
Dokter Kasandra menceritakan kalau Leonard tidak lebih dari sekedar teman karena dihatinya hanya ada nama Ronald begitu pula dengan Sandra kalau Sandra mencintai Marcel. Marcel dan Ronald sangat bahagia dengan perkataan kekasihnya hingga tiba-tiba terdengar suara ...
"Yes, berhasil." Ucap Karen tiba-tiba.
Serentak semua menatap ke arah Karen kemudian menatap ke arah laptop di mana di layar laptopnya ada rekaman cctv.
"Kak Karen berhasil memperbaiki rekaman cctv." Ucap Adriana.
"Iya Kakak sudah berhasil memperbaiki rekaman cctv. Semalam aku bangun jam dua belas malam dan keluar dari kamar bersamaan Mommy juga keluar dari kamar." Ucap Karen mengingat terakhir dirinya terbangun.
"Betul sekali, pas Mommy bangun sudah jam dua belas malam dan Daddy tidak ada di ranjang." Ucap Mommy Nicole sambil menatap suaminya dengan tatapan kesal.
Grep
"Maafkan Daddy, Mom." Ucap Daddy Raka sambil memeluk tubuh istrinya dari arah belakang.
"Lain kali jangan ulangi lagi Dad, karena Mommy tidak bisa tidur tanpa Daddy." Ucap Mommy Nicole.
"Iya Mom." Jawab Daddy Raka patuh.
Ketika Mommy Nicole ingin membuka mulutnya bersamaan dirinya mendengarkan suara membuat Mommy Nicole mengurungkan untuk berbicara dan langsung membalikkan badannya untuk menatap ke arah laptop.
Begitu juga dengan Daddy Raka, Rico, Adrian, Rani, Adriana, Marcel, Sandra, Ronald dan dokter Kasandra mereka serempak menatap ke arah laptop.
("Kalian berdua masuk ke dalam kamar Tuan Besar Raka dan tembak Tuan Raka bersama istrinya sedangkan aku dan kamu pergi ke kamar Tuan Muda Rico dan tembak Tuan Muda Rico bersama istrinya setelah itu terakhir putri dan menantunya!" Perintah pria tersebut).
__ADS_1
"Bisa diulangi dari pertama mereka masuk ke dalam area parkiran mobil." Pinta Daddy Rico.
"Sebentar Dad." Ucap Karen.
Karen mengotak atik laptopnya setelah beberapa saat kemudian Karen mulai menekan tombol reply.
Mereka melihat dua mobil hitam masuk ke dalam area parkiran mobil kemudian keluarlah delapan orang yang juga berpakaian serba hitam.
Delapan pria tersebut membentuk lingkaran dan salah satu orang pria berbicara namun suaranya tidak terdengar membuat Karen menghentikan rekaman cctv kemudian mengotak atik laptopnya. Setelah beberapa saat terdengar suara pria tersebut.
("Kalian berempat naik lift ke lantai paling atas di mana Tuan Besar Raka bersama keluarganya menginap di hotel itu. Kalian tembak mati Tuan Besar Raka bersama istrinya dan juga ke dua anak kembarnya termasuk ke dua menantunya!" Perintah pria tersebut).
("Baik Tuan." Jawab ke empat pria tersebut secara bersamaan kemudian pergi meninggalkan tempat area parkiran mobil).
("Kalian berdua rusak tempat ruangan rekaman cctv agar apa yang kita lakukan tidak diketahui oleh siapapun!" Perintah pria tersebut).
("Area parkiran di sini aman karena yang aku tahu rekaman cctv ini tidak ada suaranya terlebih rekaman cctv sebentar lagi akan di rusak." Ucap pria tersebut dengan penuh percaya diri).
xxxxxxx Rekaman CCTV On xxxxxxx
("Sesuai apa yang dikatakan oleh ketua kita Dua Gunung Kembar kalau tempat ini ada cctv tapi tidak ada suaranya jadi kita aman." Jawab pria tersebut).
("Sstttttt ... dasar bo x doh, jangan sebutkan nama ketua mafia kita." Omel pria itu).
("Maaf Tuan." Jawab pria tersebut).
__ADS_1
("Untung di sini aman lain kali jangan katakan itu lagi." Ucap pria tersebut).
("Baik Tuan." Ucap pria tersebut).
Tiba-tiba ponsel pria yang di panggil Tuan berdering membuat pria tersebut mengambil ponselnya dari saku jasnya kemudian menggeser tombol berwarna hijau lalu menempelkan ponselnya ke telinganya.
(" ....").
(" ....").
Rekaman CCTV Off
Karen yang tidak bisa mendengar suara pria tersebut begitu pula dengan yang lainnya membuat Karen langsung menekan tombol off kemudian mulai mengotak atik laptopnya sedangkan Raka, Rico, Ronald dan Marcel menahan amarahnya karena mereka mengenal Mafia Dua Gunung Kembar.
Mafia Dua Gunung Kembar adalah salah satu musuh mereka dan mereka tidak menyangka kalau keluarga Raka akan menjadi sasaran mereka karena selama ini mereka hanya menyerang ketua mafia berikut anggota mafia lainnya.
"Kenapa rekaman cctv di hentikan?" Tanya Raka yang ingin mendengar rekaman selanjutnya.
"Aku ingin tahu apa yang mereka bicarakan." Jawab Karen yang masih mengotak-atik laptopnya.
"Lebih baik cukup saja karena kita sudah tahu siapa musuh kita sebenarnya." Ucap Daddy Raka sambil menahan amarahnya terhadap musuhnya.
"Jangan Dad, lebih baik kita mendengarnya hingga selesai karena siapa tahu ada pembicaraan penting yang mereka katakan secara tidak sengaja." Ucap Karen.
"Memangnya bisa kita mendengar percakapan mereka?" Tanya Daddy Raka dengan wajah terkejut begitu pula dengan yang lainnya.
__ADS_1
"Tentu saja bisa, Dad." Jawab Karen sambil menekan tombol play.