
"Aly, apakah kamu tidak berpikir kalau hutan ini terlalu tenang untuk dikatakan salah tempat perburuan dan sebagainya yang aku gumamkan tadi?"
"Karena kalau di pikirkan lagi tempat ini terlalu sepi seperti ini biasanya, karena para monster tingkat tinggi berada di dekat sini," ucap Melody yang mendongak memperhatikan pohon-pohon besar dan tinggi yang ada di sekitarnya dan langit-langit yang tidak terlihat ada satu pun burung yang melintas atau serangga kecil di dekat pohon-pohon
Aly yang mendengarkan ucapan serius dan masuk akal itu langsung ikut memperhatikan hutan di sekitar, terlihat memang sangat aneh Aly memberikan tatapan isyarat kepada Melody untuk putar balik kembali ke pusat acara perburuan di adakan untuk melaporkan hal yang aneh dan mencurigakan di hutan ini, karena mereka takut jika sesuatu yang mengerikan terjadi dan mereka belum bersiap maka akan terjadi hal yang sangat-sangat besar berkemungkinan akan menyebabkan genangan darah yang cukup membuat para iblis terhibur dengan penderitaan manusia yang menyesal karena gagal dalam menyelamatkan nyawa banyak orang.
Di sisi lain Tia tiba-tiba memiliki firasat yang sangat buruk tentang perburuan ini, karena sampai harus seorang dewa datang ke sini artinya akan ada kemungkinan hal yang sangat besar datang ke tempat itu. Tetapi para peserta yang ikut dalam perburuan telah kembali sesaat membuat Tia tenang, namun tidak terkira kalau para peserta yang kembali adalah para peserta yang menyerah, sebab hutan sangat sepi dan tidak terlihat sama sekali hewan atau monster yang dapat mereka jadikan buruan.
"Teng... Teng... Teng..."
Suara lonceng jam menara berbunyi terdengar, padahal di sana tidak terlihat ada sebuah bangunan menara jam sama sekali. Semua orang yang di sekitar yang ikut mendengarkan suara lonceng jam menara langsung saling pandang, mengira kalau ini adalah sebuah acara kejutan atau spesial dari pihak pegawai negeri istana kerajaan yang bertugas menyusun acara. Para pegawai negeri istana yang merencanakan sendiri kebingungan dan curiga, karena bagaimana bisa di tempat mereka berada yang lokasinya sangat jauh dari alun-alun kota kecil atau tempat suci. Mereka bisa mendengarkan suara lonceng jam menara, secara diam-diam mereka yang tidak ingin membuat keributan langsung berlari ke arah Lucas dan membisikkan beberapa kata kepadanya tentang acara yang aneh ini.
Lucas yang memang merasa aneh dengan bunyi jam menara di tempat tidak ada menara memang sudah merasa curiga, tetapi melihat semua tamu yang hadir sangat menikmati acara dia jadi ikut berpikir kalau ini semua adalah hal yang di rencanakan untuk kemeriahan festival ini.
Setelah mengetahui kebenaran dari para penyelenggara, dia langsung bangkit dari kursinya dan menggenggam pergelangan tangan Tia untuk langsung membawanya ke tempat yang aman, sebelum akhirnya kemungkinan setelah jam merana ini selesai berbunyi maka akan ada sebuah malapetaka yang sedang menunggu jeritan dan tangisan penderitaan mereka
"Tia, bisakah kamu menunggu di sini?"
"Aku ingin kamu berada di tempat yang aman, jika terjadi sesuatu yang mengerikan di sini kamu bisa lari dari sini secepat mungkin dan setelah itu tolong lupakan semua yang terjadi,"
"Jangan pernah ingin mencari tau tentang yang terjadi paham?" ucap Lucas dengan tatapan serius dan sedikit panik takut kalau dia mungkin akan kehilangan sosok gadis yang dia cintai
__ADS_1
Tia yang mendengarkan ucapan yang terdengar seolah-olah adalah ucapan terakhir dari orang yang akan meninggalkan dunia, langsung menggenggam erat lengan Lucas saat akan berlari meninggalkan Tia sendirian di tengah jembatan yang menghubungkan ke arah desa kecil.
