Ranjang Panas Sang CEO

Ranjang Panas Sang CEO
Rico, Ronald dan Marcel


__ADS_3

"Ok." Jawab Sandra dan Kasandra bersamaan sambil ikut membuka mobil dan berjalan mengikuti langkah Karen.


"Wih mantap malam - malam begini kita dapat rejeki nomplok lagi." ucap Pemimpin preman yang melihat tiga gadis cantik berjalan ke arah mereka.


"Iya betul bos, mereka bertiga sangat cantik sama seperti gadis ini yang sedang berusaha melawan kita." jawab anak buahnya yang pertama sambil tersenyum mesum begitu pula dengan yang lainnya.


"Aku jadi bingung mau pilih yang mana untuk menjadi penghangat ranjang ku?" ucap anak buah yang ke dua.


"Lumayan bisa menemani kita." jawab anak buah yang ke tiga.


"Hahaha..." tawa anak buah lainnya bersamaan.


"Kalian bertiga pergilah, jangan perdulikan aku." Ucap gadis tersebut yang tidak ingin mereka terluka.


"Kami tidak mungkin meninggalkanmu karena kami akan membantumu." Jawab Karen sambil memasang kuda-kuda.


"Betul." Jawab Sandra dan Kasandra bersamaan sambil ikut memasang kuda-kuda.


"Kalian tidak akan bisa kabur dari kami, serang mereka!" Perintah pemimpin preman tersebut.


Pemimpin preman pun mendekati Karen dan memegang tangan Karen tapi dengan cepat Karen melintir tangan preman tersebut membuat preman tersebut berteriak kesakitan.


"Akhhhhhhhh... dasar wanita jal*ng!" teriak preman tersebut.


Anak buahnya terkejut dan menyerang Karen tapi Karen mampu menghindar dan memukul kembali sedangkan Kasandra dan Sandra ikut menyerang dengan memukul para preman tersebut.


bugh


bugh


bugh


bugh


Pukulan demi pukulan dilayangkan oleh Karen, Kasandra, Sandra dan gadis tersebut. Bantuan Karen, Kasandra dan Sandra sangat membantu gadis tersebut yang awalnya mulai terdesak kini tidak lagi hingga beberapa saat kemudian para preman tersebut tumbang satu persatu.


Karen masuk ke dalam mobil untuk mengambil tali rapiah kemudian mengikat satu persatu para preman yang tidak berdaya di bantu oleh Kasandra dan Sandra.


Bersamaan kedatangan tiga pria tampan bersama anak buahnya siapa lagi kalau bukan Rico, Ronald dan Marcel.?


"Aish Kakak lama banget datangnya." gerutu gadis tersebut sambil memeluk kakak kembarnya siapa lagi kalau bukan Rani.


"Maaf Kakak datang terlambat, kamu baik- baik sajakan?" Tanya Rico sambil membalas pelukan adik kembarnya dan memberikan kode ke arah anak buahnya untuk menangkap para preman.


"Tidak apa-apa Kak, Rani baik - baik saja. Untung saja ada mereka bertiga jadi aku baik-baik saja." jawab Rani sambil mendorong perlahan Kakak kembarnya.


"Terima kasih banyak atas pertolongannya." Ucap Rico untuk pertama kalinya mengatakan terima kasih.


"Sesama manusia harus saling tolong menolong, kalau begitu kami pulang dulu." Ucap Karen sambil tersenyum.


"Tunggu Kak, boleh kenalan dulu?" Tanya Rani.


"Boleh." Jawab Karen sambil masih tersenyum.


"Perkenalkan namaku Karen." Ucap Karen sambil mengulurkan tangannya ke arah Rani.


"Namaku Rani Alexander panggil saja Rani." Ucap Rani membalas uluran tangan Karen.


Tidak berapa lama Karen dan Rani melepaskan uluran tangannya kemudian Karen mengulurkan tangannya ke arah Rico.


"Rico Alexander panggil saja Rico." Ucap Rico memperkenalkan diri dan membalas uluran tangan Karen.


