Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé

Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé
Bab 14 Di Dalam Novel??


__ADS_3

"Ck, kamu manusia yang angkuh? Apakah kamu tidak sadar diri posisimu?"


"Kamu seharusnya sadar mendapatkan kutukan dari seorang iblis peringkat sepuluh besar saja tidak bisa kamu lepaskan,"


"Bagaimana bisa sosok manusia seperti dirimu bisa berbicara omong kosong seperti itu?"


"Apakah kamu pikir kami sedang membuat drama?" ucap kedua anak itu dengan kompak yang kemudian membuat tekanan yang cukup berat hingga Lucas mengalami batuk darah


Lucas yang sudah mencapai batas, perlahan-lahan pandangannya menjadi kabur kemudian menjadi gelap total dengan tangan yang gemetaran, sedangkan Tia yang melihat pemandangan yang mengerikan terjadi kepada Lucas, memukul dengan sekuat tenaga hingga akhirnya tangannya mengalirkan darah segar dengan air mata yang mengalir tanpa peduli kalau tangannya saat ini sedang kesakitan.


"LUCAS... BANGUN LUCAS..."


"JANGAN TUTUP MATAMU BODOH!!"


"BUKANKAH KAMU BILANG KAMU INGIN MENIKAH DENGANKU? TAPI KENAPA KAMU MENINGGALKAN AKU?" teriak Tia di dalam perisai transparan itu namun semuanya sia-sia suaranya tidak terdengar sama sekali dari luar perisai itu


Dari luar hanya terlihat, Tia berusaha kabur atau malah Tia berusaha untuk menyelamatkan sosok laki-laki itu tidak ada yang tau. Tetapi yang pasti kini hanya terlihat Tia berusaha keras untuk menghancurkan perisai transparan itu dengan air mata yang membasahi wajahnya, walaupun begitu tentu saja mana mungkin perisai yang gunanya untuk melindungi itu mampu untuk dihancurkan dengan tangan yang kosong.


"Gadis yang kelihatan menderita itu semakin bagus, karena bagaimanapun juga raja kita memang menginginkan para dewa itu kesal dan marah," ucap sosok gadis yang menggunakan gaun yang sangat seksi menatap dengan tatapan merendahkan sambil berjalan ke arah Tia


Sosok gadis yang menggunakan pakaian yang begitu seksi itu berjalan ke depan perisai transparan dan hanya satu kali sentuhan perisai itu hancur dan menghilang, Tia yang telah melihat perisai itu hancur di depan matanya dengan cepat berusaha berlari ke arah Lucas, tetapi sebelum dia bersiap untuk lari dia di buat tertidur tiba-tiba.


Setelah para iblis telah mendapatkan yang mereka inginkan, mereka langsung pergi dengan teleportasi membawa Tia. Setelah para iblis pergi, ruangan aula pesta dansa yang awalnya sangat indah dan rapi menjadi ruangan hancur berantakan dan mengerikan karena bertebaran mayat di seluruh lantai aula pesta.

__ADS_1


Di sisi lain di dalam sebuah bangunan besar dengan warna emas dan coklat yang berpadu, jam besar dengan lonceng di atasnya serta penjaga yang menjaga pintu berbentuk angka-angka yang mirip dengan tulisan di jam besar di atas bangunan, terdapat rak-rak besar bergerak dan berpindah searah dengan jarum jam dan beberapa buku dan gulungan kertas juga beterbangan seperti ada sihir yang menggerakkannya.


Terlihat ada sesosok laki-laki dengan rambut panjang terikat dengan pita dan berkacamata Monocle duduk kursi dengan di depan meja dengan tumpukan kertas dengan sangat sibuk.


