Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé

Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé
Bab 11 Teater


__ADS_3

"Tia, apakah kamu baik-baik saja? Jika kamu tidak ingin ikut tidak apa-apa,"


"Aku tidak ingin kamu merasa tidak nyaman karena terpaksa ikut," ucap Lucas dengan tatapan yang penuh dengan kekhawatiran kepada Tia yang tangannya kedinginan dan berkeringat


Tia yang melihat kekhawatiran dan perhatian dari tunangannya yang begitu menenangkan membuatnya sedikit lega walaupun di hatinya masih ada keraguan tentang ketulusan cinta mengingat dia begitu menderita karena terlalu berharap dan mengejar kasih sayang dan kebahagiaan.


"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja,"


"Kita sudah bertunangan jadi aku ingin menemani dirimu terus," ucap Tia dengan senyuman tipis


"Aku lupa memberi tau dirimu, semua orang tidak tau kalau aku seorang putra keluarga Duke jadi jangan terkejut kalau mereka memanggilku nanti di aula pesta sebagai asisten putra mahkota," ucap Lucas yang masih memanjakan Tia di dalam pelukannya


Beberapa hari kemudian di sebuah tempat megah dan indah dengan cahaya-cahaya terang yang bersinar terang hingga mampu membuat kegelapan malam seolah-olah tidak ada apa-apanya. Semua orang  berkumpul di bangunan itu dengan pakaian mewah dan indah seperti sangat ikut bersemangat untuk menyambut datangnya hari ini untuk di rayakan, tetapi di balik topeng mereka semua menantikan sebuah kesalahan ataupun topik seseorang untuk di jadikan tontonan mereka.


"Tia, apakah kamu yakin?" tanya Lucas dengan kerutan kening yang menunjukkan kekhawatiran sambil memegang erat tangan Tia


"Aku baik-baik saja,"


"Kamu sudah bertanya puluhan kali, dan bukankah sudah terlihat tidak ada jalan untuk mundur dari sini?" ucap Tia dengan senyuman yang percaya diri


Lucas mau tidak mau percaya dengan ucapan Tia, karena dia tidak ingin membuat Tia merasa di pandang remeh.


"Baiklah, tapi ingat kalau bisa selalu berada di dekatku,"


"Karena pesta seperti ini seperti teater di mata para tamu bangsawan yang hadir, semuanya adalah drama yang siap untuk mereka tonton," ucap Lucas dengan tatapan serius dan menggenggam erat tangan Tia saat pintu besar di depan mereka berdua terbuka menuju ke aula ruangan yang megah dengan ornamen-ornamen dan ukiran yang sangat cantik


Tia dan Lucas melangkah di tengah-tengah karpet merah yang mengarahkan ke panggung aula, di tengah-tengah keduanya berjalan masuk semua mata telah tertuju ke arah mereka dan mulai melakukan gosip sambil menatap tajam.

__ADS_1


"Bukankah itu adalah gadis rendahan yang baru saja di keluarkan dari mansion keluarga Shavonne? Karena katanya dia bukan anak kandung Duke, tetapi kenapa dia ada di pesta bersama seorang asisten pribadi putra mahkota?" bisik salah seorang gadis dibalik kipas tangannya kepada sosok yang berada di sebelahnya


"Dia adalah gadis yang kejam dan jahat sejak kecil, mungkin saja dia mengancam sang asisten pribadi putra mahkota untuk membawanya ke pesta dan bahkan mungkin memaksanya untuk melakukan hubungan palsu,"


"Kamu tau bukan kalau sang asisten pribadi putra mahkota itu lemah lembut," jawab gadis yang berada di sebelahnya itu dengan tatapan merendahkan ke arah Tia yang tangannya di gandeng oleh Lucas


"Bagaimana bisa dia mendapatkan tuan Lucas? Padahal jelas-jelas minggu lalu tuan Lucas mengatakan belum memiliki tunangan," ucap seorang gadis yang menggigit sapu tangan miliknya dengan tatapan kesal di ikuti oleh beberapa gadis lainnya


Tia dapat melihat orang-orang yang menatapnya dan orang-orang yang berbicara tentang dirinya dengan begitu terang-terangan, walaupun terlihat mereka sedang berbisik-bisik. Tia langsung memahami situasinya saat ini kalau dia adalah seorang pemeran di atas teater di mata para tamu itu.


