Reflection

Reflection
Pujian


__ADS_3

"Gawat! Jika dibiarkan, aku bisa kehilangan banyak pasukan. Aku harus menarik kembali mereka dan memikirkan ulang strategi untuk menang," gumam sang Jenderal Besar Xingzuo, Youli Young.


Pria matang yang memiliki banyak selir tersebut kemudian mengambil trompet cangkangnya dan meniupnya sebagai pertanda, bahwa perang hari ini harus terhenti dan akan dilanjutkan keesokan harinya. Lagi pula, para kesatria juga manusia yang tetap memerlukan istirahat. Tak mungkin pula mereka berperang sekian lama, tanpa waktu istirahat yang memadai.


"SEMUANYA, MUNDUR!" Hawa qi dari Youli Young membuat suaranya terdengar ke seluruh area medan pertemuan. Lelaki itu menghela napasnya perlahan sambil menarik semua pasukannya.


Beberapa detik setelah titah Youli Young dilaksanakan, pasukan roh pun menghilang. Constantine Yang pun langsung terjatuh lemas setelah itu.


Pada dasarnya, bukan hal mudah bagi seorang kultivator untuk memanggil roh untuk mendapatkan bala bantuan. Kasus seperti Constantine yang bisa membuat para roh berdatangan, sebenarnya amat sulit dilakukan. Gadis itu beruntung, sebab ia telah melakukan kontrak dengan salah seorang pemimpin roh.


Nyatanya, pemanggilan roh atau arwah, akan menguras banyak energi qi. Sekuat apa pun sang Jenderal Satu, ia tetap memiliki batasnya. Jika bukan karena tingkat kultivasinya yang sangat tinggi, ia bisa saja mati setelah melakukan hal tersebut.


"Constantine, kaubaik-baik saja?" Jingguo Li menatap khawatir ke arah muridnya. Di punggung lelaki tua itu, mayat Wangquan Yan tampak tak berdaya.


"Aku masih kuat meski telah kehilangan banyak tenaga. Tapi ..., apa yang terjadi, Jenderal Besar? Raja Sheng Ri, dia ...—"


"Kauingat ceritaku dulu, kan? Sayang sekali setelah kami berbaikan, Wang'er malah harus meregang nyawa oleh seorang misterius seperti ini. Dia, bahkan bilang mau bergabung dengan kubu kita," ungkap Jingguo Li.

__ADS_1


Jenderal Besar Kerajaan Anming, kemudian meletakkan jasad Wangquan Yan di atas pasir. Ia menekuk kedua tangan Sang Raja di depan dada, lalu merapalkam doa-doa agar sang kawan lama bisa tenang di alam sana.


"Mereka yang tak mengerti, pasti akan menganggap kita pelakunya. Lagi pula, kepemimpinan pasukan Sheng Ri, sekarang bukan lagi milik Raja Wangquan yang telah meninggal—juga tanpa pernyataan langsung dari sang pemimpin, kita tak bisa mengambil alih para kesatria Sheng Ri," lirih Constantine.


"Kauhebat sekali saat melakukannya, tadi," puji Jingguo Li. Ia tersenyum sambil menepuk-nepuk kepala gadis yang sudah seperti putrinya itu.


"Berharap saja itu tak menjadi bumerang," sanggah Constantine Yang. Gadis itu, kemudian mengalihkan pandangannya ke empat jenderal yang baru saja tiba. Mereka tampak ngos-ngosan.


"Jenderal Satu, kauhebat sekali!" Para Jenderal berseru dengan kompak. Keempatnya, kemudian terduduk dengan lemas di atas pasir usai melakukan pertempuran hebatnya masing-masing.


"Aku paling beruntung karena bisa melihat aksi Jenderal Satu dalam jarak dekat," ujar Ma Zhengyi, dengan besar kepala. Laki-laki itu, kemudian menepuk-nepuk dadanya penuh kesombongan.


"Sayang sekali aku tak bisa melihatnya secara langsung," cicit Xingxing Tang. Jenderal Dua tersebut, kemudian menjabat tangan Constantine sambil mengucapkan selamat.


"Pangeran bernama Youli Young itu menyebalkan sekali," keluh Constantine tiba-tiba. Para pria yang mendengar itu pun langsung menatapnya dengan terkejut.


"Pria hidung belang itu! Dia pasti menggodamu, kan?!" Sang Guru pun menggeram dengan wajah yang memerah.

__ADS_1


"Berani sekali!" Ma Zhengyi menekuk bibirnya dengan telapak tangan yang mengepal kuat.


"Lancang!" Xingxing Tang dan Shi Jian berujar dengan kompak.


"Mimpi sekali! Wanita sepertimu tidak pantas bersama lelaki menjijikkan sepertinya. Kautak pantas menjadi selir. Jenderal Satu harusnya menjadi satu-satunya. Lelaki sepertinya yang tak bisa menghormati perempuan, sangat tidak cocok dengan Nona Constantine Yang yang luar biasa ini." Chen Li berujar dengan berapi-api. Namun tak lama, ekspresinya pun berubah menjadi sulit diartikan.


"Ya. Kaulah yang lebih cocok untuk bersanding denganku. Aku suka besarnya kepercayaan dirimu." Constantine tampak menyeringai. Gadis itu, kemudian menepuk bahu Chen Li. "Meski menurutmu aku lebih keren, namun kaujuga keren. Tidak! Kalian semua memang luar biasa! Kita semua luar biasa!" serunya.


Semua yang mendengarkan pujian dari sang Wakil Jenderal Besar pun langsung bersemangat. Wanita muda itu memang sering memberi apresiasi kepada para bawahannya, sehingga banyak kesatria yang menghormatinya.


"Mari bangun tendanya, sebelum malam tiba dan suhu udaranya berubah sangat dingin ...!" Jingguo Li berteriak untuk memberikan komandonya. Lelaki tua itu, kemudian memberi tugas pengawasan ke Constantine, lalu pergi ke suatu tempat untuk memakamkan Wangquan Yan dengan layak.


"Sayang sekali Tuan Wu tak ada di sini," lirih Constantine. Ia, kemudian menghampiri Han yang tampak kelelahan sehingga tidur telentang di atas pasir.


"Kaubaik-baik saja, Kak Han?" tanya Constantine. Gadis itu, kemudian mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Seketika, ia pun sadar jika jumlah pasukannya sudah berkurang sepertiganya.


"Ramuanmu akan sangat laris, Nona ...!" kata Han. Kapten itu, kemudian jatuh pingsan, hingga membuat para kesatria di sekitar pun merasa panik.

__ADS_1


__ADS_2