
"Ayah, jangan memaksa seseorang untuk menerima sesuatu dengan terpaksa,"
"Tia itu seharusnya bebas untuk memilih yang dia inginkan, karena aku ingin dia memilih seseorang tulus dari dalam hatinya," ucap Lucas dengan tatapan dingin dan tajam ke arah sosok laki-laki paruh baya di depannya
Tia yang mendengarkan ucapan yang begitu dingin, tetapi anehnya suara itu membuatnya tenang dan merasa aman hanya bisa di balas dengan tangan Tia yang memegang tangan milik Lucas dan galengan kepala mengisyaratkan supaya Lucas tidak perlu membela dirinya berlebihan karena dia sudah memiliki jawaban yang akan di ucapkan.
"Baiklah aku setuju dengan pertunangan ini, tetapi aku harap ini dibuat sebagai pertunangan kontrak syaratnya yang aku inginkan Lucas berhak memutus pertunangan ini jika dia benar-benar menemukan sosok gadis dicintainya yang bisa mematahkan kutukan yang dia miliki," ucap Tia dengan tatapan serius dan yakin kepada sosok laki-laki paruh baya yang berada di depannya
Sosok laki-laki paruh baya itu kemudian tersenyum menyeringai dengan sebuah gulungan kertas yang tiba-tiba saja melayang dan sebuah pena bulu tinta abu-abu di tangannya. Tia yang melihat tinta itu langsung yakin kali ini kontrak ini benar-benar di buat dengan serius menggunakan nyawa masing-masing bayaran jika melanggarnya.
"Tia, apakah kamu gila? Aku mana mungkin memutuskan pertunangan ini?"
"Aku akan benar-benar serius hanya mencintai dirimu bahkan jika kamu bukan orang yang bisa mematahkan kutukan yang aku miliki," ucap Lucas dengan mengerutkan keningnya dan menggenggam erat kedua tangan milik Tia
'Kamu tidak tau, kalau di masa depan kamu pasti akan mencintai seseorang gadis yang merupakan sosok anak kesayangan dewa juga,'
'Oleh karena itu aku tidak benar-benar berniat untuk bertunangan denganmu apalagi terbawa perasaan,' ucap Tia di dalam hatinya dengan kepala tertunduk karena dia merasa hanya dia yang mengetahui masa depan dan dia tidak bisa mengatakan itu
"Tidak apa-apa, di masa depan tidak ada yang tau akan seperti apa,"
"Aku hanya berusaha mempersiapkan yang terjadi jika benar-benar nanti akan terjadi sebuah masalah di antara kita," ucap Tia dengan tatapan yang percaya diri tidak ada sedikit pun keraguan di dalam dirinya kepada sosok laki-laki yang berada di sebelahnya
Lucas yang melihat tatapan yang begitu serius dan meyakinkan dari Tia hanya bisa mengikuti kehendaknya, karena dia merasa kalau Tia mungkin akan tetap melakukannya walaupun di larang oleh Lucas. Beberapa saat kemudian kontrak pertunangan keduanya terbuat dan ini akan menjadi awal untuk Tia dan Lucas saling mengenal.
"Karena sudah tidak ada yang akan kalian diskusikan dengan tunanganku,"
__ADS_1
"Maka aku akan membawanya pergi untuk berkeliling mansion," ucap Lucas yang langsung menggenggam tangan milik Tia dan membawanya keluar dari ruangan itu hingga menyisihkan tiga orang
"Kenapa dia begitu terburu-buru? Padahal aku baru berbicara beberapa kata dengan Tia," ucap sosok gadis itu dengan menggigit jarinya dengan kesal setelah pintu besar itu tertutup
"Melody, jangan menggigit jari seperti itu,"
"Jarimu bisa terluka," ucap sosok laki-laki yang tidak jauh darinya dengan menarik tangan gadis itu dengan tatapan khawatir
"Tuh, lihat luka bukan?" ucapnya lagi yang langsung menggunakan sihir mengobati luka di jari gadis itu sedangkan gadis itu hanya diam di obati oleh laki-laki itu seolah-olah itu sudah menjadi kebiasaan keduanya
Beberapa hari kemudian, Tia telah tinggal dan menjadi bagian dari keluarga Duke Chevalier saat ini dengan sibuk mulai mendirikan bisnisnya karena mendapatkan sponsor dari sang Duke, di tengah-tengah kesibukannya dia terkadang di temui oleh adik dari tunangannya dan terkadang di temui oleh tunangannya sama seperti saat ini.
