
Kebetulan hari ini ke tiga gadis siapa lagi kalau bukan Karen, Sandra dan Kasandra libur kuliah. Seperti biasanya setiap libur kuliah mereka janjian ketemu di cafe di mana cafe itu milik mereka bertiga.
Mereka bertiga melihat perkembangan cafe yang lumayan ramai dan tidak pernah sepi pengunjung. Mereka bertiga mempekerjakan delapan pegawai yang terdiri dari satu orang kasir, tiga orang koki, dua orang pelayan yang bertugas mengantar makanan serta minuman dan dua orang yang mencuci piring dan gelas.
Kini ke tiga gadis tersebut berada di ruangan khusus mereka agar mereka bisa santai mengobrol di mana ruangan tersebut ada kolam ikan, sofa, televisi, tempat karaoke 🎤 dan tempat tidur mereka jika mereka ingin istirahat.
"Aku dapat informasi dua minggu lagi katanya kampus kita ada acara kegiatan perpisahan." Ucap Karen.
"Aku juga dapat informasi dan katanya aku dan beberapa temanku lusa di suruh datang, katanya sih ada pemilihan panitia." Sambung Sandra.
"Aku juga di suruh datang." Ucap Karen dan Kasandra bersamaan.
"Besok kita berangkat sendiri - sendiri atau ada yang jemput?" Tanya Karen.
"Kayaknya enaknya berangkat bareng, aku bosan kalau nyetir tidak ada teman untuk mengobrol." Jawab Sandra.
"Iya benar mendingan salah satu dari kita yang mengantar." Ucap Kasandra.
"Siapa yang akan jemput?" Tanya Karen.
"Aku aja deh yang jemput, pertama yang jauh dulu ya Karen baru ke dua Sandra." Jawab Kasandra.
"Ok" Jawab Karen dan Sandra bersamaan.
"Tapi pulangnya kita pergi ke mall yuk?" Ajak Kasandra.
"Ok" Jawab Karen dan Sandra bersamaan lagi.
"Tapi gantian yang nyentir mobilnya pas mau ke mall." Pinta Kasandra.
"Ok nanti aku yang nyetir pas berangkat ke mall." Jawab Karen.
"Ok, pulangnya aku yang nyentir." Ucap Sandra.
"Ok." Jawab Karen dan Kasandra bersamaan.
"Ok, kalau begitu kita pulang dulu." Pamit Karen.
"Ok." Jawab Sandra dan Kasandra bersamaan.
Ke tiga gadis cantik tersebut akhirnya pulang dengan mengendarai mobil yang berbeda menuju ke rumah masing-masing karena besok mereka akan pergi.
xxxxxxxx
Sesuai kesepakatan ke tiga gadis cantik tersebut, Kasandra berangkat mengendarai mobil menuju ke arah kampus namun sebelumnya menjemput Karen terlebih dahulu, setelah menjemput Karen mereka pun melanjutkan perjalanannya untuk menjemput Sandra.
Sandra ternyata sudah menunggu di gerbang dan Sandra pun langsung naik dan mobil pun berjalan menuju ke arah kampus mereka.
Sampai di kampus Kasandra memarkirkan mobilnya di halaman kampus. Mereka keluar dari mobil dan masuk ke dalam ruangan serbaguna. Banyak yang sudah hadir tapi acara belum di mulai.
Setelah agak lama menunggu akhirnya rapat pun di mulai. Awal pembukaan berdoa terlebih dahulu barulah ke acara selanjutnya tujuan acara dan diadakan di kota mana.
Ada yang meminta di kota Bali, ada di kota Malang, ada Semarang, ada Palembang, ada juga kota Surabaya dan nama - nama kota lainnya.
Setelah memakan waktu agak lama akhirnya mereka sepakat pergi ke kota S di Hotel Rico Alexander International.
Setelah selesai masing - masing ketua jurusan yang sudah di tunjuk langsung mengirim pesan lewat grup untuk memberitahukan jumlah biaya untuk pergi dan harus di setor ke bendahara tiga hari sebelum hari keberangkatan.
Acara rapat pun sudah selesai, mereka keluar dari gedung serbaguna. Ada yang langsung pulang dan ada juga yang jalan - jalan.
