
"Lucas, selama sebulan ini, aku lihat kamu sering keluar dari mansion secara diam-diam,"
"Apa yang kamu lakukan di kota tanpa sepengetahuanku?" ucap Aly dengan tatapan yang serius dan tajam ke arah sosok laki-laki yang sedang tersenyum dengan riang sambil mengerjakan semua kertas yang berada di atas meja
"Aku tidak melakukan apa pun, dan dari mana kamu mengetahui kalau aku keluar kota secara diam-diam? Kamu menempatkan mata-mata di dekat atasanmu ya sekarang?"
"Kamu sudah berani menusukku di belakang?" ucap Lucas dengan tatapan tajam dan tangan yang berhenti menari-nari di atas kertas
"Jika aku berani menusuk kamu, adikmu akan membunuhku," ucap Aly dengan senyuman yang terpaksa
Setelah Lucas mendengarkan ucapan itu dia diam tersenyum tidak bisa berkata-kata lagi, karena dia tau secara diam-diam baik adiknya maupun Aly saling menyukai secara tidak sadar. Lucas juga tidak sadar kalau dia sudah menjadikan berjalan-jalan di alun-alun kota ini bukan hanya untuk sekedar mencari hiburan tetapi juga untuk melihat seorang gadis yang membuatnya merasa nyaman dan berdebar ketika berduaan. Tetapi saat itu dia belum sadar kalau nyaman dan berdebar itu adalah sesuatu yang akan membuatnya terlambat, karena di hari itu sebuah pesta yang menjadi akhir dari gadis yang di pandang orang-orang sebagai penjahat yang kejam.
"Tia Shavonne mulai sekarang pertunangan kita di batalkan,"
"Dan kamu akan diberikan hukuman mati, karena meracuni calon ratu baru Kerajaan ini," ucap sesosok laki-laki berambut emas bermata biru dengan tatapan dingin dan muak kepada sesosok gadis berambut coklat terduduk di atas lantai karena lemas dan tidak percaya mendengarkan ucapan yang begitu dingin
"AKU TIDAK PERNAH MELAKUKAN HAL KOTOR SEPERTI ITU DAN JUGA SEJAK AWAL GADIS ITU ADALAH ORANG KETIGA DI DALAM HUBUNGAN KITA,"
"APAKAH DI MATAMU AKU TIDAK BEGITU LAYAK UNTUK DI PERCAYA," teriak Tia dengan kepalan tangan dan bibir yang digigit dengan tatapan yang begitu kecewa kepada sosok laki-laki di depannya
Lucas yang melihat kejadian itu merasa tersayat dan berniat ingin menolong Tia, tetapi saat itu juga dia langsung di cegah oleh sahabatnya untuk tidak ikut campur dalam masalah percintaan orang lain di depan umum karena berkemungkinan di anggap sebagai bersekongkol dalam melakukan perbuatan yang berat itu. Dua hari telah berlalu dan dia masih mencari cara untuk membantu Tia keluar dari masalah, tetapi semuanya sia-sia karena di saat itu sebuah koran sampai di tangannya dengan berita duka kematian gadis itu yang dikatakan sebagai bunuh diri.
Lucas yang membaca itu di penuhi dengan perasaan sakit menusuk, sedih, gemetar dan marah karena dia merasa sangat terlambat untuk menolong gadis itu, di saat itulah dia paham perasaannya kalau dia mencintai gadis itu tetapi semuanya kini hanya tinggal di dalam ingatannya, walaupun begitu dia tetap berusaha untuk mencari cara membersihkan nama baik gadis itu dengan membuka kembali kasus racun putri mahkota yang baru saat ini walaupun putri mahkota baru ini adalah gadis yang dulunya pernah mengambil hatinya.
__ADS_1
Dalam waktu satu tahun siapa yang menyangka, kalau Lucas berhasil membuat nama Tia menjadi bersih dan di saat itu juga dia mengambil ahli mayat Tia yang di buang secara sembarangan oleh kerajaan, untuk di kuburkan di pemakaman milik keluarganya. Setiap harinya Lucas datang ke makam itu dan membawakan karangan bunga di saat itu juga tanpa sengaja dia bertemu dengan sosok laki-laki yang membuatnya seperti saat ini.
