan.
"What?...." tanya Rico dengan wajah super duper terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Kakak sepupunya..
"Bagaimana mungkin?" tanya Rico terkejut
"Itu yang terjadi, semoga saja gadis itu tidak menggugurkan kandungan mengingat dia belum menikah." ucap Kakak sepupunya.
"Aku harap seperti itu, tapi jika menggugurkannya aku juga tidak bisa menyalahkannya karena akulah yang salah tidak bisa menahan godaannya." jawab Rico dengan wajah sendu.
"Berdoa saja gadis itu tidak menggugurkannya dan semoga gadis tersebut ditemukan. Aku juga bingung kenapa sulit sekali menemukannya." ucap Kakak sepupunya
"Ya, aku juga bingung padahal aku sudah meminta bantuan keluarga besar Tuan Alvonso." jawab Rico
xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx
__ADS_1
Rico selalu mencari keberadaan Karen dan dirinya hanya bisa berharap semoga dipertemukan kembali.