"Guru, ada dokumen baru yang di berikan oleh aula pertemuan dan kaisar dewa," ucap laki-laki berambut hitam panjang yang membawa tumpukan kertas sambil berjalan ke arah meja-meja yang berada di kiri dan kanan yang telah penuh dengan kertas


"Guru, bisakah guru tidak menatap aku dengan tatapan yang begitu mengatakan kalau guru sedang muak dengan semua kertas ini dan jangan menumpukkan kepadaku," ucap laki-laki berambut hitam panjang dengan tatapan dingin


"Fu Xiang, ini juga karena salahmu yang sembarang terjebak dekat dengan murid dari penasehat sang kaisar dewa, jika tidak aku pasti saat ini sedang minum teh dengan santai,"


"Tetapi, karena dia ingin aku ikut campur kepada takdir manusia yang sangat tragis atau menyedihkan saat ini semua rak buku dan buku-buku itu harus di atur dengan lebih teliti lagi," ucap sosok laki-laki dengan rambut panjang terikat kepada sosok anak yang lebih muda di depannya sedang meletakkan setumpuk kertas


"Jika manusia-manusia inginkan adalah kebahagiaan tanpa ingin menderita maka bukankah sama saja dengan para iblis yang tidak pernah puas dengan kebahagiaan?"


"Adikku yang mengincar hal itu juga akhirnya berakhir kematian pada akhirnya, oleh karena itu seharusnya dia tau jika manusia tidak boleh diberikan selalu keindahan," ucap lagi sosok laki-laki dengan rambut panjang terikat dengan senyuman tipis ke arah sebuah buku yang memilki roda-roda gerigi jam yang telah berhenti bergerak dan dengan benang hitam yang putus


"Suasana jadi suram, jika kita berdua terus membahas masa lalu ini,"


"Tidak perlu merasa bersalah lagipula memang sudah tugasku yang tidak memiliki takdir untuk untuk mengatur takdir dan mimpi seseorang,"


"Kamu juga tau alasanku mengangkat dirimu sebagai muridku, karena kamu adalah salah satu orang yang tidak memiliki nasib yang di tentukan di dalam buku perpustakaan yang di wariskan ini secara turun-temurun setiap tubuh ratus ribu tahun sekali,"


"Jadi tugas kita hanyalah membimbing kembali dan mengawasi," ucap laki-laki itu dengan helaan nafas dan mulai menulis lagi dengan pena bulunya

__ADS_1


"Teng... Teng... Teng..."


"Tik... Tik... Tik.."


Suara lonceng jam dan suara roda-roda jam yang berputar terdengar begitu nyaring di telinga seorang gadis yang berjalan di kegelapan tanpa ujung.


"Ini ada dimana? Aku ingat kalau aku tadi ingin menghampiri Lucas setelah perisai itu menghilang,"


"Tetapi kenapa tempat ini gelap gulita sekarang," gumam Tia yang terus berjalan tanpa arah hingga akhirnya dia menemukan secercah cahaya terang


Tia akhirnya membuka mata dan melihat sekeliling yang tampak berbeda, tetapi tidak asing sama sekali untuk dirinya tempat yang saat ini dia tempati sebuah ruangan dengan bergaya modern dan minimalis.


"Apakah itu hanya mimpi?"


"Ah... Kepalaku sakit sepertinya aku mabuk dan ketiduran kemudian aku bermimpi menjadi antagonis di dalam novel," Gumam Tia yang berusaha bangkit dari sofa dengan kepala yang rasanya berputar-putar


Tia dengan cepat berusaha menenangkan dirinya dengan mandi dan minum obat untuk merendahkan sakit kepalanya kemudian berbaring di atas tempat tidurnya, karena hari ini adalah hari liburnya.


"Apakah benar kalau itu adalah mimpi yang panjang? Tapi haruskah aku pergi membuktikan seperti yang berada di dalam mimpi?"


Tia mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan akan berkunjung kepada tunangan yang dia cintai, tetapi laki-laki itu membalas kalau dia sedang sibuk dan tidak bisa bertemu.


"Bagaimana bisa dia sibuk di saat hari libur seperti ini? Bukankah perusahaannya terlalu berlebihan membuatnya lembur di kantor?"

__ADS_1


"Mungkin aku pergi membawakan dia makan siang, supaya dia bisa setidaknya makan dengan benar,"


Rejects The Prince And Becomes The Aide's Fiancé


__ADS_2