
Hari demi hari, minggu demi minggu selisih berganti, tetapi Tia dan Lucas belum sadarkan diri dari tidur panjang setelah kejadian yang menimpa mereka. Walaupun terlihat dengan jelas Tia tidak memiliki kondisi separah Lucas, dia memiliki tubuh yang cukup lemah karena tidak pernah berolahraga atau pun mengikuti latihan fisik yang melatih staminanya.
Jika dulunya Tia selalu diberitakan di masyarakat dunia kalau dia adalah gadis egois, jahat dan kejam, namun kali ini di saat dia berada di dalam kondisi kritis tidak sadarkan diri berita tentang dirinya seperti seorang juru selamat yang diturunkan kepada dewa, bahkan banyak orang yang mulai ingin menjadikan Tia sebagai gadis suci mereka dibandingkan dengan Galena yang merupakan seorang gadis suci anak yang katanya adalah kesayangan dewa saat ini, popularitas yang dimiliki gadis itu kian menurun seiring dengan pemberitaan mengenai Tia yang membunuh seorang iblis tingkat tinggi.
"Prang..."
"Nona Saint tolong tenangkan amarah Anda," ucap seorang pelayan yang menundukkan kepala dengan tubuh gemetaran takut karena melihat gadis berambut perak membanting semua barang yang terbuat dari benda yang mudah pecah dan benda-benda keras lainnya
"KAMU BERANI MEMBERIKAN PERINTAH KEPADAKU?"
"SEKARANG KAMU JUGA SUDAH BERANI BERSIKAP TIDAK SOPAN KEPADAKU?"
"HANYA KARENA MEMBUNUH SEORANG IBLIS APA YANG HEBAT DARI GADIS ITU, DIA ADALAH ORANG YANG HARUSNYA JATUH DAN SELAMANYA JATUH," teriak sosok gadis berambut perak itu ke arah pelayan itu sambil menarik rambut panjang sang pelayan
"Woah... woah..."
"Bagaimana bisa seorang gadis suci sampai bersikap begitu barbar sekarang hanya karena masalah kecil?"
__ADS_1
Suara yang tidak asing terdengar tidak asing untuk di dengar olehnya di dalam ruangan membuatnya langsung memberikan isyarat kepada pelayan yang di jambak olehnya untuk pergi keluar ruangannya, dengan alasan dia ingin sendirian di dalam ruangan saat ini. Setelah pelayan itu keluar menyisihkan gadis berambut perak sendirian di dalam kamar, tiba-tiba muncul wajah sosok laki-laki yang tidak asing dari cermin yang jaraknya tidak jauh dari gadis itu dengan seringai menatap wajah marah dan tidak senang gadis berambut perak itu.
"Kamu membohongiku ya tentang orang-orang yang bisa tunduk di bawah kakiku? Pada kenyataannya mereka sama sekali tidak terlihat patuh ataupun tunduk seperti yang kamu katakan pada saat membuat perjanjian denganku,"
"Kamu bisa-bisanya berbohong denganku," ucap gadis berambut perak itu dengan tatapan yang tajam ke arah sosok di balik cermin sedang duduk santai di depan meja dan teh
"Aku memang mengatakan seperti itu, tetapi aku tidak berbohong dan aku tidak akan menyangka kalau efek dari ramuan itu tidak akan efektif secepat itu,"
"Ditambah lagi kamu tidak berhak untuk marah kepadaku karena sampai saat ini belum memenuhi kontrak yang kamu buat denganku juga jadi aku harus bagaimana memberikan lebih kepada dirimu? Seorang anak kesayangan dewa bukankah harus bisa bertanggungjawab?"
