Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé

Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé
Bab 15 Berselingkuh??


__ADS_3

"Nona, maaf tapi di perusahaan ini tidak ada pernah ada satu pun karyawan yang lembur,"


"Mungkin saja nona salah alamat," ucap salah seorang satpam yang bertugas berjaga gedung besar itu kepada gadis yang datang dengan tas jinjing di tangannya


"Baiklah terima kasih telah memberi tau," ucap gadis itu dengan senyuman kemudian menunduk hormat kepada sosok laki-laki yang berjaga


Gadis itu merasa tidak mungkin dia salah perusaahan, karena bagaimanapun dia sudah beberapa kali datang ke tempat ini saat tunangannya di terima bekerja di tempat itu. Perasaan yang begitu mengganjal di dalam hati sang gadis itu membuat gadis itu langsung pergi ke sebuah bangunan tinggi yang jaraknya tidak jauh dari kantor tempat tunangannya bekerja.


Tidak sampai seperempat jam gadis itu telah sampai di pintu sang tunangan, ketika dia mengetuk tidak ada jawaban sama sekali dia memutuskan untuk memasukkan kode pin pintu rumah yang di berikan oleh tunangannya ketika dia ingin berkunjung. Ketika gadis itu berjalan masuk betapa terkejutnya terdengar suara seorang gadis yang dia kenali di dalam kamar milik sang tunangan, di saat yang sama semua pemikiran tiba-tiba muncul di kepalanya tentang tunangannya dan sosok gadis yang suaranya terdengar tidak asing untuknya.


"Apakah kamu tidak benar-benar ingin menemui Tia? Dia pasti saat ini sedang menunggu kamu datang,"


"Bagaimanapun juga kalian akan menikah bukan?" ucap seorang gadis yang berada di balik pintu itu


"Aku sama sekali tidak benar-benar mencintainya, dia hanyalah sosok gadis cantik yang pantas di jadikan sebagai sebuah boneka pajangan saja, ketika aku bosan aku tinggal membuangnya,"


"Tetapi karena orang tuaku yang sangat setuju dengan gadis itu untuk di nikahi maka aku tidak punya pilihan lagi,"


"Dibandingkan itu, kamu bahkan lebih cantik dan seksi daripada dia, jadi aku pikir lebih baik bersama denganmu," ucap sesosok laki-laki yang terdengar sangat mirip suaranya dengan tunangannya

__ADS_1


Gadis itu yang di penuhi pemikiran buruk dan sangat penasaran dengan siapa sosok di balik pintu itu, perlahan-lahan membuka pintu walaupun tubuhnya gemetaran, sesak dan merasa tercekik di lehernya.


"Kriett..."


Pintu itu terbuka dan sosok gadis itu membelalakkan mata tidak percaya kepada sosok sahabat yang dia percaya dan tunangannya berada di atas kasur yang sama tanpa menggunakan sehelai kain, tubuh Tia langsung lemas dan terduduk di atas lantai dengan air mata yang terus mengalir dan membasahi pipinya menggeleng-geleng tidak percaya kepada sosok laki-laki yang dia cintai dan sahabat yang sangat dia percaya mengkhianati dirinya.


"Apakah selama ini kalian berdua selalu seperti ini di belakangku? Apakah hatiku bisa kamu permainkan ketika aku telah memikirkan dengan serius pernikahan ini?"


"Kamu seorang laki-laki yang harusnya aku tau tidak pantas untuk aku perjuangkan," teriak gadis itu dengan suara yang serak dan air mata yang terus mengalir walaupun dia tidak ingin menangis di depan kedua orang yang telah mengkhianatinya dari belakang


"Aku bisa jelaskan semua ini Tia, ini adalah salah paham,"


"Aku mencintaimu mana mungkin aku mengkhianati dirimu dengan berselingkuh seperti ini?" ucap sosok laki-laki itu yang berjalan menghampiri gadis itu dan memeluknya


Tunangannya yang masih tidak puas dengan gadis yang tidak mempercayai ucapannya, secepat mungkin berpakaian dan mulai mengejar Tia di saat yang sama Tia yang berniat untuk menggunakan lift pergi dari tempat itu awalnya, menjadi tidak tenang lagi, ketika dia melihat sosok laki-laki itu mengejar dirinya dan berteriak akan memberikan penjelasan kepada Tia.