"Apakah kamu yakin Tia tidak ingin beristirahat?" tanya sosok laki-laki yang saat ini duduk di sofa yang jaraknya tidak jauh dari meja kerja milik Tia
"Karena pekerjaanku masih tinggal sedikit lagi yang harus di selesaikan," ucap Tia dengan penuh senyuman menoleh ke arah sosok laki-laki yang tidak jauh darinya kemudian fokus kembali ke kertas yang masih di kerjakan olehnya
Beberapa jam berlalu dan Tia akhirnya menyelesaikan semua pekerjaannya, dia beranjak dari kursinya dan berjalan ke arah sofa yang tidak lagi terlihat di sana ada kepala atau badan seseorang yang duduk di sofa.
'Apakah dia sudah pergi saat aku masih sibuk sendiri? Tapi siapa pun yang di suruh menunggu pasti akan bosan,'
'Apalagi hingga berjam-jam,' ucap Tia di dalam hatinya dengan helaan nafas panjang berjalan melewati sofa panjang itu
Pada saat dia melewati sofa tersebut betapa terkejutnya dia melihat sesosok laki-laki yang tertidur begitu pulas di sofa panjang itu, karena merasa sosok itu sangat menggemaskan tertidur seperti itu Tia mendekat ke arah sofa dan berlutut di depan laki-laki yang tertidur di sofa hingga terlintas tiba-tiba di dalam pikirannya untuk menyentuh pipi yang terlihat lembut.
"Tidak hanya menggemaskan pipinya, ternyata pipinya selembut pipi milik perempuan,"
__ADS_1
"Bukankah ini sedikit tidak adil?" gumam Tia yang menusuk-nusuk pelan pipi milik laki-laki yang kini terlihat tertidur nyenyak dengan wajah yang cemberut
Tiba-tiba saja sosok laki-laki yang tertidur itu membuka mata dan membuat Tia secepat mungkin menarik tangannya kembali, tetapi laki-laki rambut coklat yang telah melihat tingkah gadis itu hanya bisa tersenyum tipis dan menariknya ke dalam pelukannya.
"Bagaimana bisa tunanganku nakal seperti ini di saat aku tidur? Kamu tidak takut kalau aku buat kamu tidak bisa bergerak nanti?" ucap sosok laki-laki itu dengan nada yang menggoda
"Lucas, jangan mempermainkan aku," ucap Tia dengan memukul pelan sosok laki-laki itu dengan raut wajah yang cemberut
"Kamu cemberut seperti itu seperti ikan buntal,"
"Jadi lucu sekali," ucap Lucas dengan mengelus kepala Tia sedangkan Tia masih memukul sosok laki-laki itu dengan pelan
"Aku ke sini ingin memberi tau dirimu, kalau beberapa hari lagi akan ada pesta dansa,"
"Pesta kali ini untuk seorang gadis yang memiliki sihir cahaya asal berkat para dewa,"
"Jadi, sang raja dengan terburu-buru membuat pesta ini," ucap Lucas yang mengelus-elus kepala Tia
Tia yang mendengarkan ucapan dari Lucas, hanya bisa menundukkan kepalanya dan membelalakkan mata, karena tiba-tiba saja dia mengingat kenangan dimana dia mungkin saja akan bertemu kembali dengan sosok laki-laki dan perempuan yang sangat ingin dia hindari.
'Aku saat ini telah menjalankan kehidupan ketiga,'
'Dan aku telah memilih tunanganku sendiri bukan di pilihkan seharusnya aku akan baik-baik saja bukan?'
Rejects The Prince And Becomes The Aide's Fiancé
__ADS_1