Reflection

Reflection
Beraksi Kembali


__ADS_3

Angin yang berembus di luar, terdengar dari dalam tenda; sedang sepasang individu itu, hanya saling menatap dalam keheningan—beberapa menit lamanya, sampai salah satu di antara mereka, pada akhirnya membuka suara.


"Jadi, apa rencanamu selanjutnya?" tanya Chen Li.


Constantine Yang pun menghela napasnya, lalu mengangkat kepalanya dan memandang ke awang-awang. Tatapannya yang tajam dan dalam, terpaku sejenak di sana.


"Kautahu siapa dalangnya?" Constantine menyorot netra Chen Li. Wajahnya yang datar, kini tampak begitu serius.


"Ya. Youli Young. Dia ingin menjadikanmu selirnya," jawab sang roh.


Constantine menaikkan alisnya. "Dari mana informasi tersebut berasal? Aku rasa ..., terlalu beresiko kalau kaumemata-matai mereka, karena beberapa kultivator bisa melihat dan merasakan keberadaan roh. Kautak akan bilang hanya asal menebak kan?" herannya.


Mendengar Constantine, Chen Li pun tersenyum. Ia menyugar surai gelapnya yang panjang itu, lalu melipat kedua tangannya di depan dada.


"Seseorang memberitahuku."


"Maksudmu, ada seseorang di kekaisaran yang berada di pihak kita?" Constantine mengerutkan keningnya. Sorot matanya tampak penasaran.


"Dia tidak bilang begitu. Hanya saja, dia bilang kalau dia kagum padamu. Maksudku ..., dia seorang wanita. Kaumengerti, kan, jarang sekali ada wanita yang sangat kuat dan memiliki karakter seperti dirimu. Dia juga bilang, kalau dia ... sedikit mengharapkanmu untuk menolongnya," jelas Chen Li.

__ADS_1


Jenderal Wanita tersebut mengusap matanya. Wajahnya yang sebelumnya pucat, kini mulai kembali menampakkan sinarnya. Ia mengembuskan napas panjang, merasakan energi yang perlahan-lahan kembali mengisi tubuhnya.


"Siapa dia? Apa aku mengenalnya?"


"Dia ... guru dari gurumu."


"Maksudmu Molihua, sang Matriark Ordo Sheng Guang?" Constantine pun bertanya, ingin memastikan. Chen Li menjawab itu dengan sebuah anggukan pelan.


"Ah—aku mengerti," lirih Constantine. "Tapi si Pangeran Mesum itu harus diberi pelajaran," sambungnya.


Chen Li menggeleng, seolah menyanggah perkataan Constantine. Ia terdiam selama beberapa detik, lalu menghela napas panjang dan menatap sang perempuan dengan dalam.


Mendengar pernyataan Chen Li, Constantine terkesiap. Wanita tersebut meneguk ludahnya, hingga jakunnya yang lumayan menonjol jika dibandingkan dengan perempuan pada umumnya itu, naik turun dibuatnya.


"Dari Matriark, aku juga tahu ada pihak berkuasa di kerajaan kita yang berkhianat. Tapi, dia tak tahu itu siapa. Kaujuga harus tahu, kalau pihak kekaisaran juga telah menghalau pasukan rahasiamu itu—selain itu, para penjaga di kerajaan juga berhasil dilumpuhkan. Kautahu kan, mereka pengguna elemen kegelapan yang sesat."


"Licik sekali pihak kekaisaran itu. Aku sangat curiga dengan mereka. Apakah ini ... suatu konspirasi? Dan lagi ..., ada pengkhianat di kerajaan kita. Jika ketahuan, aku benar-benar akan membunuhnya," katanya, dengan nada mengeluh.


Chen menggeruk tengkuknya yang tak gatal. Ia menatap bingung ke sang wanita muda, lalu tersenyum kaku.

__ADS_1


"Kauberbakat sekali dalam menyembunyikan sesuatu. Aku, bahkan tak menyangka kalau kaumemiliki pasukan rahasia sekuat itu. Tidak—mereka bukan kultivator yang menggunakan qi, kan? Tapi mereka memang sangat kuat. Molihua yang mengatakan itu kepadaku," tutur Chen Li.


"Itu ..., sebenarnya, kemampuan mereka dari tenaga dalam. Para ninja dan kesatria-kesatria dari seberang sana, juga ada yang menggunakan kekuatan itu. Berbeda dengan qi yang bisa dibilang eksklusif—tenaga dalam bisa dibilang bisa dipelajari dan dilatih oleh khalayak umum. Hanya saja, terdapat kekurangan—orang-orang yang menggunakan tenaga dalam tak memiliki kekuatan elemen seperti para kultivator." Constantine menjelaskan. Chen Li menganggukkan kepala mendengar itu.


"Jadi, apa rencanamu?"


"Apa pun itu, aku ingin menghabisi Youli Young. Aku sangat jijik kepadanya. Lagi pula, sepertinya tak akan begitu masalah jika dia yang aku matikan. Meskipun mereka punya terlalu banyak sandera, tapi aku rasa, mereka tak akan bertindak gegabah jika aku sampai membunuh Youli Young. Selain itu, aku juga tak sudi jika harus menjadi selirnya."


Chen Li tersenyum. Tentu, ia pun memahami maksud Constantine. Tangannya, kemudian bergerak dan menepuk kepala gadis di hadapannya itu.


"Kaumemang tak boleh menjatuhkan dirimu ke pelukan si Bajing^n itu, apa pun yang terjadi," ucapnya.


Constantine mendengus kesal. Ia menepis lengan Chen Li yang ekspresinya terlihat sangat, sangat, dan sangat menyebalkan.


"Bersembunyilah ...! Kautahu kalau tanda itu—"


"Ya, ya, ya!" Chen Li menyela ucapan Constantine. Roh itu, kemudian merubah dirinya menjadi sebuah cahaya berwarna keemasan yang memasuki tanda di lengan Constantine.


Constantine Yang yang telah sendiri pun menyeringai dingin. Ia meregangkan tubuhnya—memiringkan kepala, sambil menikmati asupan energi yang secara perlahan mengalir di tubuhnya.

__ADS_1


"Baiklah ..., saatnya beraksi kembali."


__ADS_2