Seperti pembicaraan di kafe Karen, Kasandra dan Sandra pergi ke mall untuk pergi jalan - jalan. Karen mengendarai mobil di sampingnya Sandra sedangkan di belakang pengemudi duduk Kasandra.
Sampai di mall Karen memarkirkan mobilnya dan merekapun turun dari mobil.
"Kita kemana dulu nich?" tanya Karen
"Kita makan dulu yuk?" jawab Sandra
"Iya aku setuju, kebetulan aku lagi laper." jawab Kasandra.
"Ok." jawab Karen.
Merekapun masuk ke dalam restoran yang sudah mulai ramai maklum waktunya makan siang. Kasandra, Karen dan Sandra mengedarkan matanya untuk mencari tempat duduk kebetulan di pojokkan belum terisi merekapun berjalan ke arah meja yang berada di pojok.
Setelah sampai mereka duduk dengan santai. Mereka mengambil buku menu dan memesan makanan sambil menunggu pesanan datang mereka bertiga mengobrol.
Tak jauh dari tempat duduknya ada dua pria yang sangat tampan dan karismatik membuat para pengunjung terutama para gadis dan para wanita memperhatikan mereka berdua, siapa lagi kalau bukan Rico dan Ronald.
Ke dua pria tampan tersebut sangat terkejut karena semua wanita memandang dengan tatapan lapar dan tidak berkedip bahkan ada yang sengaja menggoda ke dua pria tampan itu dengan senyuman bahkan mengedipkan matanya tapi tidak berlaku bagi Karen, Kasandra dan Sandra. Mereka malah asyik tertawa sambil bercanda.
"Ronald, bukankah gadis itu yang kita temui di kafe?" Tanya Rico sambil memandangi Karen.
"Betul Tuan." Jawab Ronald sambil memandangi Kasandra.
"Maaf aku baru datang." Ucap Marcel.
"Habis dari mana?" Tanya Rico.
"Baru putus sama tunanganku." Jawab Marcel sambil menahan amarahnya.
"Aku sudah tahu pasti tunangannya selingkuh." celetuk Ronald.
"Kok kamu tahu?" Tanya Marcel dengan wajah terkejut.
"Tentu saja tahu, bukannya waktu itu aku pernah bilang tapi kamu tidak percaya." Jawab Ronald dengan nada kesal.
Marcel hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap sekeliling ruangan dan melihat wajah cantik siapa lagi kalau bukan Sandra.
"Kamu kalau suka gadis yang memakai gaun biru langit karena gaun putih punya Tuan Rico sedangkan gaun silver punyaku." Ucap Ronald yang melihat Marcel menatap seseorang.
__ADS_1
"Tentu saja aku menatap gadis yang memakai gaun biru langit." Jawab Marcel.
"Baguslah." Jawab Ronald.
"Sejak kapan mereka menjadi milik kalian?" Tanya Marcel dengan wajah bingung.
"Sejak hari ini." Jawab Rico dan Ronald bersamaan.
Marcel hanya tersenyum hingga beberapa lama pesanan datang mereka menghentikan obrolan dan makan dengan tenang tanpa bersuara.
Di tempat yang sama hanya meja makan yang berbeda, selesai makan mereka merapikan piring - piring kotor dengan cara di tumpuk rapih dan diletakkan di tengah-tengah meja.
Selain itu semua sendok dan garpu ditaruh di atas piring. Meja yang kotor dibersihkan dengan menggunakan tissue hingga meja tersebut menjadi bersih dan tidak kotor. Hanya tiga gelas yang belum dirapihkan karena belum habis terlebih mereka masih mengobrol.
Semua itu tidak luput dari perhatian Rico, Ronald dan Marcel. Mereka bertiga tidak menyangka di jaman sekarang ini ada tiga gadis yang melakukan seperti itu. Karena rata - rata semua orang meninggalkan meja restoran dalam kondisi meja yang sangat berantakkan.
Ketiga gadis tersebut asyik mengobrol hingga datanglah seorang pelayan berjalan sambil membawa minuman melewati ke tiga gadis tersebut dan tidak sengaja menyenggol kursi akibatnya gelas tersebut tumpah mengenai ketiga gadis cantik tersebut siapa lagi kalau bukan Karen, Kasandra dan Sandra.
