Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé

Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé
Bab 12 Jam Saku


__ADS_3

"Kenapa kamu keberatan tuan Lucas?"


"Nona ini saja dengan sukarela merasa tidak keberatan dengan ini," ucap sosok gadis berambut perak dan bermata itu dengan mengerutkan kening kebingungan ke arah Lucas


"Itu karena dia adalah tunanganku dan aku tidak ingin jauh dengannya, karena bagaimanapun kami adalah pasangan yang akan menikah," ucap Lucas dengan dingin sambil menahan tangan Tia untuk bangkit atau pergi jauh dari dirinya


Tia yang berada di tengah-tengah kedua orang itu hanya bisa diam tidak bicara, karena dia bingung apa yang harus di lakukan olehnya untuk menenangkan situasi yang terjadi di antara keduanya terutama kepada Lucas yang ekspresinya tiba-tiba berubah menjadi dingin ke arah gadis berambut perak dan bermata merah itu.


"Bagaimana bersikap seperti itu kepadaku? Padahal aku telah berbicara sopan dengan pemilik kursi, tapi kamu malah melarang aku duduk di sana," ucap sosok gadis berambut perak dengan suara yang lantang dan mata yang berkaca-kaca akan mulai menangis


Semua orang yang berada di bawah panggung aula langsung menatap ke arah atas sana, karena mendengarkan suara serak yang cukup lantang sosok gadis berambut perak yang akan mulai menangis. Semua orang mulai berbisik-bisik pelan seolah-olah Tia melakukan hal itu dengan sengaja untuk membuat anak kesayangan dewa menangis. Karena tidak ada satupun ucapan positif dari orang-orang maka Tia mau tidak mau merelakan kursinya untuk gadis itu.


"Silahkan duduk saja di kursimu,"


"Karena bagaimanapun kamu adalah tamu penting kerajaan jadi aku tidak bisa bertindak tidak sopan," ucap Tia dengan senyuman lembut dan menggenggam erat gaunnya


Tia merasa dia tidak melakukan sesuatu yang jahat, tetapi dia heran kenapa orang-orang menganggap dia berbuat hal-hal yang jahat hanya karena gadis itu akan menangis. Dia menjadi merasa kalau bahkan dewa memberikan dia reinkarnasi, saat ini para dewa hanya menganggap kalau Tia adalah boneka tertawaan yang patut untuk di perlihatkan penderitaannya.


"Kenapa kamu berdiri terus seperti patung? Akan membuat orang-orang nanti tidak bisa melihat ke bawah aula," ucap Lucas yang menarik tangan Tia langsung ke dalam pelukannya

__ADS_1


Tia yang tidak tau apa-apa dan tiba-tiba berada di dalam pelukan Lucas hanya bisa berusaha melepaskan diri dari Lucas, karena saat ini mereka sedang di tempat dimana banyak orang yang menatap mereka berdua dari segala sisi.


"Duduklah di pangkuanku dan jangan seperti kucing kecil yang kabur setelah mencuri sesuatu," ucap Lucas yang sambil mengelus-elus kepala Tia yang membuat Tia langsung terdiam dengan cemberut


Semua orang yang berada di bawah sana kembali membuat sebuah gosip lagi mengenai keromantisan dan perhatiannya seorang pegawai negeri istana kerajaan dengan tunangannya yang saat ini hanyalah seorang rakyat biasa. Pusat perhatian yang awalnya kepada sosok gadis yang dikatakan sebagai anak kesayangan para dewa kini malah beralih perhatian ke arah sosok laki-laki yang berusaha memanjakan tunangan kesayangannya.


Tia sekilas menoleh ke arah sosok gadis berambut perak itu terlihat senyuman yang tidak terlihat senang dengan Tia, tetapi sesaat kemudian senyum itu menghilang hingga Tia merasa mungkin itu hanya perasaannya saja yang berlebihan.


