Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé

Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé
Bab 32 Hujan Yang Menangis Berduka


__ADS_3

"Tinggal bersamamu? Apakah aku terlihat seperti perempuan murahan di matamu hanya karena aku adalah seorang rakyat biasa sekarang bukan berarti aku ingin dengan iblis sepertimu,"


"Aku bukan orang yang tertarik dengan kekuasaan dan harta, bahkan jika dirimu adalah raja iblis aku tidak akan sudi untuk tinggal bersamamu," ucap Tia dengan lantang dan kening yang berkerut ke arah sosok laki-laki yang terlihat sangat angkuh di depannya


Sosok laki-laki berambut hitam yang duduk di depannya tertawa lepas dan tatapan yang begitu lembut, setelah melihat Tia begitu keras menolak dirinya yang sangat berkuasa di dunia bawah bahkan banyak manusia yang sangat mengagung-agungkan dirinya, karena bisa mendapatkan yang orang-orang inginkan hanya dengan menggunakan cara yang instan, walaupun dengan pengorbanan yang sangat keji dan hina kepada sesama manusia. Sosok laki-laki itu kemudian beranjak dari kursinya dan mengangkat dagu milik Tia supaya mendongak dan tatapan mereka berdua bisa saling bertemu, Tia yang merasa tidak senang dengan perilaku tidak sopan dan semena-mena ini menggunakan tangannya untuk menepis tangan yang mengangkat dagunya itu, tetapi laki-laki itu langsung menahan tangan milik Tia menggunakan tangannya satu lagi.


Sosok laki-laki itu memperhatikan dengan baik ekspresi tidak senang dan benci dari Tia yang di tunjukkan begitu jelas kepada dirinya sampai Tia menggigit bibirnya sendiri hingga terluka karena sangat membencinya, kemudian menoleh ke arah layar besar di sebelah mereka berdua dan menoleh lagi ke arah Tia.


"Kalau di lihat-lihat kamu memang tidak seperti tupai ya, mungkin kamu mirip kucing liar yang sangat sensitif melihat seseorang,"


"Apakah kamu benar-benar tidak ingin tinggal bersamaku? Kamu serius? Aku ini adalah raja iblis Rollo yang sangat diagung-agungkan dan di puja-puja oleh sebagian manusia di dunia ini,"


"Bahkan aku memiliki kuilku sendiri sebagai tempat pemujaan, dibandingkan dengan para dewa yang hanya bisa mendengarkan doa seseorang tetapi tidak bisa mengabulkan keinginan yang kamu inginkan bukankah lebih baik kamu bersamaku menjadi utusan iblis,"


"Tidak akan merugikan loh jadi milikku langsung," ucap sang raja iblis dengan seringai sambil melepaskan tangan milik Tia yang satunya di pegang olehnya karena ingin menepisnya


Setelah dia melepaskan tangan Tia yang itu dengan tangannya yang berada di dagu Tia kini bukan di turunkan melainkan beranjak turun ke bawah lehernya hingga membuat Tia merasakan tangan dingin kuku panjang yang akan bersiap kapan saja untuk membuatnya mati kapan saja.

__ADS_1


"Tik.. Tik... Tik..."


"Krek... Krek.. Krek.."


Tiba-tiba terdengar suara jam berdetik, roda gigi jam bergerak dan air yang telah menggenang kedua kaki mereka berdua hingga ke mata kaki. Sosok raja iblis yang tadi ingin melanjutkan sentuhan itu langsung terhenti karena dia sadar kalau dia saat ini sudah ada orang yang ikut campur masuk ke dalam alam bawah sadar milik Tia.


"Sepertinya kali ini sudah cukup kita bertemu,"


"Karena, dewamu tersayang sangat menyayangi dirimu hingga khawatir kalau kamu nantinya lecet jika bersamaku," ucap sosok raja iblis yang pergi menghilang menyatu dengan kegelapan yang ada di sekitar


Tia yang di tinggalkan sendirian di tempat itu, kemudian menoleh ke arah layar lebar itu terlihat sosok laki-laki berambut hitam panjang dengan pakaian bergaya khas relung awan, menggunakan kipasnya untuk bertarung melawan ular berkepala tujuh sendirian, karena Lucas tidak sadarkan diri dipukul oleh sosok laki-laki berambut hitam panjang itu hanya dengan menggunakan kipas itu ketujuh kepala ular itu langsung terpotong dan berjatuhan di tanah.