"Kamu tidak sopan Lucas, bagaimana bisa aku bercerita kamu melamun seperti itu?" ucap sosok laki-laki yang berada di depannya dengan kesal
"Yah, maafkan aku, karena aku tanpa sadar mengenang sedikit masa lalu yang pahit menimpa seorang gadis yang manis dan polos tidak tau apa-apa," ucap Lucas dengan tawa yang pahit walaupun tidak terlihat ada yang lucu dari percakapan mereka berdua
"Baiklah, aku rasa aku harus pergi sekarang,"
"Karena sekarang aku merasa lega dan sudah tidak ada yang bisa aku tanyakan lagi,"
"Terima kasih telah menjawab beberapa pertanyaanku," ucap Lucas dengan senyuman pergi meninggalkan ruangan itu di balas dengan lambaian tangan
Lucas merasa lega karena dia mengingat caranya untuk melindungi Tia tanpa harus mengandalkan campur tangan para dewa walaupun dia tidak mengetahui apa yang terjadi di masa depan, tetapi dia berpikir kali ini dia juga harus berusaha yang terbaik untuk orang yang benar-benar dia cintai.
"Ugh... Sepertinya ada yang membicarakan aku dari belakang," gumam Tia yang langsung menjauhkan tangannya dari kertas yang sedang dia tulis karena dia tidak ingin membuat pekerjaan menjadi dua kali
"Tia kalau kamu sakit katakan saja dimana sakitnya dokter keluarga kami sangat mahir dalam mengobati segala macam penyakit,"
"Dan jangan memaksakan dirimu seperti itu, lagipula keluarga kami kaya pasti mampu membeli semua yang kamu inginkan," ucap seorang gadis berambut hitam mengaduk-aduk cangkir teh yang dimasukkan beberapa gula berbentuk dadu ke dalam tehnya di sofa yang jaraknya tidak jauh dari Tia
"Aku benar-benar tidak apa-apa dan terima kasih atas perhatiannya No-,"
"Melody,"
__ADS_1
"Tapi bagaimanapun juga, aku adalah orang yang jarang sakit," ucap Tia dengan senyuman yang kaku
Tia dan Melody berbincang-bincang, walaupun Tia sedang sambil mengerjakan pekerjaannya. Beberapa jam kemudian terdengar suara ketukan pintu dan terlihat sesosok laki-laki masuk ke dalam ruangan.
"Nona Tia maafkan saya mengganggu anda,"
"Saya ke sini untuk menjemput gadis yang kabur dari pesta teh yang di adakan oleh keluarga kerajaan, katanya ketika sampai dan di tinggal jauh oleh kereta kuda gadis itu kabur entah kemana,"
"Tetapi dia ternyata pulang ke rumah," ucap laki-laki itu dengan tatapan tajam tetapi lembut ke arah Melody yang duduk di sofa dengan santai minum teh
"Melody, apakah kamu terluka selama menuju kembali ke wilayah Chevalier? Jika kamu mencoba menyembunyikan lukamu karena takut denganku yang memarahi kamu,"
"Lebih baik kamu pikirkan dulu keselamatanmu," ucap sosok laki-laki itu lagi dengan helaan nafas panjang dan langsung menggendong Melody ke dalam pelukannya dengan gaya bridal style
Melody hanya diam tidak banyak berbicara ataupun memberontak pada saat di gendong seolah-olah sudah biasa di perlakukan seperti itu oleh laki-laki itu.
"Nona Tia kalau begitu saya pamit dulu maaf mengganggu,"
"Apakah ada orang yang bisa melakukan itu tanpa ada malu seolah-olah dia sudah profesional melakukan hal romantis seperti itu?"
"Bukankah ini aneh?"
Rejects The Prince And Becomes The Aide's Fiancé
__ADS_1