"TIDAK, AKU TIDAK MAU,"
"AKU INGIN BERADA DI SISIMU, AKU AKAN BERUSAHA YANG TERBAIK UNTUK MEMBANTUMU,"
"KARENA KAMU MASIH MEMILIKI JANJI KEPADAKU, JADI JANGAN PERNAH MENGATAKAN SEOLAH-OLAH KAMU AKAN MENINGGALKAN AKU BERSAMA DENGAN JANJI YANG KAMU BUAT,"
"KARENA AKU BELUM TENTU AKAN BAHAGIA JIKA KAMU MENANGGUNG BEBAN UNTUK DIRIMU SENDIRI SAMPAI KEMATIANMU TIBA," teriak Tia hingga suaranya terdengar serak dengan air mata yang tiba-tiba saja menetes
Lucas yang melihat Tia begitu keras kepala tiba-tiba dia teringat dengan Tia sebelum dia memutar kembali waktu. Dia jadi sadar kalau sosok gadis yang ada di depannya bukan orang yang sesederhana itu, karena di saat kematiannya Lucas melihat kalau wajah itu tersenyum yang terlihat kalau dia yakin kalau akan ada orang membalaskan dendam untuk dirinya di masa depan, walaupun tidak di ketahui kapan pastinya.
"Baiklah, aku mengizinkannya, tetapi bukan berarti kamu setelah itu bisa berkeliaran jauh dariku,"
Cara Lucas mengelus kepalanya membuat Tia merasa hangat dan nyaman dengan tangan itu hingga keduanya lupa dengan yang sedang terjadi saat ini.
"Boom..."
Tiba-tiba saja terdengar suara yang mirip dengan ledakan berasal dari tempat acara festival itu di adakan, membuat Lucas dan Tia kembali tersadar dengan yang sedang mereka alami saat ini.
"Baiklah kita harus segera ke sana sekarang,"
__ADS_1
"Pastikan berada di dekat denganku," ucap Lucas yang memegang lengan Tia dan berlari ke acara perburuan
Tetapi sebelum keduanya berhasil sampai ke tempat tujuan tiba-tiba saja terlihat seekor monster berbentuk ular besar berkepala tujuh dengan sesosok perempuan cantik berambut hijau yang di leher dan lengannya di lilit oleh ular menghadang jalan mereka Tia dan Lucas.
"Ckckck..."
"Bisa-bisanya ada manusia yang sedang bahagia di saat para iblis dan monster sedang membantai semua manusia yang sedang putus asa dan berteriak-teriak karena penderitaan yang mereka alami,"
"Aku pasti akan membuat kalian berdua sadar dengan posisi kalian di sini adalah kalau kami adalah tuan kalian,"
"Sedangkan kalian adalah mainan dan boneka bagi kami para iblis," ucap perempuan berambut hijau itu dengan tatapan kesal melihat Tia dan Lucas
Setelah ucapan dari perempuan berambut hijau itu, dua dari tujuh ular itu langsung menyerang dengan mengeluarkan api dan angin kencang ke arah Tia dan Lucas. Tia yang pernah belajar menggunakan sihir perlindungan tingkat menengah beruntungnya bisa langsung membuat perisai untuk melindungi mereka dari serangan kombinasi yang di kerahkan ke arah mereka berdua. Perempuan berambut hijau yang tidak puas dengan musuhnya yang tidak terpanggang, menyerang lagi dengan kepala ular yang lain.
Tetapi kali ini serangan itu anehnya tidak membuat terjadi sesuatu sampai akhirnya tanahnya bergetar dan membuat sebuah lubang di bawah kaki Tia dan Lucas yang cukup dalam untuk keduanya tidak akan bisa keluar.
"Sekarang kalian akan aku pastikan mati bersama dan tenang saja yang berada di sana juga akan menyusul kalian,"
"Ck, kenapa aku tidak memikirkan kalau dia mungkin merencanakan sesuatu dengan serangan itu,"
"Jangan menyalahkan dirimu, mari kita yakin kalau kita bisa melewatinya bersama,"
__ADS_1
Rejects The Prince And Becomes The Aide's Fiancé