'Hobi para bangsawan apakah seburuk ini hingga ingin tau tentang orang lain?'


'Dan kenapa tidak ada satupun ucapan baik tentang diriku,' ucap Tia di dalam hatinya dengan helaan nafas panjang setelah akhirnya dia sampai ke panggung aula dan duduk di sebelah Lucas


"Apakah kamu baik-baik saja Tia? Jika tidak kita bisa ke ruangan untuk beristirahat lagipula kita ke tempat ini hanya untuk menunjukkan muka saja" bisik Lucas dengan tatapan khawatir


"Hanya saja melihat banyaknya orang di pesta membuatku sedikit gugup," ucap Tia dengan senyuman yang lembut


"Wah-wah,"


"Aku tidak menyangka asisten pribadiku ini memiliki pasangan dan pasangannya adalah seorang gadis mantan bangsawan," ucap sosok laki-laki berambut emas dengan lantang di depan keduanya dengan senyuman lembut


"Yang mulia, bisakah anda bersikap dengan sopan? Walaupun dia mantan bangsawan,"


"Aku tetap masih mencintainya, karena dia satu-satunya gadis yang hadir di dalam hidupku,"


"Dan aku juga tidak akan berniat untuk melepaskan ataupun melukai dirinya," ucap Lucas dengan nada yang begitu terdengar dingin seolah-olah memberikan peringatan kalau dia tidak akan menyerahkan kepada siapapun tunangannya

__ADS_1


Sosok laki-laki berambut emas itu terkekeh sesaat kemudian duduk di kursi yang bersebelahan dengan kursi milik Lucas dengan posisi kaki menyilang dan kedua tangan di lipat di depan dadanya.


"Tia, jangan terlalu di ambil hati ucapan laki-laki itu, karena memang mulutnya tidak bisa menyaring ucapan," bisik Lucas kepada Tia hanya di jawab dengan senyuman tipis dan anggukan kepala


Tidak lama kemudian, datang sang raja, ratu dan seorang gadis yang katanya mendapatkan anugerah dari seorang dewa masuk ke dalam ruangan. Tia dapat melihat dengan jelas sosok seorang pemeran utama berambut perak bermata merah, semua laki-laki di dalam ruangan sangat terpesona dengan masuknya sosok gadis itu, karena kecantikannya sangat layak di sebut seperti seorang dewi.


Setelah sang raja dan dua orang lainnya sampai ke kursi yang berada di panggung aula, sang raja langsung memberikan ucapan sepatah dua patah kata kepada orang-orang yang berada di dalam pesta tersebut, setelah selesai semua orang langsung memulai berdansa, berkumpul sesama mereka dan lain-lain.


"Tuan Lucas, sudah lama tidak melihat anda,"


"Bagaimana kabar anda? Saya dengar anda izin tidak masuk kerja beberapa hari, apakah anda baik-baik?" ucap sesosok gadis berambut perak dan bermata merah dengan senyuman yang ramah tanpa memperhatikan siapa gadis yang duduk berada di sebelah Lucas


"Sudah lama tidak bertemu nona, tetapi bisakah anda tidak langsung menyapaku? Bukankah putra mahkota juga perlu di sapa?" ucap Lucas dengan senyuman yang ramah sambil menoleh ke sosok laki-laki yang duduk berada di sebelahnya begitu santai


"Ummm... Kami berdua sudah sering bertemu setiap hari jadi itu tidak perlu saling menyapa,"


"Nona, bisakah anda pindah dari kursi ini? Karena aku ingin duduk bersebelahan dengan Tuan Lucas,"


"Aku harap nona tidak keberatan,"


'Aku harus mengalah karena aku juga bukan siapa-siapa di pesta ini,'


"Baiklah silah-"


"Tidak aku keberatan nona,"


Rejects The Prince And Becomes The Aide's Fiancé

__ADS_1


__ADS_2