Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé

Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé
Bab 27 Sapu Tangan


__ADS_3

"Baiklah, karena semuanya telah berada di sini,"


"Mari kita mulai rapatnya," ucap Melody sambil membunyikan lonceng tangan


Setelah lonceng itu di bunyikan sebanyak tiga, kali tiba-tiba saja seluruh ruangan berubah menjadi taman dengan mawar putih yang sedang di warnai menjadi merah oleh para kartu di taman bersamaan dengan teh dan kue yang melayang-melayang ke arah meja mereka yang melingkar. Tidak lama kemudian manusia bertelinga dan berekor serigala datang berdiri di belakang Melody dengan tatapan tajam memandangi sosok kiri, kanan dan depan Melody supaya tidak ada yang berani melakukan macam-macam kepada dia. Semua orang kecuali Lucas dan Aly tidak lagi heran dengan tempat ruang yang di miliki oleh Melody, karena sejak kecil mereka telah beberapa kali menunjukkan ruangan sihir yang masing-masing mereka miliki.


"Sungguh tidak di sangka sihir ruang milik seorang putri keluarga Chevalier yang terkenal kejam bisa-bisanya memiliki tempat yang cantik seperti ini,"


"Tapi tetap saja sikap dan makhluk-makhluk di ruangan ini sama sekali tidak ada imut-imutnya," ucap sosok laki-laki berambut ungu sambil mencium aroma dari cangkir teh


Melody yang mendengarkan komentar yang keluar dari mulut laki-laki berambut ungu yang ada di depannya langsung membuat tensinya naik dan memberikan isyarat kepada bawahan yang ada di belakangnya untuk memukul laki-laki itu. Tidak seorangpun yang menolong laki-laki berambut ungu itu dari karmanya yang membuat Melody emosi hingga beberapa jam kemudian barulah mereka memulai topik pembicaraan yang serius.


"Sebelum aku datang ke mansion Chevalier, burung milikku memberikan informasi kepadaku kalau pelaku yang melakukan percobaan pembunuhan kepada putra mahkota telah mati di bunuh,"


"Kenapa aku mengatakan dia di bunuh? Itu semua karena sebelum masuk ke dalam sel penjara pelaku telah di periksa dari mulai tubuh sampai mulut untuk memastikan tidak ada lagi senjata atau racun yang di sembunyikan di dalam mulutnya ataupun kandungan racun yang akan mengancam nyawanya saat dia mengatakan pelakunya,"

__ADS_1


"Burungku memberi tau kepadaku kalau pelaku itu di tusuk di bagian dada kanan dua kali dan satu kali di dada kiri," ucap sosok laki-laki berambut ungu dengan tatapan yang serius


"Sebenarnya ada hal yang aneh juga dari pesta ulang tahun putra mahkota, seharusnya tidak mungkin ada orang yang bisa menyembuhkan racun yang menusuk anak kesayangan dewa dengan sihir pengobatan, karena racun itu berbeda dari penyakit,"


"Semua orang juga tau itu bukan? Tetapi bagaimana bisa seorang anak kesayangan dewa bisa sembuh seperti itu kecuali dia sendiri yang melakukannya dan para dokter bisa mengambil langkah yang lebih cepat dalam menghilangkan racun di dalam tubuhnya," ucap anak laki-laki berambut hitam itu sambil memandangi teh yang berada di dalam cangkir yang dia pegang dengan kedua tangannya


Semua masukan dari kedua orang itu membuat Aly dan Lucas berpikir dengan serius tentang siapa dalang yang berada di balik layar ini, apa yang sebenarnya dalang itu inginkan sampai saat ini menjadi pecahan puzzle untuk kedua orang yang telah bersumpah untuk melindungi kerajaan dan keadilan. Sedangkan Melody menatap dengan khawatir secara diam-diam kedua orang yang begitu gila dan serius mencari kebenaran hingga membuat setiap jalan menjadi genangan darah, dia merasa kalau setiap kali dia melihat keduanya keduanya selalu saja ada jarak yang sangat jauh.