Tia yang tidak mau tentu saja langsung meninggalkan lift yang dia tunggu dan berlari ke arah tangga darurat, supaya dia cepat menghindari sosok laki-laki itu, tetapi di sana tanpa sengaja keseimbangannya hilang hingga akhirnya kepalanya terbentur dengan tangga bersamaan darah merah yang mengalir membasahi tangga.


"Apakah benar ini mimpi? Kenapa begitu detail kejadian yang sama terjadi? Kalau ini nyata kemudian yang di mimpiku yang lain apa?" gumam Tia yang perlahan-lahan pandangannya menjadi gelap dan nafasnya kian melemah hingga akhirnya dia menutup mata untuk selama-lamanya

__ADS_1


Tia kini kembali di tempat yang gelap tanpa cahaya, walaupun begitu dia terus berjalan hingga akhirnya dia melihat cahaya berwarna merah muda dengan kelopak bunga berterbangan menuju ke arahnya. Terlihat sesosok laki-laki berambut hitam panjang di ikat dengan ekor kuda dan pakaian gaya timur polos serba merah berdiri di bawah pohon dengan senyuman yang terlihat begitu menawan, hingga Tia terdiam menghentikan langkah kakinya sambil menatap tidak berkedip menatap sosok laki-laki yang begitu misterius di sana.


Laki-laki yang berdiam di pohon itu tiba-tiba berjalan ke arah Tia yang membuat Tia berjalan mundur beberapa langkah ke belakang, karena dia merasa aneh dengan sosok laki-laki itu.


"Aku tidak menyangka kalau seorang gadis kesayangan dewa benar-benar memiliki ingatan yang begitu manis dan aneh,"


"Karena berulang kali di buat menderita, apakah kamu benar-benar anak kesayangan para dewa? Bukan anak pembawa bencana dan penderitaan?" ucap sosok laki-laki itu dengan seringai menggoda ke arah Tia yang jaraknya hanya beberapa centimeter namun tinggi yang jauh terlihat berbeda


"Kamu siapa? Dan apa tujuanmu membicarakan tentang kehidupan orang lain? Apakah kamu merasa kalau kehidupan dirimu lebih baik tanpa ada penderitaan? Itu semua omong kosong jika benar adanya kamu tidak pernah menderita,"


"Karena semuanya pada akhirnya akan berada pada kematian tidak peduli kaya atau miskin, suci atau buruk, sakit atau sehat dan baik atau jahat itu tidak akan merubah apapun di akhirnya," ucap Tia dengan tatapan yang dingin dan kesal karena laki-laki ini ada di depannya adalah tidak dia kenali dan bisa-bisanya sosok laki-laki itu tersenyum dengan santai tanpa ada masalah sama sekali


Sosok laki-laki dengan rambut ikat ekor kuda itu tertawa melihat ekspresi serius dan ucapan dari Tia yang begitu tidak terduga. Sedangkan Tia menatap dengan tatapan yang kesal dan jengkel dengan sosok laki-laki yang berwajah tampan, tapi tingkahnya sangat aneh, karena tidak membalas ucapannya sama sekali.


"Kamu memang gadis yang menarik,"


"Padahal orang-orang mengatakan kalau aku sangat mengerikan, karena bisa masuk mimpi orang-orang dan tertawa karena penderitaan yang orang itu alami,"


"Tetapi kamu malah memberikan ucapan yang tidak terduga untuk aku dengar,"

__ADS_1


"Jika kamu menjadi anak kesayangan dewa, bagaimana jadi anak kesayangan iblis juga?"


Rejects The Prince And Becomes The Aide's Fiancé


__ADS_2