Pelayan itupun langsung bersujud dengan tubuh gemetar karena dirinya sangat takut di pecat oleh bosnya.
Pelayan tersebut langsung meminta maaf dan tanpa di duga ketiga gadis tersebut tersenyum dan berdiri kemudian meminta pelayan itu untuk berdiri.
Mereka memaafkan kesalahannya karena ke tiga gadis itu tahu kalau pelayan itu tidak sengaja membuat pelayan tersebut tersenyum lega.
Setelah pelayan pergi ke tiga gadis tersebut kembali duduk. Salah satu gadis yang bernama Karen mengeluarkan tissue basah dari dalam tasnya sambil melap tangan dan bajunya yang terkena noda minuman karena noda yang terkena minumannya tidak terlalu banyak.
Sedangkan kedua gadis yang bernama Kasandra dan Sandra pergi ke toilet dan dua belas menit kemudian Kasandra dan Sandra tersebut datang kembali dan berjalan ke meja restoran.
Kasandra dan Sandra melihat lantainya sudah dibersihkan oleh pelayan lain hingga lantainya menjadi bersih dari noda.
Pelayan yang tadi tidak sengaja menjatuhkan minuman dimarahi oleh manager restoran dan dipotong gajinya.
"Kasihan gajinya di potong" ucap Karen dengan wajah sendu.
"Kita patungan yuk buat pelayan itu." Usul Sandra.
"Ok." Jawab Karen dan Kasandra bersamaan.
Mereka bertiga masing - masing mengeluarkan satu lembar warna merah untuk diberikan ke pelayan tersebut sedangkan pelayan tersebut menolak tapi Karen, Sandra dan Kasandra mengatakan itu sebagai tip buat pelayan tersebut.
Semua yang dilakukan tidak luput dari perhatian tiga pria tampan tersebut Rico, Ronald dan Marcel.
"Cantik sama seperti hatinya yang cantik, baru kali ini aku melihatnya." ucap Rico memperhatikan Karen.
"Iya betul baru kali ini saya melihat ada gadis yang perduli terhadap orang lain." ucap Ronald sambil memandangi Kasandra.
"Cantik dan diliat dari pakaiannya sepertinya mereka orang berada tapi tidak sombong." ucap Marcel sambil memandangi Sandra.
"Sudahlah aku langsung berangkat kerja lagi, kalian masih betah di sini?" tanya Rico ke Marcel dan Ronald.
"Tidak, ayo kita berangkat kerja lagi." jawab Marcel.
Di dalam mobil Rico dan Ronald melanjutkan perjalanan menuju ke perusahaan sedangkan Marcel menuju ke perusahaan milik orang tuanya yang sudah diwariskan untuk dirinya.
Karen, Sandra dan Kasandra selesai mengobrol keluar dari restoran dan berjalan menuju tempat parkiran, mereka pulang bersama sampai di parkiran gantian Sandra yang menyetir mobil sesuai kesepakatan bersama.
Pulang dari mall Karen langsung mandi karena tubuhnya terasa lelah dan lengket karena seharian pergi ke kampus dan jalan - jalan ke mall.
Selesai mandi Karen mengambil ponselnya untuk berkirim pesan ke grup wa Tiga Gadis Cantik
✉️ Karen : Hallo
✉️ Kasandra : Hallo juga
✉️ Sandra : Hallo juga
✉️ Karen : Kita sudah tidak kuliah lagi karena sudah lulus kuliah jadi besok aku ada rencana mau nengok cafe jam sembilan pagi, kalian besok rencananya mau kemana?
✉️ Kasandra : Kayaknya ke cafe juga, habis aku bingung mau ngapain.
✉️ Sandra : Sama deh, besok kita pergi ke cafe yuk?
✉️ Karen : Ok
✉️ Sandra : Ok
✉️ Kasandra : Aku ada acara paling datang agak siang
✉️ Karen : besok aku tidak ada acara , aku tunggu di cafe deh.
✉️ Sandra : sama, besok aku juga tidak ada acara kegiatan aku ke sana bawa motor.
✉️ Karen : Ok aku tunggu di cafe ya?