"Tetapi karena aku baik hati maka kontrak ini akan bisa di perpanjang tanpa berhak kamu meminta lebih dari permintaan yang telah aku penuhi itu," ucap sosok laki-laki itu dengan tatapan merendahkan dan seringai karena berhasil membuat sebuah kontrak yang sangat licik dengan orang yang begitu bodohnya dan sangat iri dengki menerima kontrak seorang iblis tanpa memperhatikan dengan jelas konsekuensi dari perbuatannya sendiri
"Aku harus mencari cara supaya aku bisa membuatnya langsung di serahkan kepada sosok laki-laki itu," gumam gadis berambut perak itu dengan tatapan kesal dan gemetaran takut jika kematian yang akan menghampiri dirinya jika dia tidak bisa memenuhi kontrak itu
Beberapa hari kemudian setelah kejadian itu, akhirnya Tia membuka matanya dan melihat sekeliling ruangannya, terlihat sangat jelas sesosok laki-laki paruh baya yang tidak asing dan sudah sangat lama tidak dia lihat berada di ruangan tempatnya terbaring lemas saat ini.
"Kamu cukup berbaring saja dan jangan banyak bergerak atau pun berbicara, karena bagaimanapun kamu ini baru sadar dari kondisi yang kritis,"
__ADS_1
"Aku juga ke sini karena aku mendengarkan kabar kalau kamu berhasil mengalahkan seorang iblis dan berada di dalam kondisi terluka yang cukup parah, jadi itu aku hanya ingin memastikan keadaanmu," ucap sosok laki-laki paruh baya itu dengan tatapan yang dingin tetapi terlihat khawatir juga kepada gadis yang terbaring di tempat tidur itu
'Aku tidak tau kenapa sang Duke Shavonne yang sudah lama tidak terlihat mengunjungi aku, tetapi sepertinya dia tidak berniat untuk melakukan sesuatu yang buruk jadi aku rasa tidak akan terjadi masalah apapun,' ucap Tia di dalam hatinya dengan anggukan mengerti setalah mendengarkan
Tia sama sekali tidak bisa berbicara karena sudah terlalu lama terbaring di tempat tidur hingga tidak bisa membuatnya berbicara langsung, Tia sadar itu hanya bisa menganggukkan kepala ataupun menggelengkan kepalanya saat berbicara dengan sosok laki-laki paruh baya di depannya hingga sampai seorang dokter sampai memeriksa keadaannya setelah bangun dari tidur panjang itu.
Setelah dokter selesai memeriksa keadaan Tia dan mengatakan kalau dia hanya butuh istirahat yang cukup, seluruh berita tentang Tia sang gadis suci telah bangun dari kondisi yang sulit dengan cepat tersebar ke seluruh kerajaan. Keesokan harinya di dalam kamar Tia, tiba-tiba saja di penuhi oleh bunga dan ratusan kotak sekitar tempat tidurnya padahal sangat jelas Tia saat itu baru saja membuka mata.
'Ada apa dengan semua jenis bunga yang berbagai macam ini di kamarku? Apakah orang-orang ini menghormati kematianku? Atau mereka berharap aku cepat mati?'
'Padahal aku ingat dengan jelas kalau yang menjengukku hanya Duke Shavonne, Aly dan Melody, sedangkan Lucas saat ini di kabarkan masih belum sadarkan diri sama sekali,'
'Karena dia terluka lebih parah dibandingkan denganku, apakah ini salahku ya? Seharusnya memang benar ini adalah salahku sejak awal karena dekat dengan dirinya,' ucap Tia di dalam hatinya menatap seluruh hadiah itu dengan tatapan sedih dan bersalah kepada Lucas
Tia saat ini penuh kebimbangan tentang perilaku sosok seseorang laki-laki yang jelas-jelas terikat dengan dirinya hanya dengan sebuah rantai besi yang tidak terlihat bernama kontrak, dan dengan di saat yang sama dia sendiri sudah berjanji kepada dirinya sejak awal tidak akan terikat dengan cinta, karena tidak pernah sejak awal ada cinta yang tulus kepadanya. Tetapi selama dia bersama laki-laki itu hingga sampai melihatnya sekarat mengorbankan nyawanya demi dirinya membuatnya.
'Lucas, katakan padaku aku harus seperti apa sekarang menanggapi hatimu yang tulus?'
__ADS_1
'Padahal banyak perempuan yang lebih baik dibandingkan denganku, aku masih saja bingung kenapa kamu memilih aku sebagai tempat bersinggah,'
Rejects The Prince And Becomes The Aide's Fiancé