Deg

__ADS_1


Deg


Entah kenapa jantung Karen dan Rico berdetak kencang ketika tangan mereka saling bersentuhan.


"Ehem ..." Ucap mereka bersamaan ketika mereka saling menatap tanpa melepaskan uluran tangannya.


Spontan Karen dan Rico melepaskan uluran tangannya sambil tersenyum malu kemudian Ronald, Marcel, Sandra, Kasandra dan Rani saling berkenalan.


"Oh ya boleh aku minta nomer teleponnya?" Tanya Rani.


"Boleh." Jawab ke tiga gadis tersebut dengan serempak.


Karen, Sandra dan Kasandra bergantian memberikan nomer telepon sedangkan Rani mengetik nomer telepon mereka dan menyimpannya di nomer kontak telepon.


Tanpa sepengetahuan mereka kalau Rico, Ronald dan Marcel mempunyai daya ingat yang tinggi. Ke tiga pria tampan tersebut menyimpannya di dalam otak mereka.


'Untung Rani meminta nomer Karen jadi aku bisa kirim pesan.' Ucap Rico dalam hati.


'Untung nona Rani minta juga nomer Kasandra jadi aku bisa mencari cara agar bisa mengajaknya ketemuan dan akhirnya kami bisa menikah.' Ucap Ronald dalam hati penuh harap.


'Sepertinya Sandra baik, aku akan berusaha mendekatinya dengan mengajaknya ketemuan. Aku akan tunjukkan ke mantan ku kalau aku bisa mendapatkan yang lebih baik dari mantanku.' Ucap Marcel dalam hati.


Mereka mengobrol sebentar setelah agak lama akhirnya mereka berpisah. Karen, Sandra dan Kasandra kembali melanjutkan perjalanan menuju ke arah rumah Sandra.


Selesai Kasandra mengantar Sandra pulang dilanjutkan mengantar Karen setelah itu barulah Kasandra pulang ke rumahnya.


XXXX


Perusahaan PT Raka Wow Keren 


Di perusahaan milik Raka yang sudah dipercayakan oleh putra sulungnya yang bernama Rico. Rico duduk di kursi kebesarannya sambil menandatangani berkas - berkas yang tidak pernah habis - habisnya.


tok


tok


tok


ceklek


Ronald membuka pintu ruangan milik Rico kemudian berjalan ke arah meja milik Rico.


"Tuan nanti malam kita ada penjualan senjata api dengan Mr. Susu Keke Kutehe di hutan rimba 🌳 pinggiran kota dan lusa ada peresmian di hotel Raka International di Surabaya." ucap Ronald memberikan laporan.


"Ok, atur seperti biasa." jawab Rico sambil mengecek dan menandatangani berkas - berkas dokumen.


"Baik tuan." ucap Ronald sambil menundukkan setengah badannya kemudian membalikkan badannya dan berjalan ke luar dari ruangan Rico.


"Hmmm..." balas Rico berupa deheman sambil masih melanjutkan pekerjaan.


XXXX


Rico memakai pakaian serba hitam dan kacamata hitam, begitu pula dengan Ronald dan Marcel bersama anak buah mafia.


Mereka berangkat menuju ke hutan rimba 🌳 pinggiran kota untuk bertransaksi, mereka melihat Mr. Susu Keke Kutehe berdiri dengan angkuh.


"Mana senjatanya?" tanya Mr Susu Keke Kutehe tanpa basa basi.


"Ronald." panggil Rico.


Ronald yang sudah paham memanggil anak buahnya untuk memperlihatkan senjata apinya yang akan di jual.


Mr. Susu Keke Kutehe menyuruh anak buahnya membawakan koper yang berisi uang kemudian Rico memberi kode dan anak buah kepercayaannya mengambilnya dan mengeceknya.

__ADS_1


Mr. Susu Keke Kutehe mengambil salah satu pistol kemudian memegang senjata tersebut dan diarahkan ke kening Rico.


