Regret! Saat Istriku Pergi

Regret! Saat Istriku Pergi
Gue Bukan Teman Lu!


__ADS_3

"Pe, hari ini, Kakak yang antar kamu cek kehamilan ya!"


Bagai angin segar yang menerpa Pe saat suaminya ada perhatian untuknya, meski itu hal umum suami mengantar istri check up, tapi bagi Pe itu luar biasa karena ini adalah tawaran pertama selama kandungannya sudah berumur enam bulan.


"Tapi Kiara...?" tanya Pe. Ia tidak mau ujung ujungnya di ganggu oleh wanita itu.


Dibi yang merasa tidak enak pada Pe, berkata dengan nada ragu, "Kiara ada keluarganya. Aku adalah suami mu, rasanya tidak pantas lalai dari tanggung jawab."


"Ohh... Hanya tanggung jawab," batin Pe mendadak tidak bersemangat lagi. Bahkan sarapan yang hampir masuk ke dalam mulutnya ia taruh begitu saja ke piring.


"Lho, kok sarapannya nggak di makan? Susu hamilnya juga nggak di minum. Pe... Mau kemana?" Dibi berteriak karena istrinya tiba tiba beranjak pergi meninggalkan meja makan.


Sejenak Pe berhenti. Lalu berkata tanpa berbalik, "jadwal kehamilan nanti siang, bukan pagi pagi. Kalau Kakak mau ke Kiara maka pergilah. Pe lagi nggak nafsu makan karena perut dan kepala Pe pening."


Pe memilih berjemur di taman belakang rumahnya. Ia biasanya mengantar Dibi sampai ke mobil saat suaminya kerja, hari ini tidak ada lagi. Ia sebenarnya sakit hati, karena Dibi semerta merta perhatian hanya dengan kata tanggungjawab tanpa ada rasa kasih dan cinta.


"Pe... Minum obat ya!"


Dibi ternyata ikut ke taman belakang dengan membawa sarapan serta obat yang ditinggalkan Pe. Ia tidak mau melihat istrinya sakit dan berujung berdampak pada bayinya.


"Jangan perhatian ke Pe hanya karena dasar tanggung jawab. Makan dan minum obat adalah hal biasa yang Pe lakukan sehari hari, jadi tidak perlu ada tanggung jawab berlebihan."


Karena kesal, Pe menarik satu lembar roti tanpa selai apapun, mengunyahnya cepat, dan segera meminum obatnya. Biar cepat selesai agar suaminya itu merasa tanggung jawabnya berkurang.


" Pe... Jangan seperti anak kecil deh, jangan ambekan." Dibi hanya bergurau agar istrinya itu mau menatap nya. Ia tau diri kalau Pe lagi sensitif dengan kehamilannya yang katanya hormon nya itu naik turun.


Tapi salah... Dibi tidak peka kalau kata izin dari Pe itu tidaklah ikhlas. Lagian, mana ada istri yang rela suaminya mengurus mantan. Tidak ada! Mana sekarang Pe mendengar dirinya di katain anak kecil.


Kesal? Marah dan dongkol? Tentu saja! Dengan kelincahannya, Pe menarik pistol Dibi yang memang suaminya itu sedang menggunakan seragam polisinya.

__ADS_1


Ia bahkan menodongkan senjata tersebut ke kepala Dibi dan dor... Dibi yang tidak menyangka pergerakan lincah Pe, mendadak sport jantung. Hampir saja kepalanya kena letusan kalau ia tidak menunduk dan berakhir pot bunga di belakang sana yang hancur.


"Pe__"


"Anak kecil hebat bukan? Bisa main senjata."


Pe segera bangkit dan meninggalkan Dibi di kursi taman itu setelah menserga Dibi dan berujung membuat mulut suaminya menganga.


"Astaga... Kepala ku hampir.....Ish, Pe, jangan begitu lagi, nanti kena pasal bagaimana?" teriak Dibi.


