Ranjang Panas Sang CEO

Ranjang Panas Sang CEO
Karen dan Rico


__ADS_3

Hari ini Karen mengikuti test yang ketiga atau test terakhir. Ada enam orang yang akan di test dan ditunggu oleh empat orang pimpinan direktur sebagai pengawas dan empat orang hrd yang bertugas keliling memperhatikan satu persatu calon pelamar kerja


"Ini ada dua belas berkas masing - masing mendapatkan dua berkas waktunya hanya setengah jam." Ucap pria pertama yang berkerja sebagai HRD.


"Jika sudah selesai silahkan pilih salah satu dari dua berkas yang sudah kalian kerjakan untuk presentasi rapat dan jika salah satu dari kalian bisa mengambil lebih dari satu berkas untuk presentasi maka dia berhak menjadi sekretaris direktur utama." Sambung pria ke dua yang berkerja sebagai HRD.


"Waktu untuk presentasi setengah jam jadi totalnya satu jam." Sambung pria ke tiga yang berkerja sebagai HRD.


Setelah selesai berkas - berkas tersebut mulai dibagikan dan para pelamar menerima berkas tersebut. Para pelamar mulai membuka laptop dan di sebelah laptop ada printer.


Para pelamar yang berjumlah enam orang termasuk Karen sangat serius sedangkan delapan orang memperhatikan mereka.


Empat orang hrd berkeliling memperhatikan mereka sedangkan empat orang pimpinan direktur hanya memperhatikan para pelamar kerja.


Tiga puluh menit kemudian Karen sudah menyelesaikan berkas tersebut sekarang tinggal menunggu hasil printnya. Lima menit kemudian printnya sudah selesai dan diberikan ke pengawas yang kebetulan berada di depannya.


"Maaf Pak, sudah selesai ini berkasnya." Ucap Karen sambil memberikan dua berkas.


Mereka sangat terkejut karena hanya Karen yang sudah selesai sedangkan yang lainnya belum selesai sama sekali.


Karen langsung memilih satu lembar presentasi kemudian dibaca dengan teliti. Memejamkan mata sebentar. Segala tingkah lakunya diliat semua yang ada di ruangan tersebut membuat mereka menahan ketawa ada yang meledek, ada yang tersenyum mengejek dan ada juga yang merendahkan Karen.


Karen perlahan membuka matanya dan melihat orang memandang remeh namun Karen tidak memperdulikan hal itu.


Karen mulai memainkan jari - jarinya dengan lincah tanpa melihat berkas yang tadi. Dua belas menit kemudian Karen sudah selesai lalu diberikan ke hrd yang mengawasinya.


Hrd menyerahkan hasilnya ke empat pimpinan mereka. Mereka bergantian mengecek hasil kerja Karen dan mereka pun sangat kaget.


Karen pun diberi berkas satu lagi dan Karen dengan cepat bisa menyelesaikan dengan mudahnya.


Namun tiba-tiba handphone Karen berdering nyaring hal itu membuat mereka sangat kaget. Karen dengan terburu - buru mematikan alarm agar tidak mengganggu yang lain.


"Maaf mengganggu konsentrasi ini ada telephone sangat penting dan aku harus menelepon balik apakah boleh saya menerima telepon hanya satu menit." tanya Karen penuh harap.


Empat Hrd memandang empat direktur tersebut dan ke empat direktur tersebut serempak menganggukkan kepalanya.


" Hallo, ada apa?" tanya Karen tanpa basa basi karena dirinya tidak enak dengan yang lainnya.


" Gawat data perusahaan milik ayahku ada orang yang sengaja menyabotase." ucap sahabatnya yang bernama Clarisa.


" Ok, aku urus sekarang tunggu tiga menit aku akan selesaikan, bye." jawab Karen.

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban Karen mematikan sambungan komunikasi secara sepihak kemudian Karen meminta ijin untuk meminjam laptop setelah diijinkan Karen menyambungkan kabel USB ke handphonenya.


Karen langsung mengutak atik laptopnya setelah tiga menit kemudian Karen sudah selesai dan tersenyum puas.


"Terima kasih Tuan, saya sudah selesai." Ucap Karen sambil mencabut kabel USB.


"Maaf Nona, jika sudah selesai silakan datang ke ruanganku." Ucap Direktur HRD.


"Baik." Jawab Karen singkat.


Tidak berapa lama para pelamar lain sudah selesai mengerjakan dokumen tersebut dan satu persatu mulai presentasi begitu pula dengan Karen.


