Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé

Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé
Bab 17 Kehidupan Sebelumnya


__ADS_3

"Aneh, semuanya berjalan sangat lancar kemarin,"


"Tidak ada satupun iblis yang datang atau penyihir dan muridnya datang memberikan aku jam saku, apakah itu semua benar-benar hanya mimpi?" gumam Tia yang menatap ke arah makanan yang berada di atas meja makan tanpa menyentuhnya sedikitpun


Tia merasa kalau yang dia alami di dalam mimpi itu bukan hanya sekedar mimpi, karena bagaimanapun di dalam novel yang dia baca di kehidupan yang sebelumnya dan kehidupan yang lalu mereka di serang oleh iblis yang membuat ratusan orang kehilangan nyawa di dalam pesta. Tetapi kali ini semuanya tidak ada masalah membuat Tia merasa kalau kedepannya mungkin dia tidak akan bisa melakukan sesuatu untuk mencegah yang terjadi di masa depan.


"Tia, apakah kamu baik-baik saja?" tanya Lucas dengan tatapan khawatir kepada Tia yang tidak terlihat menyentuh makanannya sama sekali


"Aku baik-baik saja, hanya saja aku berpikir tentang perluasan bisnisku, tidak ada yang perlu kamu khawatirkan," ucap Tia sambil tersenyum dengan tulus kepada sosok laki-laki yang berada di depannya menggenggam tangan Tia


Lucas merasa ada yang di sembunyikan oleh Tia, karena Tia tidak pernah terlihat khawatir dalam mengambil sebuah keputusan dan dia paling tau, kalau Tia mengalami hal besar tanpa sadar dia akan mengigit bibirnya dan menatap dengan tatapan yang suram.


Setelah sarapan selesai, Lucas dan Tia berpisah mengurus urusan masing-masing ketika Lucas berpisah dia melakukan hal yang tidak biasanya dia lakukan yaitu pergi ke perpustakaan. Di dalam ruangan itu terdapat banyak buku yang jumlahnya tidak terhitung dan di sana juga terdapat sebuah rahasia yang tidak sengaja di temukan olehnya di balik rak-rak buku.


Ketika rak-rak buku itu terbuka maka terlihatlah sebuah perpustakaan besar yang sama luasnya lagi dengan perpustakaannya yang sebelumnya.


"Sudah lama tidak bertemu dengan anda yang mulia dewa Drake," ucap Lucas berlutut memberi hormat kepada sosok laki-laki berambut merah panjang dengan pita yang terikat duduk di kursi besar dengan di depannya banyak sekali tumpukan kertas

__ADS_1


"Sudah lama tidak melihatmu mengunjungi aku sejak kamu minta untuk waktu di putar kembali untuk menyelamatkan gadis itu," ucap Drake dengan seringai yang lembut kepada Lucas sambil memberikan isyarat untuk Lucas berhenti berlutut di depannya dan duduk di kursi kosong yang ada di depannya


Lucas yang melihat isyarat itu langsung duduk di kursi kosong, sambil menatap sosok laki-laki di depannya yang sibuk dengan tumpukan kertas yang menggunung.


"Jadi, apakah kamu ke sini hanya untuk menonton kesibukan aku?" tanya Drake yang membagi fokusnya kepada Lucas dan kepada dokumen yang ada di depannya


"Tidak, aku ke sini ingin bertanya apakah kamu benar-benar dewa takdir dan mimpi? Tapi kamu terlihat sibuk sendiri di perpustakaan keluargaku bukan di suatu tempat yang misterius seperti dewa lain," ucap Lucas yang menghela nafasnya sambil menatap menyidik seluruh dokumen yang ada di atas meja itu


"Tentu saja aku benar-benar dewa hanya saja aku seorang dewa yang pensiun, posisiku digantikan oleh muridku yang sangat berbakat dan juga tidak pernah berhati lembut kepada siapapun, sekarang saja dia sudah mulai mendidik seorang murid," ucap Drake dengan seringai yang bangga mengingat muridnya yang tumbuh menjadi dewa yang hebat menggantikan dirinya hingga tidak perlu membuatnya bolak-balik ke sana