"Duta besar dari kerajaan timur dan kepala menara penyihir di Utara memasuki ruangan aula," ucap salah seorang penjaga pintu dengan lantang sambil membukakan pintu besar yang berlapiskan ukiran-ukiran indah


Semua orang yang berada di dalam ruangan yang awalnya memenuhi ruangan tengah aula langsung dengan cepat ke sisi aula untuk membuka jalan dan tidak lama kemudian setelah pintu terbuka, terlihat sosok laki-laki berambut hitam panjang, berpakaian timur dengan motif relung awan dan bambu-bambu di pakaiannya bersama dengan seorang laki-laki yang berpakaian barat layaknya seperti bangsawan pada umumnya dengan jubah hitam dan sebuah tongkat panjang sebagai tumpuannya saat berjalan memasuki ruangan itu.


'Kedua laki-laki itu sepertinya tidak asing, tetapi di mana aku pernah melihat keduanya,' ucap Tia di dalam hatinya menatap ke arah kedua orang yang berjalan di atas karpet merah


"Kesempatan yang di berikan oleh seseorang yang berbesar hati jangan sampai kamu buat menjadi benang yang kusut,"


"Karena tidak akan ada lagi mungkin kamu bisa hidup di dunia ini, jika kamu melakukan sesuatu yang ceroboh,"


"Sebagai hadiah dariku, jam saku ini aku berikan kepadamu," ucap sosok laki-laki jubah hitam dan tongkat panjang itu ke tangan Tia

__ADS_1


Sebuah jam saku yang terlihat terbuat dari emas dan beberapa permata di atasnya membuat Tia sesaat kagum dengan indahnya jam itu, tetapi tiba-tiba sosok gadis yang berada di sebelahnya mengambil barang yang berada di tangan milik Tia tanpa ada sopan santun.


"Ini pasti untuk aku bukan? Hingga membuat para tamu penting kebingungan mana sosok utusan dewa," ucap sosok gadis berambut perak itu memegangi jam saku yang di ambil secara paksa dari Tia dengan percaya diri


"Aku sama sekali tidak salah memberikan kepada orang jam saku itu,"


"Memang sejak awal aku ingin menyerahkan kepada gadis yang berambut coklat ini, jadi tolong kembalikan dan jangan bersikap kekanak-kanakan jika kamu seorang wakil dari para dewa," ucap sosok laki-laki jubah hitam itu dengan tatapan dingin ke arah sosok gadis berambut perak itu


Gadis berambut perak itu tiba-tiba berkaca-kaca dan mulai menangis mengembalikan barang itu kepada Tia yang langsung membuat semua orang di bawah yang melihat itu mulai berbicara buruk mengenai pemimpin kepala menara sihir membuat seorang gadis menangis.


"Maafkan aku, aku hanya berpikir kalau itu diberikan kepadaku," ucap sosok gadis berambut perak itu sambil terisak-isak memberikan jam saku itu kembali kepada Tia


"Tunggu sebentar, bukankah terlalu berlebihan untuk seorang penyihir menara sihir berbicara seperti itu kepada seorang gadis utusan dewa?"


"Bagaimana jika pada dewa mengutuk negeri ini karena membuat gadis kesayangan para dewa menangis?" ucap sosok laki-laki berambut emas itu dengan cepat memeluk gadis berambut perak itu seolah-olah tidak tahan melihat air mata yang mengalir dari gadis itu


"Apakah kalian yakin yang kalian lakukan untuk negeri ini? Bukan untuk keuntungan kalian sendiri?"


"Jarum-jarum jam terus maju tidak akan bisa bergerak mundur, jangan sampai ucapan kalian membuat penyesalan,"

__ADS_1


'Apa yang di bicarakan oleh laki-laki ini sebenarnya? Dan kenapa dia ingin memberikan aku jam saku? Apakah ada sesuatu di balik semua ini?'


Rejects The Prince And Becomes The Aide's Fiancé


__ADS_2