Setelah selesai mereka di suruh pulang untuk menunggu hasilnya kecuali Karen tidak menunggu selain itu hanya empat orang yang di rekrut sedangkan yang dua lagi akan diperkerjakan dengan posisi lain bukan sekretaris.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Kini Karen dI antar oleh salah satu pegawai perusahaan tersebut menuju ke ruangan Direktur HRD.


tok tok tok


" Masuk." ucap Direktur HRD.


Ceklek


"Terima kasih." Jawab Karen sambil tersenyum.


"Sama-sama Nona." Jawab pegawai tersebut sambil menutup pintu dengan rapat.


Karen masuk ke dalam dan berjalan ke arah Direktur Keuangan.


"Silahkan duduk!" perintah Direktur HRD.


"Baik, terima kasih." Jawab Karen sambil duduk dan saling berhadapan dengan  Direktur Keuangan yang hanya dibatasi oleh meja.


"Nona bisa it." tanya Direktur HRD tanpa basa basi.


"Sedikit - sedikit saya bisa." Jawab Karen merendah.


"Tapi saya melihat anda ahli sekali dan data siapa yang ada selamatkan?" tanya Direktur HRD penasaran.


"Punya orang tua teman saya." jawab Karen dengan jujur.

__ADS_1


"Saya ingin anda jujur dan tatap mata saya jika anda diterima apakah akan membocorkan rahasia perusahaan." tanya Direktur HRD.


Hal itu dikarenakan dirinya adalah Direktur HRD oleh sebab itu dirinya tidak boleh sembarangan merekrut karyawan baru.


"Tidak tuan saya bukan tipe orang seperti itu, kecuali jika perusahaan banyak melakukan korupsi dan merugikan orang banyak barulah saya bisa membocorkan rahasianya. Tadi karena teman saya menghubungi saya dan memberitahu bahwa perusahaan milik orang tuanya ada yang menyabotase data maka saya berusaha melindungi data perusahaannya agar tidak bisa dicuri, apakah tindakan saya salah?" tanya Karen balik bertanya.


"Tentu saja tidak." Jawab Direktur HRD.


"Oh ya, kami mengucapkan selamat anda bekerja disini sebagai sektetaris direktur utama." ucap Direktur HRD sambil mengulurkan tangannya ke arah Karen.


"Saya sangat senang sekali bisa di terima di perusahaan ini tapi bolehkah saya minta syarat?" tanya Karen penuh harap sambil membalas uluran tangannya dan tidak berapa lama mereka melepaskan uluran tangannya.


"Syarat apa? gaji, mobil, apartemen semua akan nona dapatkan gaji perbulan nona 35,000,000 apakah masih kurang?" tanya Direktur HRD.


"Bukan itu." jawab Karen.


"Lalu?" tanya Direktur HRD penasaran.


"Maaf saya lagi hamil jadi bisakah selama saya hamil bekerja di kantor saja tidak keluar karena kata dokter janin saya lemah karena mengandung anak kembar." Jawab Karen menjelaskan.


"Selamat Nyonya, saya tidak masalah nanti ada sekretaris yang bertugas pergi keluar untuk menghadiri meeting, besok Nyonya mulai berkerja." ucap Direktur HRD yang merubah panggilannya dari Nona menjadi Nyonya.


"Ok. Kalau begitu saya setuju." ucap Karen.


Merekapun berjabat tangan, Karen sangat senang karena besok sudah mulai bekerja. Setelah selesai Karen pulang ke rumah dengan naik taksi.


XXXXXX


Di tempat yang berbeda tepatnya di mansion milik Rico, Rico duduk di ruang kerja dengan ditemani asisten setianya yang bernama Ronald.


"Tuan Rico, apakah besok kita jadi berangkat ke kantor cabang lagi?" tanya Ronald memastikan.


Ronald sangat heran karena biasanya bosnya setiap setahun sekali mengecek kantor cabang perusahaan miliknya tapi kini bosnya ingin pergi lagi ke kantor cabang.


"Jadi, aku tidak tahu kenapa aku ingin pergi ke kantor cabang lagi?" jawab Rico.


'Kenapa hatiku berdebar - debar apakah aku akan bertemu dengan wanita yang kucari?' Sambung Rico dalam hati.


Tiba-tiba perut Rico sangat mual membuat Rico langsung berlari ke arah kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya yang baru saja di makan.


hoek

__ADS_1


hoek


Hampir setiap hari Rico sering muntah membuat dirinya sangat tersiksa terlebih kalau lagi meeting.


__ADS_2