
Constantine Yang melakukan serangannya dan menghabisi pasukan-pasukan musuhnya dengan membabi buta. Tatapannya tajam dan tampak kelam. Rambutnya yang hitam legam pun berterbangan. Wajahnya pun kotor oleh pasir dan darah para lawan. Pakaiannya yang berwarna merah dan terselimuti oleh baju besi, membuatnya tampak gagah.
Di mata para rivalnya, Constantine Yang adalah jelmaan Dewi Kematian. Mereka tak menyangka, perempuan muda itu akan mengamuk hingga menyebabkan posisi mereka menjadi terdesak seperti sekarang. Sungguh, Youli Young terlalu meremehkan Wakil Jenderal Besar Anming tersebut.
Saat ini, sejak setengah jam lalu, pemimpin tertinggi pasukan kekaisaran itu telah bersembunyi di tempat yang aman—meninggalkan para bawahannya begitu saja. Ia berkeringat dingin, mengingat ialah yang menjadi incaran utama seorang Constantine.
Youli Young telah menyakiti Jingguo Li, berpikir bahwa lelaki tua itu akan sangat merepotkan di kemudian hari. Ia dibantu oleh seorang kultivator dan seorang penyihir yang baru saja didatangkan dari klan penyihir, pada malam kemarin.
Mengira bahwa Constantine sedang disibukkan oleh kultivator-kultivator yang menjadi lawannya, Youli Young tak mengira, bahwa gadis itu, ternyata malah memergokinya ingin membunuh sang Jenderal Besar.
Ketika itu, Constantine sangat marah karena menemukan gurunya telah tak sadarkan diri akibat dikeroyok oleh musuhnya. Ia memeriksa keadaan Jingguo Li dan membawanya ke tempat aman sebelum mengamuk mengerikan seperti sekarang.
__ADS_1
Dalam diamnya, Youli Young berpikir keras.
"Aku salah mengira. Gadis itu sungguh memiliki level kekuatan yang tidak terduga. Aku harus mengubah rencananya, atau pasukanku akan semakin terdesak. Yang terpenting, Jingguo Li sudah berhasil dilumpuhkan," gumam Youli.
Beberapa menit kemudian, Youli Young keluar dari tempat persembunyiannya dan secara diam-diam memberi kode untuk mengubah strategi mereka ke plan B. Sontak, hal itu pun membuat seorang kultivator peringkat Penguasa Alam level 3 bersama tiga penyihir tingkat tinggi langsung bersiap.
Obat bius yang disiapkan Youli Young, tentu bukan obat bius biasa. Obat itu sulit dideteksi. Bahkan, cara kerjanya pun lumayan cepat dan halus.
"Aku akan mendapatkanmu. Pasti!" kata Youli Young, sambil menyeringai. Untuk sekarang, ia harus kembali bersembunyi, sebelum akhirnya kembali memunculkan diri, seusai Constantine terpengaruh oleh obat biusnya. Lelaki dewasa itu yakin, rencana keduanya akan berjalan baik.
Di sisi lain, Constantine Yang terus mengamuk. Dengan telapak tangan kanan yang terkepal kuat dan tangan kiri yang memegang sebilah pedang, ia pun membelah lautan mayat. Darah ada di mana-mana. Bahkan, bagian-bagian tubuh manusia—baik yang di luar maupun yang di dalam—pun menyebar di sekelilingnya.
__ADS_1
Inilah sisi paling mengerikan dari Constantine Yang yang dijuluki sebagai Dewi Kematian itu. Ya—ia memang tak pernah berbelas kasih kepada siapa pun yang dia anggap sebagai musuh dan siapa pun yang mengancam keselamatan rakyatnya.
Kejam? Memang demikianlah Constantine adanya. Lagi pula, sebaik apa pun gadis tersebut di mata rakyatnya, ia tetap saja manusia yang kerap kali bertindak berdasarkan perasannya. Bukankah hampir semua manusia memang seperti itu? Bahkan, para laki-laki yang konon katanya lebih mengandalkan logika pun turut mengagung-agungkan perasaan gengsi dan ingin mendominasi mereka, kan?
"YOULI YOUNG—AKU TAK AKAN MEMAAFKANMU!" laung Constantine. Pandangannya mengedar ke sekitar. Ia pun mencoba mencari hawa qi lelaki itu, namun tak bisa dia temukan keberadaannya. Aura Youli Young, sepertinya telah disembunyikan.
Tak lama, empat orang manusia muncul di hadapannya. Constantine langsung tahu jika mereka terdiri dari seorang kultivator dan tiga orang penyihir. Keempatnya pun menyerang secara berbarengan. Tak lama, pasukan lain pun turut hadir dan ikut melawannya dari jarak jauh.
Jenderal-Jenderal Anming lain pun menyadari apa yang sedang dihadapi oleh rekan wanita mereka. Sayangnya, mereka semua sedang disibukkan oleh serangan yang terus datang bertubi-tubi.
Di sana, Chen Li yang terlah berhasil lepas dari jeratan para musuhnya pun berlari, ingin bergabung dan membantu Constantine. Beberapa kesatria yang posisinya dekat dan tidak terlalu sibuk pun juga melakukan hal demikian. Mereka semua tetap mengkhawatirkan Constantine, meski gadis tersebut sangat kuat dan tengah berubah menjadi sosok yang berbeda dari biasanya—Constantine Yang, Sang Dewi Kematian.
__ADS_1