
"Melody seperti biasa wakilkan aku untuk ikut acaranya, kamu tau bukan kalau aku hanya seorang asisten putra mahkota yang lemah dan tidak berdaya,"
"Dan ayah tidak pernah tertarik untuk ikut berpartisipasi ke dalam acara seperti itu, dia hanya diam menonton," ucap Lucas dengan helaan nafas panjang dan memegangi kerutan yang berada di berada di dahinya
"Humm... Apa bayarannya kalau aku menggantikan kakak ikut ke dalam perburuan?" ucap Melody dengan senyuman licik ke arah yang lebih tua darinya
"Hah... Dasar tidak punya hati," gumam Lucas dengan tatapan mata yang menyipit ke arah sosok yang ada di depannya
Dari sini kedua bersaudara itu langsung memulai melakukan pembicaraan bisnis yang hanya bisa keduanya mengerti hingga akhirnya mereka menemukan satu kesepakatan setelah satu jam berdiskusi. Beberapa hari kemudian pesta ulang tahun putra mahkota di adakan dan di hadiri oleh seluruh bangsawan kerajaan dan orang penting dari semua penjuru dunia. Tia dan Lucas tentu saja hadir sebagai pasangan, karena keduanya bertunangan walaupun tanpa ada pesta pertunangan.
Bukan sebuah alasan lagi jika seorang pegawai negeri istana kerajaan tidak bisa mengadakan pesta pertunangan yang megah, karena untuk mengadakan pesta seperti itu dibutuhkan ratusan ribu koin emas dan tamu yang harus mereka undang adalah bangsawan dan orang-orang penting dari luar negeri yang mereka kenal. Sedangkan gaji pegawai negeri istana kerajaan hanya puluhan emas itu saja setara dengan keuangan desa kecil di suatu wilayah selama satu tahun. Lucas yang merahasiakan identitas aslinya hanya melamar Tia dengan sebuah cincin dan bunga, sudah cukup untuk membuat pertunangan mereka berdua menjadi resmi.
"Yang mulia putra mahkota, selamat ulang tahun,"
"Ini adalah hadiah dari saya walaupun sederhana, tetapi saya yakin Anda akan menyukainya," ucap Lucas sambil menyerahkan sebuah kotak kepada sosok laki-laki yang duduk di kursi mewah di depannya
"Terima kasih atas hadiah ulang tahunnya,"
__ADS_1
"Nona Tia bagaimana dengan hadiah ulang tahun saya?" ucap sang putra mahkota dengan senyuman yang lembut ke arah Tia yang berada di belakang Lucas
Lucas yang terganggu dan tidak senang dengan cara sang putra mahkota melirik dan tersenyum seperti punya maksud lain kepada Tia dengan cepat meraih tangan milik Tia yang ada di belakangnya dan menatap tajam sosok putra mahkota yang berada di depannya. Tia yang tangannya yang genggam secara tiba-tiba hanya bisa diam menatap kebingungan dengan yang dilakukan oleh Lucas yang sedang dalam bertarung melalui batin dengan putra mahkota yang terlihat akan merebut Tia darinya.
"Yang mulia hadiah yang saya berikan adalah hadiah dari kami berdua,"
"Karena, kami berdua hanyalah rakyat kecil tidak mungkin memiliki banyak uang untuk memberikan Anda dua hadiah sebagai tanda selamat," ucap Lucas yang mewakili Tia berbicara di saat Tia baru ingin mulai menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh putra mahkota
"PRANK..."
Terdengar suara pecahan gelas wine di tengah-tengah pesta yang membuat semua orang menoleh ke asal suara, di sana terlihat dengan jelas seorang laki-laki yang tergeletak di atas lantai terlihat kejang-kejang. Semua orang di dalam pesta membelalakkan mata terdiam, sedangkan Galena sang anak kesayangan dewa dengan cepat berlari dari kursinya ke arah laki-laki itu dan dengan kekuatan cahayanya perlahan-lahan laki-laki itu telah terlihat tidak lagi kejang-kejang.
Bagi para bangsawan yang percaya dengan cerita di masa lalu, jika terjadi sesuatu yang buruk di hari ulang tahunnya maka di nyatakan kalau selama satu tahun ke depan hidupnya akan terkena sial. Sang putra mahkota tentu percaya dengan cerita di masa lalu itu, karena telah banyak bukti yang di tunjukkan sepanjang sejarah berjalan dan di catat di dalam buku setiap generasinya.
Beberapa telah berlalu satu demi satu orang diperiksa di dalam ruangan tersebut hingga sampai salah satu dari pelayan yang mengantarkan wine khusus untuk laki-laki itu tidak bisa menemukan alasan yang tepat untuk beberapa pertanyaan yang di ajukan, berupa nama dan posisi yang dia tempati selama bekerja di istana kerajaan oleh beberapa orang kepercayaan putra mahkota yang bertugas dalam memeriksa setiap identitas orang-orang di pesta.
Saat ditanyakan siapa orang yang menyuruhnya untuk membunuh, laki-laki itu berlari ke arah putra mahkota dengan sebuah belati yang sudah sangat dekat ke arah putra mahkota hingga tidak sempat untuk menghindar, tetapi siapa yang akan menyangka kalau Galena selaku anak kesayangan dewa itu yang berlari ke arah putra mahkota menggantikan sang putra mahkota tertusuk dengan mengorbankan nyawanya. Semua orang di dalam ruangan itu sekali lagi tercengang karena perbuatan yang sangat cepat dari anak kesayangan dewa itu.
__ADS_1
Sang pelaku yang tadinya hampir berhasil melukai sang putra mahkota langsung di tangkap dan di interogasi di tempat, namun sayangnya sebelum berhasil mengucapkan nama dalang dari balik semua kejadian ini laki-laki itu mati dengan sihir yang telah di tanamkan di dalam tubuhnya. Dokter dengan cepat langsung merawat luka tusukan yang di balut dengan racun yang cukup mematikan itu sebelum akhirnya akan menyebar dengan sangat cepat.
"Tia, kenapa kamu sejak tadi melamun seperti itu? Nanti kamu di rasuki oleh roh jika masih terus melamun seperti itu," ucap Lucas yang menusuk-nusuk pipi tembam milik Tia yang melamun menatap sosok laki-laki yang tergeletak di atas lantai dansa tidak lagi bernyawa
'Entah kenapa aku merasa ada yang janggal dari semua kejadian pesta ini, semuanya terjadi begitu cepat sangat sempurna seolah-olah semuanya memang adalah kecelakaan,'
'Tapi, bagaimana jika ini memang benar-benar sesuatu kejadian yang tidak terduga? Apakah aku berpikir terlalu berlebihan?'
'Lebih baik aku pikirkan lagi ini nanti,' ucap Tia di dalam hatinya dengan gelengan kepala pelan sedangkan Lucas masih fokus menusuk-nusuk pipinya dengan jari telunjuk tidak peduli dengan apa yang baru saja terjadi di depannya
"Tia, apakah kamu bosan dengan pesta ini hingga kamu tidak ingin memperhatikan aku lagi?"
"Kalau begitu kita pulang ya, lagipula sudah tidak ada lagi hal yang menyenangkan,"
"Jadi lebih baik kita pulang dibandingkan harus lebih lama di sini yang mungkin saja nyawa kamu akan dalam bahaya selanjutnya,"
"Tunggu, kita pulang tidak berpamitan?"
__ADS_1
"Tidak apa-apa, dia tidak akan mempermasalahkan hal kecil ini,"
Rejects The Prince And Becomes The Aide's Fiancé