Beberapa bulan kemudian pesta perburuan yang di muncul setiap tiga tahun sekali akhirnya di adakan kembali dengan wilayah keluarga kerajaan di barat sebagai tuan rumah dari acara yang di adakan kali ini. Tia dan Lucas yang sebagai seorang asisten pribadi putra mahkota tidak ikut dalam perburuan, hingga keduanya bisa menikmati waktu bersama di tenda yang telah di sediakan bersebelahan dengan tenda tempat para perempuan dari bangsawan dan berbagai negeri lain sebagai tamu.


"Yah ini memang pertama kalinya untukku, tapi aku pikir ini bukankah sama seperti pesta hanya saja? Hanya saja mereka memamerkan kekayaan dan kekuasaan yang mereka miliki," ucap Tia yang menatap ke sekitar bangsawan, duta penting dan pasukan kesatria yang ikut ke dalam festival perburuan dengan pasangan mereka yang memberikan berbagai pernak-pernik buatan tandan sebagai jimat pelindung saat mereka pergi ke dalam perburuan


Sudah menjadi sebuah tradisi yang tidak tertulis di setiap kerajaan di berbagai belahan dunia untuk memberikan sesuatu ke pasangannya saat berpergian jauh atau melakukan hal yang bahaya untuk mendukung keselamatan mereka dengan benda-benda dari buatan tangan yang katanya bisa di anggap sebagai berkat dewa yang akan melindungi mereka melalui ketulusan dan kasih sayang dari pasangannya. Tia sebenarnya telah belajar membuat sesuatu untuk Lucas dari beberapa sebelum surat itu tiba, tetapi karena dia sudah mengatakan tidak akan pergi ikut melakukan perburuan jadi Tia menyimpannya untuk dirinya sendiri hasil latihannya dalam membuat simpul Ruyi yang berasal dari timur di jadikan sebagai hiasan pedang atau hiasan di pakaian mereka.


"Kamu seperti biasa sangat berpikir jauh dan serius, walaupun jawabannya memang benar tetapi ini semua adalah ajang untuk membuat hati para pasangannya sangat bahagia,"

__ADS_1


"Karena cerita lama dahulu kala mengatakan kalau kamu mempersembahkan hasil buruan yang kamu lakukan untuk gadis yang kamu cintai maka sama artinya dengan kamu siap mengorbankan nyawamu untuk yang kamu cintai dengan bukti pengorbanan yang aku lakukan ini," ucap Lucas dengan senyuman lembut ke arah Tia yang menatap dengan begitu serius penjelasan yang di jelaskan oleh Lucas


"Terima kasih telah menceritakan kisah itu, aku tidak pernah tau kalau ada hal yang begitu indah di dalam maknanya festival ini di adakan," ucap Tia dengan mengangguk mengerti


Lucas yang melihat ekspresi wajah dari Tia begitu menggemaskan membuatnya langsung mengelus-elus kepala Tia, tetapi tiba-tiba saja datang seorang gadis berambut perak bermata merah seperti permata Ruby berdiri di depan Lucas dengan tangan yang penuh terlihat banyak luka yang di atas telapak tangan itu, sebuah sapu tangan yang di jahit sendiri.


"Tuan Lucas, aku membuat ini untuk di berikan kepada Anda, karena aku pikir pasti kamu akan mengikuti festival ini sebagai peserta tetapi sepertinya Anda tidak berpartisipasi,"


"Walaupun begitu bisakah anda tetap menerima saputangan yang aku buat dengan tanganku sendiri?" ucap gadis itu dengan tatapan yang penuh pengharapan kepada Lucas yang duduk di sofa panjang bersebelahan di dekat Tia


"Hadiah yang mengharukan,"


'Apakah Lucas akan menerima sapu tangan yang diberikan oleh anak kesayangan dewa?'


'Ini bukan urusanku, tetapi kenapa aku merasa kecewa?'

__ADS_1


Rejects The Prince And Becomes The Aide's Fiancé


__ADS_2