✉️ Kasandra : Ok
✉️ Sandra : Ok
Karen meletakkan kembali ponselnya dan siap - siap istirahat karena badannya sangat lelah dan ingin segera tidur. Tidak membutuhkan waktu lama, Karen sudah masuk ke dalam mimpi indah.
xxxxxxx
Esok paginya, Karen seperti biasa sudah bangun dan sudah mandi. Karen memakai celana jeans warna biru langit, kaos putih dan jaket senada dengan celana jeans biru langit.
Selesai berpakaian Karen memakai pelembab dan bedak kemudian dilanjutkan memakai lipstik.
Walau hiasan hanya natural tapi kecantikan Karen patut dikagumi banyak pria yang mengaguminya termasuk Tio tapi Karen belum ada keinginan untuk menikah karena bagi Karen ingin menikmati masa mudanya lebih dulu.
Seperti author waktu masih muda dan menikah di usia tiga puluh lima saking asyiknya menikmati masa muda. Hehehe... dan kini author sudah memiliki dua putri ... eh kok jadi ngomongin author? Maaf 🙏 Yuk di lanjutkan.
__ADS_1
Selesai berhias Karen keluar dari rumah minimalis. Walau minimalis Karen bersyukur karena rumah tersebut di beli dengan hasil usaha kerja keras Karen.
Karen mengunci pintu dan masuk ke dalam mobil untuk pergi ke cafe milik bersama dua sahabatnya Kasandra dan Sandra. Karen mengendarai mobil dengan kecepatan sedang sambil menikmati pemandangan dan tidak terasa Karen sudah sampai di cafe miliknya.
Delapan pegawainya menyapanya dan di balas sapaan oleh Karen dan di sertai dengan senyuman. Karen mengelilingi cafe melihat ke delapan pegawainya yang sedang berkerja dan ruangan cafe. Karen puas cafenya sangat bersih dan tidak ada debu sedikitpun.
Pelanggan satu persatu mulai berdatangan itu disebabkan karena kafe milik ke tiga gadis tersebut terkenal dengan murah untuk kalangan menengah ke bawah terlebih makanannya sangat enak. Karen yang melihat kokinya repot langsung membantunya agar pelanggan tidak lama menunggu.
Tidak berapa lama Sandra datang, Sandra pun masuk ke dapur karena pembeli pada antri dan ada yang ngomel karena lama menunggu. Sandra ikut membantu memasak agar cepat selesai.
XXXXX
Kasandra berangkat menuju ke saudara sepupunya karena sudah ada janji. Selesai bertemu dan mengobrol Kasandra menuju ke cafe karena sudah janji dengan Karen dan Sandra.
Tidak berapa lama Kasandra sudah datang, Kasandra yang melihat pegawainya sibuk bolak balik mengantar makanan dan mencatat makanan membuat Kasandra turun tangan.
Membawa antaran pesanan para pelanggannya. Tidak berapa lama para pelanggannya sudah mulai berkurang. Kasandra naik ke lantai dua tempat ruangan khusus Kasandra, Karen dan Sandra untuk mandi sekaligus istirahat. Di ruangan tersebut ada beberapa pakaian milik Karen, Sandra dan Kasandra.
Kasandra berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket setelah lima belas menit Kasandra sudah selesai mandi dan memakai dress. Kini Kasandra duduk di sofa dengan kaki di selonjor kan karena kakinya sangat pegal.
ceklek
Pintu terbuka Karen dan Sandra masuk ke dalam dan melihat Kasandra duduk selonjoran di sofa.
"Wah, nyonya Kasandra sudah datang?" usil Karen.
"Iya nich, padahal kita cape masak eh salah satu orang pemilik cafe malah enak - enak tidur - tiduran." usil Sandra
Karen dan Sandra tahu tidak mungkin kalau Kasandra santai seperti ini karena itu mereka berdua sangat suka mengusili temannya.
"Enak saja, aku dari tadi cape tahu bantuin pegawai kita ngantar makanan bolak balik mirip setrikaan, kalian baru datang ya?" tanya Kasandra dengan nada kesal.
"Waduh nyonya Kasandra marah, kita juga tahu kali kalau dirimu pasti sibuk, sama kita juga sibuk di dapur." jawab Karen tidak mau memperpanjang masalah karena Karen dan Sandra tahu kalau Kasandra sifatnya mudah tersinggung namun hatinya sangat baik.
