Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé

Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé
Bab 38 Kamu Gila Ya Lucas?


__ADS_3

"Ck, baiklah akan aku lakukan ini dulu,"


"Tetapi Zayyan, Jangan lupakan yang aku tanyakan kepadamu barusan nanti pulang kamu wajib untuk menjawabnya," ucap Jamil dengan kening yang sedikit berkerut dengan tatapan yang tajam kemudian menjentikkan jarinya seekor ular tiba-tiba muncul dan melilit tubuh Lucas


"Jamil, menurutmu berapa lama ini selesai?" tanya Zayyan yang duduk di atas lantai dan berkeliling ruangan tidak jelas karena merasa bosan tidak bisa melakukan apa pun


"Aku baru saja memulainya dan kamu sudah bertanya? Hah... Entah pilihan yang tepat atau tidak aku membawamu datang ke sini," ucap Jamil dengan galengan kepala lelah melihat tingkah Zayyan yang padahal seorang dewa yang banyak di puja oleh orang-orang karena memberikan banyak kemakmuran bersikap seperti anak-anak yang aktif


Setelah ucapannya itu Jamil sama sekali tidak peduli dengan apa yang di lakukan oleh Zayyan di dalam ruangan, dia hanya fokus untuk mengobati Lucas yang dililit oleh ular-ularnya, walaupun dia mendengarkan suara barang pecah atau hancur di belakangnya hingga beberapa jam kemudian akhirnya Jamil selesai dan menatap dengan kening berkerut dan senyuman yang terlihat berbeda dari senyuman orang senang ataupun tulus ke arah Zayyan yang berguling-guling di lantai yang berkarpet bulu tebal dan ruangan yang telah berantakan sehabis di obrak-abrik olehnya.


"Zayyan, kamu itu seorang dewa,"


"Kenapa tingkahmu melebihi seorang dewa?" ucap Jamil dengan senyuman yang menyeramkan di mata Zayyan membuat Zayyan sedikit merinding kemudian menganggukkan kepala


"Terima kasih Jamil pujiannya, aku tau itu," ucap Zayyan dengan senyuman yang polos dan bahagia tanpa tau maksud dari ucapan Jamil yang sebenarnya menyindir membuat Jamil menghela nafas panjang sambil mengelus-elus dada karena menghadapi orang paling sering berpikir positif dan tidak jelas dalam setiap situasinya.


"Aku akan memasang sihir ilusi dan sihir anti kebal obat-obatan yang membuat tubuhnya menjadi buruk, karena walaupun sudah di obati pastinya mereka akan terus melakukannya dan kita tidak bisa di sini terus untuk menjaganya sampai dia sadar,"


"Perjanjian juga sudah kita penuhi tinggal hanya memenuhi janjinya tentang kepala laki-laki itu," ucap Jamil yang menjentikkan jarinya membersihkan semua kekacauan yang di perbuat oleh Zayyan sejak berjam-jam yang lalu sebelum akhirnya mereka keluar dari ruangan besar itu


Saat keduanya keluar dari ruangan terlihat ada dua orang pengawal berjaga di depan pintu menatap mereka berdua dengan tatapan menyidik dari atas ke bawah, Zayyan dan Jamil yang menyadari itu berpura-pura tidak terjadi apapun saat berjalan keluar ruangan.


Setelah cukup jauh Jamil dan Zayyan berjalan meninggalkan pintu besar yang ada penjaga itu, kedua penjaga itu langsung masuk ke dalam ruangan itu untuk memeriksa ruangan.

__ADS_1


"Aku sudah menduganya kalau mereka akan memeriksa ruangan setelah kita keluar, untung saja kita meletakkan beberapa benda yang di gunakan untuk berdoa," ucap Zayyan dengan menghela nafas panjang setelah melihat yang terjadi di dalam ruangan Lucas berbaring menggunakan sebuah cermin tangan miliknya


"Yah, itu bagus tetapi kepada dewa mana kamu berdoa sebenarnya?" tanya Jamil dengan tatapan kebingungan hanya di jawab dengan kedipan mata olehnya


Jamil hanya bisa menghela nafas dan menggeleng-gelengkan kepalanya pasrah dengan tingkah atasannya yang ini. Beberapa hari setelah pengobatan yang di lakukan oleh Jamil, akhirnya Lucas membuka matanya dan berita itu juga langsung sampai ke telinga milik Tia yang terbaring di atas tempat tidur.