"Kenapa harus pensiun di mansion ini?" tanya Lucas dengan tatapan kebingungan karena dia tidak terlalu mengenal sang dewa di kehidupan yang sebelumnya


Lucas yang saat itu jatuh cinta dengan sangat tulus kepada gadis utusan dewa itu bahkan rela membuatnya lupa dengan tugasnya sebagai seorang Duke muda, menghabiskan waktu bersama kemanapun gadis itu pergi, tetapi di sisi lain gadis itu juga dekat dengan sang pangeran yang merupakan tunangan dari putri keluarga Duke Shavonne.


Sampai suatu hari keluarga kerajaan mengadakan pesta ulang tahun raja, sang putra mahkota datang bukan bersama dengan tunangannya, tetapi malah bersama dengan gadis kesayangan para dewa itu mulai membuat sebuah pertengkaran yang di akhiri dengan tangannya pergi ke taman dengan tatapan benci dan kesal.


Di pesta itu tidak ada satupun orang yang terlihat membela putri keluarga Shavonne yang menjadi tunangan putra mahkota itu seolah-olah mereka juga setuju, jika kalau gadis yang kejam itu tidaklah pantas menjadi seorang ratu di negeri ini di masa depan itulah juga pikir Lucas pada saat melihat gadis itu bersikap kasar di depan semua orang.

__ADS_1


"Bagaimana bisa dia mengatakan itu? Apakah mereka hanya menyukai drama hingga harus menutupi kebenaran kalau gadis telah merebut tunangan seseorang?"


"Kenapa aku yang selalu berusaha yang terbaik selalu di anggap sebagai orang yang jahat? Padahal aku tidak melakukan penindasan apapun kepada gadis itu,"


"Ini tidak adil," ucap seorang gadis yang duduk di tangga gazebo di luar tempat pesta itu di adakan sambil mengelus-elus seekor kucing yang entah dari mana asalnya bersamaan air mata yang membajari pipinya


Lucas yang saat itu tidak sengaja melewati taman tempat pesta itu di adakan hanya bisa berhenti di dekat semak-semak di dekat gazebo itu, ketika dia mendengarkan tangisan dan ucapan dari seorang gadis. Dia merasa tidak akan sopan untuk dirinya tiba-tiba lewat di saat seseorang tidak ingin sisi lemahnya terlihat oleh siapapun. Dia berdiam di sana sambil mendengarkan dan mengintip sosok gadis yang sedang menangis itu.


"Apakah benar-benar bisa seorang gadis yang tidak punya hati nurani itu menangis seperti itu?"


"Padahal tadi sangat jelas kalau dia membentak seseorang tanpa adanya keraguan sama sekali," ucap Lucas dengan pelan menatap gadis yang tidak jauh dari pandangannya


Setelah beberapa saat gadis itu akhirnya telah berhenti menangis dan masih duduk di sana mengelus-elus kucing itu kemudian mengangkat kucing itu setinggi kepalanya.


"Kucing kecil, kamu pasti selama ini juga selalu sendirian bukan di dunia ini?"


"Karena kita sama-sama kesepian kita bisa menjadi teman, aku akan sering-sering berkunjung ke sini untuk menemui dirimu, walaupun ada pilihan lain seperti membawamu pulang ke mansion, tetapi aku takut nanti kamu di perlakukan tidak baik,"

__ADS_1


"Apakah dia benar-benar seorang gadis yang di rumorkan itu? Bagaimana bisa dia berperilaku lembut dan baik kepada seekor binatang? Dan bahkan juga tadi dia meruntuhkan temboknya di saat tidak ada orang yang melihatnya,"


Rejects The Prince And Becomes The Aide's Fiancé


__ADS_2