"Maka penjarakan saja!" balas teriak Pe menantang suaminya tanpa ada niat berhenti dari langkah panjang nya.


"Dasar... Beginilah punya istri yang manja tapi hebat beladiri. Huf... Sabar!" Dibi masih memegang kepalanya yang hampir bolong dengan dada masih berdentang hebat.


***


Sang dokter yang sudah menjadi langganan Pelangi merasa heran dengan pasiennya yang katanya sering mengeluh tentang rasa sakit kepala yang hebat.


" Minum kok, Dok. Sumpah deh!" sahur Pe dengan nada becanda seraya menaikkan dua jari tangannya bermaksud sang Dokter wanita yang sudah akrab dengannya itu tidaklah tegang tegang amat.


"Ini masalah serius lho, Pe." Sang Dokter yang bertag name Mori Rosaballe itu mulai berbicara teman ke teman, bukan pra-kerja lagi sebagai jasanya dokter. "Apalagi kamu ngeluh sakit kepala hebat. Aku butuh tes lab mu, mau ya kita cek lab?"


"Harus ya?"


Dokter itu mengangguk.


"Baiklah, tapi ngambil darahnya jangan banyak banyak ya, aku takut anak ku kurang darah."


"Ish... Kamu ini selalu menandai Dokter setengah baya ini. Pasti, suami mu sangat bahagia punya istri yang ceria dan cantik seperti mu."

__ADS_1


Pe langsung tersenyum kecut. Lalu membatin, "Andai seperti itu, maka aku adalah wanita yang tersenyum bahagia tanpa ada topeng senyum yang melukis di bibir ku."


"Ayo, mari, kita mulai prosedurnya."


Setelah mendapat persetujuan, Dokter perempuan itu pun mengambil darah Pe dengan suntikan khusus. Awalnya ia mengira pasiennya mengeluh pusing karena akibat hormon kehamilan pada trimester pertama yang bergejala umum pada ibu hamil muda yang akan muntah muntah dan kadang kepala pening tiba tiba.


Akan tetapi, pasien khusus satunya itu masih sering sakit kepala hebat katanya, padahal umur kandungannya sudah masuk ke trimester kedua.


Lebih lebih, kata Pe, ia sering kelelahan, nyeri pada sendi, nafsu makan turun drastis, dan lebih mengganjal sang Dokter adalah, Pe mengatakan pernah mimisan. Wajah cantik itu pun kian memucat meski di tutupi oleh make up tipis.


"Oh ya, Pe. Kamu boleh pulang atau menunggu hasilnya dalam waktu dua jam lebih atau secepatnya. Darahnya aku kasih ke petugas lab dulu ya."


Dokter itu saking tidak sabarannya, ia lebih memilih mengurus sendiri medis Pe, karena memang juga ia lagi sepi pasien.


Pe yang tidak mungkin menunggu bosan sendirian di ruangan putih itu, lebih memilih menunggu di taman rumah sakit.


" Pe...? Eh...Iya, kamu Pe. Astaga, kita lama nggak jumpa ya. Apa kabar?"


Lagi asyik melamun seraya mengelus perutnya yang sudah membukit. Pe kedatangan Kiara bersama seorang suster yang mendorong kursi roda itu.


"Kabar gue kurang baik!" Suara Pe sangat dingin. Ia tidak bisa berpura-pura baik di depan wanita yang menjadi spesial dalam hidup suaminya.


"Sus, Anda boleh pergi. Saya ada teman di sini kok." Kiara tidak peka dengan keketusan tersebut.


"Gue bukan teman lu!"


***


NOTE: Sebelum ada pertanyaan "Kok tiba-tiba uda hamil 6bln aja sih, Thor?" Maka jawabannya adalah, Author ingin sat set biar nggak ada kata bertele tele. Apalagi ini adalah **flasback** ya....πŸ™

__ADS_1


__ADS_2