"Kamu bahkan sampai membunuh ular-ular yang sudah sejak lama aku besarkan sendirian," ucap sosok perempuan berambut hijau itu dengan mengerutkan kening dan menatap dengan marah menunjuk-nunjuk ke arah sosok laki-laki yang tidak peduli sama sekali kepada ocehan yang dilakukan oleh perempuan itu


"Sayang sekali aku tidak peduli dengan para iblis yang mencoba merusak benang yang sudah lurus dan tidak terikat acak-acakan,"


"Dan dari dulu aku sangat tidak suka dengan iblis yang bersikap seolah-olah adalah seorang dewa yang pengasih," ucap sosok laki-laki berambut hitam panjang itu yang kemudian langsung menebas kepala milik perempuan berambut hijau dengan satu kali lemparan kipas tangan tanpa memiliki waktu untuk menghindar atau menjauh dari kipas itu

__ADS_1


"Sangat di sayangkan ketika manusia memilih jalan pintas untuk mencapai sesuatu dengan menggunakan orang lain sebagai pijakan penderitaannya,"


"Padahal dia memiliki potensi yang besar untuk menjadi seorang dewa, jika dia menerima semua sakit dari penderitaan yang diberikan," gumam sosok laki-laki berambut hitam panjang itu sambil mengeluarkan sebuah kertas yang di tulis dengan aksara timur yang tiba-tiba membuat layar yang Tia lihat langsung menghilang


Di saat yang sama di tenda tempat festival berlangsung, Melody dan Aly berhasil membuat kedua iblis kabur dalam keadaan terluka, di saat itulah festival perburuan ini selesai. Selesainya festival itu bersamaan dengan hujan yang turun seolah-olah menangis berduka atas kepergian dari orang-orang yang tewas dari pembantaian ibis dan beberapa monster tingkat tinggi, karena jumlah dari pembantaian itu tidaklah main-main hingga mencapai tiga ratus orang dari lima ratus orang yang hadir di dalam festival tradisi itu.


Dua hari kemudian setelah itu, orang-orang yang meninggal dunia dimakamkan ke makam pahlawan kerajaannya masing-masing kerajaan perwakilan yang ikut dalam pertarungan dengan iblis dan monster tingkat tinggi itu hingga nyawa mereka yang menjadi pertaruhan ini. Tia dan Lucas yang tidak sadarkan diri di anggap sebagai pahlawan, karena berhasil membunuh seorang iblis tingkat tinggi hingga mereka berdua dalam kondisi yang sangat buruk. Walaupun pada kenyataannya keduanya sama sekali tidak berhasil membunuh iblis itu, tetapi tidak ada bukti lain orang yang ikut campur dalam pertarungan itu hingga mereka berdualah yang di percaya. Sedangkan Melody dan Aly di anugerahi mendali penghargaan atas keberanian mereka yang bertarung hingga berada dalam kondisi luka yang sangat parah oleh raja atas permintaan putra mahkota kerajaan.


Di saat yang bersamaan itu juga semua rakyat kerajaan maupun seluruh dunia yang mengirimkan perwakilan mereka ke dalam festival mendengarkan berita duka tentang orang-orang yang berjuang, langsung menggunakan pakaian hitam berduka selama tujuh hari dan mengirimkan bunga-bunga ke depan pintu gerbang makam pahlawan hingga terlihat seperti taman bunga di depan pintu gerbang makam itu. Sedangkan di sebuah kamar istana kerajaan terlihat sosok laki-laki paruh baya dengan air mata yang menetes dan suara yang serak memandangi gadis yang terbaring di atas tempat tidur.


"Tia, kamu gadis yang hebat,"


"Maaf jika aku hanya bisa berbicara seperti ini di saat kamu tertidur panjang belum tau kapan akan bangun,"


"Karena aku takut kalau kamu akan menatapku dengan tatapan yang benci,"


"Cepatlah sembuh ya Tia,"

__ADS_1


Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé


__ADS_2