Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé

Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé
Bab 31 Lupakan Dia


__ADS_3

"Apakah kalian berpikir kalau aku ini hanya angin lalu di sini?"


"Matilah kalian berdua terjebak di bawah sana hangus terbakar," ucap sosok perempuan berambut hijau dengan tawa jahat yang lantang


Dengan isyarat dari sosok perempuan berambut hijau itu ular itu bergerak menyerang dengan mengeluarkan api dari dalam mulut ke arah lubang yang dia buat sebelumnya, Tia dengan kemampuan sihirnya yang pas-pasan membangun sebuah perisai untuk melindungi dirinya dan Lucas dari api panas itu. Serangan api yang terus-terusan di kerahkan oleh luar itu ke dalam lubang lama-kelamaan membuat lubang itu menjadi sangat panas hingga Tia tidak bisa menahan sihir perlindungan, pada akhirnya serangan itu langsung di membuat Tia sesaat terkena api itu di depan mata Lucas.


Lucas yang merasa dirinya gagal melindungi Tia langsung menggunakan kekuatan terkutuk dan terlarang yang dia miliki supaya dia bisa membunuh iblis yang baru saja melukai Tia hingga tidak sadarkan dirinya, walaupun dia tau bayaran dari sihir itu adalah hampir setara dengan nyawanya sendiri dia tidak mempermasalahkannya sebab dia sudah berjanji kepada dirinya sendiri untuk melindungi Tia sampai akhir hidupnya.


'Tia, jika memang benar ini adalah akhir dari hidupku tolong hidup dengan bahagia ya walaupun tanpa aku,"

__ADS_1


"Karena bagaimanapun aku mencintaimu, harapanku tidak banyak hanya kamu nantinya menemukan sosok laki-laki yang mungkin lebih pantas daripada aku," ucap Lucas dengan senyuman pahit memandangi Tia yang terbaring tidak sadarkan dirinya dengan mengecupnya sebagai tanda perpisahan terakhirnya mungkin untuk Tia


Di sisi lain di dalam alam sadarnya Tia berada di sebuah tempat yang aneh karena tempat itu ada sebuah adegan Lucas yang sedang bertarung dan dirinya yang terbaring tidak sadarkan diri, sebuah kursi, meja, serta teh dan camilan di atas meja itu membuat Tia cukup kebingungan ini sebenarnya mimpi atau tempat apa sampai terdengar suara langkah kaki dan seseorang bertepuk tangan muncul ke arah Tia.


"Sudah lama tidak bertemu denganmu nona Tia Shavonne,"


"Dewa waktu dan mimpi benar-benar sangat mencintaimu bukan? Sang dewa bahkan rela memberikan dirimu sebuah artefak yang harganya tidak akan pernah ternilai oleh uang dan emas manapun,"


"Karena harganya adalah hidupmu atau umurmu sendiri yang kamu sia-siakan," ucap sesosok laki-laki yang tidak asing membuat Tia langsung waspada bersiap menyerang sedangkan laki-laki itu dengan santai berjalan menuju ke salah satu kursi kosong yang ada di dekat Tia

__ADS_1


Dengan santai laki-laki itu duduk di kursi itu dan menyilangkan kakinya menatap setiap adegan pertarungan yang terjadi di sana, sedangkan Tia merasa tidak berdaya di sana berusaha waspada kepada sosok laki-laki di depannya.


"Apakah kamu akan terus berdiri dan memandangi layar itu? Lebih baik kamu duduk dan menyaksikan laki-laki keluarga Chevalier keturunan terkutuk itu mati dan kamu habis ini tinggal denganku, di istana kerajaan iblis," ucap sosok laki-laki itu dengan tatapan dingin dan seringai lembut kepada Tia


"Dia adalah rantai pengekangan dirimu, bukan orang yang benar-benar ingin mencintai dirimu dengan tulus,"


"Jadi lupakan dia dan tinggal bersamaku,"


Rejects The Prince And Becomes The Aide's Fiancé

__ADS_1


__ADS_2