Ranjang Panas Sang CEO

Ranjang Panas Sang CEO
Leonard


__ADS_3

Adriana menceritakan semuanya apa yang baru saja dilihatnya membuat dokter Adrian sangat terkejut karena rumah minimalis yang akan ditempati terbakar habis.


Ting


Tiba-tiba pintu lift terbuka membuat mereka menatap ke arah lift. Mereka melihat Kasandra dan Sandra keluar dari kotak persegi empat tersebut.


"Syukurlah kalian sudah datang, ayo kita ke ruangan cctv." Ucap Karen.


"Aku akan bangunkan Marcel dan Ronald dulu nanti kami menyusul." Ucap Riko sambil menyerahkan laptopnya ke Daddy Raka.


"Ok." Jawab Karen singkat.


Daddy Raka, Mommy Nicole, Karen, Ana, dokter Adrian, Adriana, Kasandra dan Sandra berjalan ke arah ruang cctv. Karen duduk di salah satu kursi kemudian mulai mengotak atik laptopnya.


"Daddy Raka, kebetulan Adriana mengerti tentang program IT, boleh Adriana pinjam laptop nya?" Tanya Adriana yang melihat Daddy Raka membawa laptop.


"Boleh." Jawab Daddy Raka sambil menyerahkan laptopnya.


Sejujurnya Daddy Raka dan Mommy Nicole agak kecewa dengan Karen karena tadi menyuruh suaminya untuk mengambil laptop tapi malah Karen memakai laptop yang di bawa oleh temannya.

__ADS_1


Daddy Raka dan Mommy Nicole hanya diam saja dan berpikiran positif mungkin saja itu efek dari kehamilan ke empat cucu mereka yang ingin mengusili Daddynya.


"Kebetulan sekali kamu bisa program IT, kamu retas cctv yang ada di daerah tempatmu tinggal dan Kakak akan memperbaiki cctv yang sudah rusak." Ucap Karen yang masih mengotak-atik laptopnya.


"Bukannya sulit Kak untuk memperbaiki cctv yang sudah rusak ataupun hilang? Setahuku laptop biasa tidak mungkin bisa." Ucap Adriana yang masih mengutak-atik laptopnya.


"Karena itulah tadi Kakak minta sahabat Kakak untuk membawa laptop milik Kakak." Jawab Karen.


"Berarti laptop Kakak sangat canggih dong, mau dong Kak punya laptop canggih." Ucap Adriana.


"Boleh." Jawab Karen singkat dengan wajah yang masih serius sambil masih mengotak-atik laptopnya.


'Ternyata aku salah sangka, maaf Karen.' Ucap Daddy Raka dan Mommy Nicole bersamaan dalam hati.


Ceklek


Tiba-tiba pintu ruang cctv terbuka dan mereka tahu siapa yang datang. Siapa lagi kalau bukan Rico, Ronald dan Marcel.


Adriana yang mengerti program IT mulai mengotak-atik laptopnya hingga akhirnya tahu siapa yang membakar rumahnya.

__ADS_1


"Aku sudah tahu siapa pelakunya." Ucap Adriana.


"Bisakah di perjelas wajah mereka?" Tanya Daddy Raka.


Dirinya sangat marah karena rumah menantunya di bakar oleh delapan orang pria berpakaian serba hitam.


"Sangat sulit Dad kecuali ada alat khusus yang bisa memperjelas wajah mereka ." Jawab Adriana.


"Laptopku bisa tapi aku sedang memperbaiki semua rekaman cctv yang rusak." Ucap Karen.


"Oh iya bukankah Kak Leonard, Kakak senior kita bisa program IT?" Tanya Sandra yang sejak tadi diam.


"Oh ya benar, kamu hubungi Kak Leonard." Pinta Karen.


"Ok." Jawab Kasandra singkat sambil menghubungi kakak seniornya.


'Aku harus menjaga istriku baik-baik karena teman-teman istriku banyak prianya. Awalnya aku pikir dokter Adrian sainganku tapi aku lega karena dokter Adrian menikah dengan adik kembarku. Tapi kini ada lagi saingan ku yaitu Leonard, apakah dia tampan dan kaya raya sepertiku?' Tanya Rico dalam hati.


'Apakah Leonard mantan kekasih Sandra?' Tanya Marcel dalam hati sambil menahan amarahnya.

__ADS_1


Ronald yang melihat wajah Rico dan Marcel berubah seperti menahan amarahnya membuat Ronald mendekati kekasihnya yang bernama dokter Kasandra.


"Leonard itu sudah menikah atau masih jomblo?" Tanya Ronald penasaran.


__ADS_2