"Kayaknya kita perlu tambah pegawai baru deh, kasihan juga koki dan pelayan yang mengantar makanan dan minuman." usul Sandra mengalihkan pembicaraan.
"Iya aku setuju usulmu Mar?" ucap Kasandra yang tidak pernah menyimpan denam atau kebencian terhadap ke dua sahabatnya begitu pula sebaliknya.
"Berarti kita setuju ya nambah pegawai lagi." ucap Karen
"Iya setuju, apa kita tambah dua orang saja satu untuk koki dan satu lagi untuk pelayan." ucap Sandra.
"Ok. sip." jawab mereka berdua dengan kompak.
"Kalau begitu aku mau mandi dulu badanku bau asap." Ucap Karen sambil berjalan ke arah kamar mandi.
"Ok, nanti gantian." Ucap Sandra.
Karen hanya menganggukkan kepalanya kemudian masuk ke dalam kamar mandi hingga lima belas menit kemudian Karen sudah mandi dan berlanjut Sandra mandi.
"Kita nyanyi yuk?" tanya Kasandra yang merasa bosan melakukan apa.
"Boleh, aku nyalain vcd ya." Ucap Karen
"Ok." jawab Kasandra.
Kasandra dan Karen bernyanyi bersamaan Sandra keluar dari kamar mandi dan langsung ikut bernyanyi. Kadang bertiga, kadang berdua bahkan terkadang sendiri. Setelah puas bernyanyi mereka kembali istirahat dan mengobrol bersama.
"Sudah ah cape, kita makan dulu ya? laper?" pinta Sandra.
"Ok." jawab mereka serempak
Karen menelepon kokinya untuk membawa makanan dan minuman. Selesai menelepon mereka mengobrol kembali.
"Aku ingin menyanyi ya sendiri tidak ramai - ramai seperti tadi." ucap Kasandra sambil menampilkan dua barisan gigi yang putih.
"Ok." jawab mereka serempak
Kasandra pun mulai menyanyi, suaranya sangat merdu hingga lima belas menit kemudian Kasandra sudah selesai bernyanyi.
Karen dan Sandra bertepuk tangan memuji suara Kasandra. Kasandra hanya tersenyum mendengar pujian ke dua sahabatnya.
Tidak berapa lama makanan datang merekapun menyantap makanan yang sudah dihidangkan selesai makan mereka membawa piring dan gelas kotor ke bawah kemudian keluar dari cafe.
Di tempat parkir sudah mulai gelap mereka baru sadar ternyata mereka keasyikan menyanyi hingga hari sudah malam.
Kasandra memberi usul untuk mengajak bareng mengingat daerah tempat Sandra agak rawan banyak preman yang suka lewat.
Karen dan Sandra setuju, kendaraan milik Karen dan Sandra tinggal di cafe. Tempat daerah cafe sangat aman jadi merasa tenang meninggalkan kendaraan. Merekapun masuk ke dalam mobil pertama Kasandra mengantar Sandra terlebih dahulu.
Awal perjalanan mereka tidak ada hambatan namun di tempat daerah sepi Kasandra melihat segerombolan pria berkelahi dengan seorang gadis.
cittttttt
Membuat Kasandra mengerem mobilnya karena Kasandra tidak tega melihat orang menderita ataupun orang yang mengalami kesulitan.
duag
duag
Kepala Karen terkena dashboard mobil karena tidak pakai sabuk pengaman sedangkan kepala Sandra nyaris terkena jok pengemudi depan. Untuk Sandra yang awalnya setengah mengantuk membuat kantuknya hilang seketika.
"Aduh Kasandra, kepalaku benjol nih, ngerem kok mendadak sih ngga bilang - bilang." omel Karen sambil mengusap keningnya yang sakit.
"Iya nih." balas Sandra sambil mengusap keningnya yang sakit.
Kasandra hanya diam hanya tangannya menunjuk ke depan membuat Karen dan Sandra mengikuti arah yang di tunjuk oleh Kasandra. Mereka berdua terkejut melihat banyak preman menyerang seorang gadis yang sudah mulai terdesak.
"Kita bantu gadis itu." usul Karen sambil membuka pintu mobil.
__ADS_1