
"Tapi sayangnya calon istriku telah membuatkan aku lebih baik dari ini,"
"Jadi nona Saint berikan saja sapu tangan itu kepada orang lain, saya yakin ada yang akan menerimanya," ucap Lucas tanpa berpikir panjang maupun menyentuh hadiah yang ada di depannya
Tia yang awalnya hatinya merasa sakit, tiba-tiba tercengang mendengarkan cara Lucas yang menolak begitu blak-blakan tanpa memikirkan perasaan orang yang mendengarkan ucapannya di depan banyak bangsawan dan tamu yang berada di satu tenda yang sama dengan mereka. Gadis berambut perak yang dikatakan adalah anak kesayangan dewa itu menatap dengan tatapan yang kecewa dan berkaca-kaca karena Lucas menolak barang buatan tangannya dengan alasan kalau dia sudah memiliki yang lebih baik. Beberapa bangsawan dan tamu yang melihat Lucas membuat seorang gadis akan menangis langsung berjalan hingga berada di depan gadis itu.
"Tuan Lucas, bagaimana bisa kamu yang hanya seorang asisten pribadi putra mahkota bisa bersikap seenaknya seperti ini kepada seorang gadis yang dengan baik-baik datang memberikan dirimu sapu tangan buatan tangannya?"
"Apakah kamu benar-benar tidak bisa menerima yang telah susah payah dia buat untuk kamu? Lihat tangannya banyak sekali luka-luka yang pastinya habis tertusuk oleh jarum,"
"Kalau aku berada di posisi tuan Lucas, aku pasti akan senang menerima barang pemberian dan buatan tangan milik nona Saint, karena itu adalah buatan yang sangat tulus di buat,"
Ucap beberapa orang yang berdiri di depan gadis berambut perak itu dengan marah dan tidak senang kepada Lucas yang bersikap seenaknya dengan kepada gadis itu, tetapi anehnya walaupun mereka marah tatapan yang di tunjukkan oleh orang-orang yang berdiri di depan gadis itu kosong tidak bernyawa seperti boneka.
Tia dan Lucas yang melihat itu hanya diam tidak berbicara, karena mereka berdua tidak mengetahui apa yang terjadi dan apa kemungkinan yang terjadi jika mereka berusaha untuk melakukan sesuatu kepada orang-orang itu.
"Wah... Wah..."
__ADS_1
"Ribut di acara yang begitu sakral itu akan terkena sial untuk diri kalian sendiri loh," ucap sesosok laki-laki berambut hitam panjang dengan pakaian timur bermotif relung awan dan kedua tangan terlipat menatap ke arah kerumunan orang yang ada di depannya
'Bukankah laki-laki itu adalah dewa yang pada saat itu? Kenapa dia ada di sini?' ucap Tia di dalam hatinya menatap sosok laki-laki itu dengan tatapan yang melebar karena wajah yang tidak asing terlihat
"Siapa kamu anak muda ikut campur dalam urusan kerajaan orang lain? Hanya seorang duta perwakilan timur saja sombong," ucap salah seorang laki-laki paruh baya dengan tatapan kosong tapi dengan nada yang tajam dalam berbicara
"Karena aku masih muda, oleh karena itu aku pergi ke berbagai negeri hanya untuk belajar, supaya setidaknya aku bisa berbicara dengan sopan bukan dengan teriak-teriak seperti yang kalian lakukan," ucap sosok laki-laki itu dengan terkekeh menatap laki-laki paruh baya yang ada di depannya
Laki-laki paruh baya itu seketika tersinggung dengan ucapan yang di ucapkan oleh laki-laki berambut panjang hitam tanpa pikir panjang melayangkan tangannya ke arah laki-laki berambut hitam itu, tetapi itu langsung di tahan dengan kipas tangan laki-laki tersebut dengan seringainya. Tidak terima layangan tangannya di tangkis, laki-laki paruh baya itu menggunakan tangannya yang lain untuk melakukan hal yang sama, tetapi kali ini di tangkis menggunakan tangan langsung.
"Pikiran yang di selimuti oleh emosi itu tidak baik untuk kesehatan,"
"Melihat orang yang begitu tunduk mungkin hal yang sangat menyenangkan, karena artinya kamu memiliki kekuasaan untuk mengontrol pikiran seseorang sesuai dengan keinginanmu, tetapi semuanya itu ada bayarannya," ucap sosok laki-laki berambut hitam panjang menoleh sesaat ke arah anak kesayangan dewa dengan senyuman yang seolah-olah tau sesuatu
Setelah mengucapkan kata itu, laki-laki itu berjalan ke kursi kosong yang jaraknya tidak jauh dari Tia, di saat yang bersamaan semua orang yang tadinya berkumpul di depan Tia dan Lucas tiba-tiba keheranan kenapa mereka bisa berkumpul di depan Tia dan Lucas? Dan apa yang baru saja mereka lakukan semuanya tidak bisa di ingat oleh mereka, seakan-akan mereka baru saja melakukan tidur berjalan mata terbuka.
Lucas yang melihat orang-orang berkumpul di depannya, telah kembali sadar setelah laki-laki berambut hitam panjang lewat membuatnya langsung menatap menyidik, curiga dan waspada kepada sosok laki-laki yang identitasnya tidak dia kenali itu, sedangkan sosok laki-laki berambut hitam panjang itu hanya tersenyum ke arah Lucas saat matanya bertemu.
__ADS_1
'Aneh, kenapa tiba-tiba sihirnya tidak bekerja? Seharusnya sihir itu tetap akan ada selama mereka masih berada di dekatku,'
'Apa yang sebenarnya terjadi?' ucap sosok gadis berambut perak itu dengan kening yang berkerut di dalam hatinya
"Jadi nona Saint, apakah ada yang masih ingin anda sampaikan? Jika tidak tolong jangan menghalangi pandangan orang-orang yang duduk kursi mereka juga ingin melihat pemandangan hutan yang hijau di sekitaran," ucap Lucas dengan tatapan dingin
"Ah... Baiklah kalau begitu," ucap gadis berambut perak itu dengan senyuman yang kaku dan pergi meninggalkan tenda Tia dan Lucas
Di sisi lain Melody di tengah hutan sedang melakukan perburuan bersama Aly sang asisten pribadi Duke. Keduanya telah melakukan perburuan selama dua jam sejak acara pembukaan festival telah selesai, tetapi sepanjang jalan yang mereka lalui, mereka tidak melihat ada satupun hewan yang berkeliaran siap untuk di jadikan target perburuan.
"Apakah monster di hutan sini telah punah hingga tidak terlihat satupun dari mereka yang muncul?"
"Apakah lokasi yang kita tuju untuk festival ini salah? Apakah mereka tidak minat lagi tinggal di sini karena rumor festival perburuan akan terjadi hingga jauh-jauh hari mereka pindah?" gumam Melody dengan segudang pertanyaannya kepada sosok Aly yang berada di sebelah gadis itu
Aly yang mendengarkan ucapan dari Melody hanya menganggukkan kepala dan menggeleng-geleng kepala tidak paham dengan apa yang sedang di pikirkan oleh gadis yang ada di sebelahnya saat ini. Tetapi yang pasti dia sangat menikmati waktu berduaan di saat para kesatria mereka mengambil jalan yang berbeda darinya.
'Kalau saja dewa waktu itu ada, aku ingin sekali waktu ini berhenti sesaat,'
__ADS_1
'Karena rasanya sangat menenangkan bisa berdua,'
Rejects The Prince And Becomes The Aide's Fiancé