Melody dan Aly membawakan kursi roda untuk Tia di saat itu juga supaya Tia bisa melihat keadaan sosok laki-laki yang membuatnya sangat khawatir dan bertindak seenaknya itu, tetapi siapa yang akan menyangka kalau ketika Tia memasuki ruangan sosok laki-laki itu menatapnya dengan tatapan yang dingin seperti orang yang sudah tidak lagi di kenal.


"Siapa gadis yang berada di kursi roda ini? Kenapa dia berada di sini?" tanya Lucas dengan tatapan dingin tanpa ada sedikitpun terlihat senyuman hangat ataupun perhatian dari tatapan itu


Tia yang mendengarkan ucapan itu dan melihat sosok laki-laki yang begitu berbeda sikapnya kepada dirinya, membuat dirinya merasa sakit tercabik-cabik di dada kirinya seperti seseorang yang menghancurkan dengan satu kali sentuhan kepada hatinya. Anehnya Tia tidak mengerti penyakit seperti apa yang membuat hatinya sakit seperti itu, karena sudah lama dia sendiri tidak pernah merasakan sakit seolah-olah itu sudah menjadi makanan sehari-harinya.


"Lucas, apa yang kamu katakan? Dia adalah tunanganmu,"


"Hah? Mana mungkin aku seperti itu kepada gadis yang bahkan tidak aku kenal?"


"Apakah otakmu terbentur Melody? Gadis lemah dan seperti anak-anak seperti dia bertunangan denganku? Bahkan jika itu benar mungkin dia hanya sebuah mainan untukku," ucap Lucas dengan tatapan dingin dan tawa meremehkan ke arah Tia


"Ah... Begitu ya,"


"Aku paham sekarang, maafkan aku mengganggumu, tetapi aku senang bisa melihatmu kembali," ucap Tia dengan perasaan sakit yang tertusuk sambil menundukkan kepala dan suara yang serak seperti sedang menahan tembok yang siap kapan saja runtuh membasahinya


"WOY, KAMU GILA YA LUCAS?"

__ADS_1


"JELAS-JELAS KAMU YANG MENGAJAKNYA BERTUNANGAN DAN MENJANJIKAN BANYAK HAL,"


"BAGAIMANA BISA KAMU BERBICARA SEPERTI ITU? DAN TIA JUGA SELALU BERUSAHA YANG TERBAIK UNTUK DIRIMU,"


"APAKAH KAMU TIDAK BISA MENGHARGAI USAHANYA?" teriak Melody yang tidak terima dengan perbuatan kakaknya yang bersikap semena-mena kepada seseorang seperti mainan yang sudah bosan di mainkan dan di buang begitu saja


Melody yang berteriak dan ingin memukul Lucas langsung di tahan oleh Aly, karena dia tidak ingin seorang pasien yang baru saja bangun setelah sekian lama.


"Melody dan Aly terima kasih,"


"Aku siap sudah membatalkan kontrak pertunangan itu jika memang itu adalah keinginannya, karena itulah yang tertulis,"


"Aku juga sudah memiliki sponsor yang membantuku berdiri di kakiku sendiri, jadi tidak perlu khawatirkan apapun," ucap Tia yang mendorong roda-roda kursi rodanya keluar ruangan sendirian setelah dia puas melihat Lucas baik-baik saja dan semuanya telah berakhir seperti yang dia inginkan hingga dia tidak perlu bersusah payah untuk mengkhawatirkan sesuatu lagi saat ini.


Ditengah lorong Tia tanpa sengaja bertemu dengan sesosok laki-laki berambut emas dan laki-laki itu melihat Tia bersusah payah mendorong kursi roda dengan wajah yang banyak pikiran sendirian langsung menghampiri Tia tanpa banyak bicara dan mendorong kursi roda itu.


"Tia, aku mungkin tidak tau apa yang terjadi denganmu,"


"Tetapi, biarkan aku yang kali ini menjadi rumahmu membantumu hingga sembuh,"


"Apakah boleh?"


Rejects The Prince And Becomes The Aide's Fiancé

__ADS_1


__ADS_2