Rico yang mulai mengetahui kelicikan Mr. Susu Keke Kutehe hanya tersenyum devil.


klik


klik


klik


Mr. Susu Keke Kutehe menembak Rico tapi pelurunya ternyata kosong dengan kecepatan kilat Rico mengeluarkan senjatanya.


dor


dor


"Akhhhhhhhh !" Teriak Mr. Susu Keke Kutehe.


Bruk


Dua tembakan mengenai jantung dan dahi Mr. Susu Keke Kutehe membuat Mr. Susu Keke Kutehe berteriak dan langsung ambruk seketika dengan mata melotot.


Hal itu membuat anak buah Mr. Susu Keke Kutehe terkejut melihat bosnya meninggal akibat di tembak oleh Rico dan merekapun saling serang dengan cara menembak.


Anak buah Mr. Susu Keke Kutehe banyak yang mati dan sisanya di kirim ke kandang buaya, kandang singa, kandang beruang dan kandang buaya. Walau mereka sudah menyerah tapi Rico tidak mau mengambil resiko jika mereka tiba - tiba mengkhianati dirinya.


xxxxxxxx


Hari ini mahasiswa dan mahasiswi tingkat akhir pergi ke Surabaya naik bus. Bus khusus panitia dimana Kasandra dan Sandra satu bangku sedangkan Karen satu bangku dengan Tio begitu pula dengan panitia lainnya masing - masing duduk berdua.


Mereka berbicara sambil menikmati pemandangan di dalam bus. Perjalananan yang jauh membuat orang - orang dalam bus tertidur kecuali Tio, Tio selalu melirik wajah Karen.


'Bersiaplah sayang nanti di hotel aku akan membuatmu terikat denganku. Maaf sayang aku terpaksa melakukan ini karena kamu selalu menolakku maka dengan sangat terpaksa aku melakukan ini semua.' ucap Tio dalam hati tanpa berani menyentuh tangan Karen.


Singkat ceria sampailah mereka di hotel Raka International yang berada di kota Surabaya. Mereka turun dan di absen oleh masing - masing panitia dan mendapat kamar.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


*Hotel Raka International adalah nama imajinasi author karena kalau disebutkan nama hotel yang ada di Surabaya nanti author takut kena julid, mohon dimaafkan. Terima kasih.*


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Satu kamar ada tiga orang dan kebetulan mereka bertiga Karen, Kasandra dan Sandra satu kamar sedangkan Tio menyewa kamar sendiri dengan alasan tidak biasa kalau tidur dengan orang lain walau agak mahal biaya sewa kamarnya Tio tidak perduli karena Tio seorang CEO jadi uang segitu tidak ada artinya.


Tio sengaja mengambil kamar sebelah ke tiga gadis tersebut untuk menjalankan rencana jahatnya yang sudah disiap - siapkan jauh - jauh hari.


"Karen dan Sandra nanti malam acara pesta jadikan kita pakai baju couple" tanya Kasandra


"Iya, tidak sabar ya?" jawab mereka serempak


" Hehehehe... iya betul" , istirahat yuk." pinta Kasandra.


"Ok." jawab mereka serempak.


Merekapun istirahat karena lelah habis perjalanan yang sangat jauh.


xxxxxxx


Singkat cerita, malam ini ada acara pesta perpisahan karena besok paginya mereka akan jalan-jalan mengelilingi kota Surabaya.


Mereka bertiga dandan sangat cantik dengan memakai baju dress couple yang pas dan menampilkan kesan seksi. Merekapun keluar dan masuk ke gedung pertemuan dan bercakap dengan teman - teman lainnya.


Tidak terasa hari sudah jam sepuluh malam dan masing - masing pergi mengundurkan diri untuk istirahat Kasandra dan Sandra sudah masuk kamarnya sedangkan Karen mau pergi tapi ditahan oleh Tio.

__ADS_1


" Besok aku tidak ikut jalan - jalan mengelilingi kota Surabaya karena ada proyek di luar negri. Jadi aku minta malam ini kamu menemaniku menikmati suasana di hotel ini?" pinta Tio dengan tatapan penuh harap.


__ADS_2