Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé

Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé
Bab 22 Gunakan Aku Sesuka Hatimu


__ADS_3

"RAKYAT JELATA SEPERTI DIRIMU HARUS DI BERIKAN PELAJARAN YANG KERAS,"


"SUPAYA KAMU TAU DI MANA POSISIMU," teriak seorang gadis yang mengeluarkan sihirnya untuk menyerang ke arah Tia


Sihir yang di arahkan ke arah Tia dengan sangat cepat bergerak membuat Tia tidak bisa menghindarinya hingga hanya bisa menutup mata, ketika Tia menutup mata dia merasa sangat aneh karena telah terlewat lima detik mustahil serangan itu tidak mengenai dirinya. Tia kemudian memberanikan diri membuka matanya, terlihat di depan Tia sebuah perisai tipis melindungi dirinya dari serangan yang harusnya mengenai dirinya.


"Aku datang ke sini awalnya ingin melihat-lihat kesenangan pesta teh yang di adakan oleh Galena, tetapi yang aku lihat ketika aku datang malah keributan dari perbuatan kalian,"


"Bukankah kalian tau aturan kalau sihir tidak boleh di gunakan di istana kerajaan jika tidak ada ancaman? Aku akan memberikan hukuman untuk keluarga Baron, karena tidak bisa mendidik putrinya hingga menggunakan kekerasan," ucap sosok laki-laki berambut emas berdiri di depan Tia dengan tatapan dingin dan kening yang berkerut karena tidak senang dengan perilaku gadis yang ada di depannya


Tia yang mendengarkan suara yang tidak asing hanya diam dan mendongak menatap punggung yang tinggi milik sosok laki-laki di depannya, punggung yang sama seperti di masa lalu ketika Tia berjalan berduaan. Tia merasa bingung memahami sikap yang tidak pernah di tunjukkan oleh sosok laki-laki di depannya kepada dirinya di masa lalu.


"Yang mulia putra mahkota, saya tidak bermaksud untuk menyakitinya, hanya saja saya berusaha untuk mendidiknya tetap bersikap sopan di depan seorang anak kesayangan dewa," ucap seorang gadis yang berasal dari keluarga baron itu berlutut di depan orang kedua berkuasa di kerajaan memohon ampun


Sang putra menatap dengan dingin ke arah gadis yang memohon pengampunan karena dia tidak ingin keluarganya terlibat dalam masalah, namun tidak terlihat gadis itu akan berniat untuk meminta maaf kepada Tia yang ingin dia lukai dengan dalih untuk memberikan pembelajaran kepada Tia yang kini adalah orang yang berada di kasta terendah.


"Galena, apakah yang di katakan oleh putri keluarga Baron itu benar? Kalau dia hanya membela kamu karena kamu adalah seorang anak kesayangan para dewa," ucap putra mahkota dengan tatapan tajam dan dingin menyidik ke arah sosok gadis yang tidak jauh darinya


Galena terdiam sesaat kemudian meneteskan air mata kembali bersamaan dengan anggukan kepala.


"Iya itu benar, tetapi yang di lakukan oleh putri keluarga Baron itu baik jadi jangan menghukum dia,"


"Karena dia mencoba membela aku,"

__ADS_1


"Hukum saja aku sebagai gantinya," ucap Galena sambil terisak-isak berusaha menenangkan dirinya


Para gadis bangsawan yang berada di pihak sang anak kesayangan para dewa mendengarkan ucapan itu langsung melakukan protes kalau Galena sama sekali tidak berhak untuk di hukum, sebab itu bukan sama sekali kesalahannya sama sekali hanya saja perilaku dari seorang gadis mantan bangsawan itu.


