Reflection

Reflection
Ketegangan


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu. Pagi itu, angin berembus dengan perlahan—membawa hawa yang menyesakkan bagi para Pahlawan Anming yang tersisa.


Wajah mereka pucat. Tubuh mereka gemetaran. Tatapan mereka kosong ke depan. Sebuah rantai mengikat masing-masing dari mereka yang seolah tak lagi memiliki jiwa.


"Seharusnya, kalian menyerah sejak awal," kata Youli Young dengan suara yang mengejek. "Lihatlah ketika seorang yang sangat kalian harapkan, malah tak berdaya sekarang," sambungnya.


Di tempatnya, Jingguo Li mengepalkan telapak tangannya dengan erat. Bibirnya yang sudah lama tak menyentuh air itu, tampak pucat dan pecah-pecah. Tubuhnya pun tampak jauh lebih kurus dari sebelumnya.


"Kauakan melihat bagaimana wanita tangguh seperti Constantine bisa mengubah keadaan ini," lirih sang Jenderal Besar. Dengan mata yang memerah, ia menatap para bawahannya.


Jingguo Li terpaksa menyerah. Selain kekurangan kekuatan, nasib kerajaan dan sang Tuan Putri juga tengah terancam. Mereka menyandera Constantine juga memanfaatkan bantuan Asteria, klan para penyihir untuk menembus pertahanan khusus Kerajaan Anming.

__ADS_1


"Pak Tua—lihatlah bagaimana nanti, Constantine-mu itu akan memohon-mohon kepadaku untuk menjadikannya selirku agar bisa menyelamatkan Anming. Lagi pula, memang sudah seharusnya kemenangan menjadi milik kami yang beberapa langkah lebih maju dari kalian. Tidakkah kalian tahu, bahwa kami juga telah memasang perisai tak terlihat agar tak ada bantuan yang bisa kalian datangkan?" Youli menyeringai sambil menatap remeh ke arah Jingguo Li.


"Aku benar-benar menyukai Jenderal Wanita kalian itu. Dia sangat cantik. Ketika marah, bahkan ia terlihat lebih menggairahkan." Pangeran Ketiga Kekaisaran Xingzuo itu menjilat bibirnya—menampakkan ekspresi menjijikkan yang membuat Jingguo Li dan yang lain merasa naik pitam seketika itu juga.


"Tutup mulut sampahmu, Pangeran Mesum Sialan! Kausangat berisik! Ketika sadar nanti, jika melihatmu, aku yakin Jenderal Satu akan langsung memenggal kepalamu," seru Ma Zhengyi, sambil meludah.


Youli Young mendengus. Ia, kemudian melangkah mendekati Ma Zhengyi, dengan sebuah cambuk yang tergenggam erat di tangannya. Setelah sampai di hadapan sang Jenderal Lima Anming, langsung dilayangkannya cambuknya tersebut.


"Pengecut—pecundang sepertimu tak pantas bersanding dengan Tuan Putri kami." Ma Zhengyi menggemeletukkan gigi-giginya. Beberapa detik kemudian, seteguk darah dimuntahkan olehnya setelah Youli Young memukul perutnya dengan kekuatan fisiknya.


"Para Kesatria Anming ini, suka sekali mengatakan omong kosong," sindir Youli, sambil menepuk-nepuk tangannya.

__ADS_1


"Selagi wanita itu belum sadar—oh, yang ini boleh juga!" Youli Young berseru, lalu mendekati salah seorang kesatria wanita. Ia mengangkat dagu wanita tersebut, lalu mendekatkan wajah mereka berdua. Sang kesatria tampak menahan diri dari rasa marahnya.


"Youli Young ..., haruskah aku deskripsikan seberapa menjijikkannya dirimu?" Xingxing Tang menggeram dengan kedua netranya yang tampak sayu.


"Oh—ayolah, Jenderal ...! Harusnya, kauberterima kasih kepadaku. Tanpaku, mungkin kausudah tiada." Youli Young memutar bola matanya jengah. Ia mendekatkan dirinya ke Jenderal Dua Anming itu.


"Itu karena kaupaling tidak becus, dasar Pangeran Sampah! Saudara-saudaramu, mana mungkin mau bermain-main seperti ini, hanya karena ingin menjadikan seorang wanita sebagai selirnya. Kaisar mengandalkanmu hanya karena kauitu kuat dan ahli membuat strategi—selain dalam kedua hal itu, kausangat bodoh!" hujat Ma Zhengyi.


"Cih! Kaulagi!" Youli Young menatap Ma Zhengyi dengan tajam. Ia akan bertindak, sebelum tiba-tiba, sebuah seruan dari seorang perempuan, berhasil mengejutkan mereka semua.


"Youli Young—kali ini, aku tak akan melepaskanmu!"

__ADS_1


__ADS_2