"Baiklah jika kamu ingin di hukum maka kamu akan di kirim kembali ke kuil suci dan menjalani hidupmu sebagai seorang gadis yang taat kepada agama,"


"Karena bagaimanapun itu adalah tugasmu untuk melindungi negeri ini," ucap sang putra mahkota yang membuat semua orang di sekitarnya terkejut dan terdiam sesaat berusaha memahami ucapan yang di ucapkan oleh putra mahkota tidak membuatnya salah mendengarkan


Tia membelalakkan mata tidak percaya mendengarkan ucapan yang keluar dari seorang putra mahkota yang di kehidupan dia yang lalu, bersikap begitu dingin kepadanya dan bahkan hanya selalu menuruti keinginan seorang anak kesayangan dewa itu hingga bahkan langsung menuduh dirinya sebagai pelaku percobaan pembunuhan tanpa ada bukti yang menunjukkan dirinya adalah seorang pelaku.


'Apa yang sebenarnya dia mau coba lakukan sebenarnya kepadaku? Di masa lalu tidak pernah sekalipun hal seperti ini dia lakukan untukku,' ucap Tia di dalam hatinya menatap dengan tatapan tidak mengerti sosok laki-laki yang ada di depannya


"Nona Tia, ikut aku sebentar," ucap sang putra mahkota yang langsung membawa Tia pergi meninggalkan pesta teh yang telah kacau balau dengan menarik pergelangan tangan Tia ke taman yang jaraknya tidak jauh dari pesta teh di selenggarakan


"Aku ingin bertanya kepada dirimu tentang sesuatu,"


"Apakah kamu ingin meluangkan waktumu sesaat untukku?" ucap sang putra mahkota dengan tatapan yang serius dan menggenggam erat tangan milik Tia


"Baiklah, silahkan katakan yang mulia," ucap Tia dengan anggukan kepala


"Apakah kamu bisa menjadi partner aku saat ulang tahunku nanti?" tanya putra mahkota dengan tatapan yang serius dan penuh pengharapan


"Maafkan aku yang mulia putra mahkota, tunanganku tidak mungkin mau pergi berpasangan dengan laki-laki lain terutama seorang calon pemimpin kerajaan ini selanjutnya,"

__ADS_1


"Dan dari banyak perempuan bukankah seharusnya anda memilih perempuan lain," ucap Lucas yang tiba-tiba datang ke tengah-tengah pembicaraan keduanya di taman itu


Lucas menatap dengan tatapan tajam, dingin dan aura yang menekan ke arah sang putra mahkota walaupun dia tau tindakan yang dilakukan olehnya adalah salah satu perilaku pengkhianatan kepada keluarga kerajaan, tetapi dia setia kepada kerajaan bulan kepada keluarga kerajaan jadinya dia tidak merasa berkhianat sama sekali.


Putra mahkota langsung melepaskan genggaman tangannya yang menggenggam kedua tangan milik Tia, dan menatap ke arah asisten pribadinya itu sedangkan Tia langsung berjalan mundur beberapa langkah, karena dia merasa akan mati jika dia ikut campur dengan pertengkaran itu.


"Tia, kita pergi sekarang,"


"Tidak baik lama-lama di tempat seperti ini, karena sebentar lagi musim dingin jadi kamu harus banyak-banyak di rumah," ucap Lucas yang langsung berjalan cepat ke arah Tia dan memberikannya jas miliknya kepada Tia


"Dan yang mulia putra mahkota, terima kasih dan maaf mengganggu,"


"Kami pergi dulu," ucap Lucas yang menggendong Tia ke dalam pelukannya dengan bridal style


Tia yang tau tindakan Lucas yang begitu terburu-buru dan begitu buruk suasana hatinya, karena seperti seorang yang cemburu membuat dia merasa sedikit terharu dengan ketulusan laki-laki itu kepada dirinya.


"Tia, aku telah mendengarkan yang telah terjadi di pesta teh barusan,"


"Apakah kamu ada yang terluka? Katakan siapa yang berniat untuk melukai dirimu, aku pasti akan melindungi dirimu,"


"Dan ingat kamu adalah tunangan seorang Duke jadi tidak perlu takut untuk menggunakan aku sesuka hatimu,"


Rejects The Prince And Becomes The Aide's Fiancé

__ADS_1


__ADS_2