Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé

Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé
Bab 39 Foto


__ADS_3

Beberapa bulan telah berlalu sejak Tia dan Lucas telah tidak berhubungan lagi, Tia sudah mulai fokus untuk menyibukkan diri sambil memulihkan dirinya sendiri tanpa berpikir tentang apa pun yang berhubungan dengan Lucas, walaupun terkadang dia merasa hatinya ada yang hilang. Dia tetap hidup kini di sebuah mansion yang cukup besar untuk dirinya di kursi roda, menggunakan hadiah uang yang diberikan kerajaan dan bisnisnya yang berkembang akibat dari orang yang pernah memberikannya sponsor.


"Nona, yang mulia putra mahkota datang berkunjung," ucap seorang pelayan yang membuka pintu dengan tatapan berbinar-binar


"Baiklah, aku akan segara kesa-"


"Tidak perlu menyambutku, aku sudah bilang akan langsung datang menemuimu bukan?" sela putra mahkota dengan senyuman yang lembut sambil berjalan ke arah Tia yang duduk di kursi rodanya


Sang putra mahkota mengelus-ngelus kepala Tia dengan penuh kasih sayang layaknya seorang kekasih membuat Tia merasa kebingungan dengan perilaku baik yang di tunjukkan oleh sosok laki-laki itu kepadanya padahal jelas di masa lalu dia sendiri di tolak dengan terang-terangan bahkan sedikit waktu saja tidak pernah diberikan kepadanya.


"Ada apa hari ini yang mulia putra mahkota datang ke sini jauh-jauh?" tanya Tia dengan senyuman yang ramah


"Hanya berkunjung untuk melihat keadaanmu, apakah kamu sudah baik-baik saja sejak pemutusan pertunangan hari itu?"


"Aku akan ada di sini untuk menemanimu jadi yakinlah kalau kamu akan baik-baik saja," ucap sang putra mahkota dengan tatapan yang lembut dan terlihat begitu tulus di mata Tia membuat hati Tia merasa tersentuh sesaat teringat perhatian-perhatian kecil yang memang pernah di berikan oleh putra mahkota kepada dirinya di masa lalu


Di sisi lain Lucas sudah mulai mengerjakan tugasnya sebagai asisten pribadi putra mahkota dengan terkadang beberapa kali dia di kunjungi oleh sang gadis anak kesayangan dewa berambut perak. Dia sama sekali tidak terganggu, tetapi hanya saja saat ini dia merasa sangat hampa dan dingin seperti kembali ke masa lalunya sampai dia pulang ke mansion keluarga Duke dengan mengambil cuti beberapa hari, terlihat sebuah foto Lucas memangku Tia di dalam pelukannya dengan senyuman manis terpajang di atas meja kerjanya saat dia masuk ke dalam ruangan itu sesaat membuat hatinya merasa sakit tertusuk, tetapi dia merasa mungkin hanya kutukannya yang kembali


"Aly, singkirkan foto ini dari mejaku,"

__ADS_1


"Terserah mau kamu lakukan apa dengan foto ini, tetapi jangan sampai foto ini di atas meja kerjaku lagi,"


"Karena aku tidak suka dengan gadis ini," ucap Lucas yang melemparkan foto berbingkai itu ke arah Aly yang padahal bisa saja foto itu terjatuh dan pecah tetapi dia tidak peduli apa yang akan terjadi dengan selembar foto itu


Aly yang melihat perubahan yang begitu cepat dari Lucas hanya bisa menuruti keinginannya, karena dia tau dengan jelas sikap yang begitu dingin itu sama sekali tidak bisa di ajak negosiasi atau berbicara santai. Lucas yang mereka lihat saat ini seolah-seolah adalah sifat sebenarnya dan yang mereka lihat biasanya adalah palsu guna melemahkan pengawasan semua orang.


Lucas langsung duduk di kursinya dan mulai memeriksa semua berkas yang ada di atas mejanya dengan masih menggunakan kacamata monocle, tanpa banyak berbicara dan tatapan yang sangat dingin fokus dengan semua kertas yang dibacanya. Aly berpikir kali ini mungkin memang tidak ada harapan lagi untuk membuat seorang laki-laki berhati dingin setebal es ini mencair.


Beberapa jam berlalu Lucas dan Aly sama sekali belum berbicara lagi sama sekali, mereka berdua hanya fokus dengan dokumen yang bertumpuk di atas meja mereka masing-masing sampai terdengar suara ketukan pintu dan seorang pelayan menyampaikan informasi kalau seorang pangeran yang berasal dari timur tengah berkunjung untuk menemui Lucas. Lucas langsung bangkit dari kursinya dan menoleh ke Aly.


"Bawakan aku semua laporan yang terjadi selama aku tidak sadarkan diri selama beberapa bulan ini, nanti laporkan kepadaku setelah para tamu pulang,"


"Lucas Shavonne, sudah lama tidak bertemu,"


"Mari kita bahas isi dari kontrak yang kita bicarakan, kamu tidak mungkin lupa bukan sama seperti kamu lupa dengan tunanganmu dan menjaga jarak dengan semua orang yang berharga untuk dirimu," ucap Zayyan dengan kedua kali yang di silangkan dan kedua tangan yang di lipat di depan dada menatap sosok Lucas yang berjalan masuk ke dalam ruangan tamu sambil menjentikkan jari memasang sihir peredam suara dan pelindung


Terlihat di dalam ruangan yang besar kini hanya ada ketiga orang yaitu Lucas, Jamil dan Zayyan membahas isi perjanjian yang mereka telah buat sebelumnya di dalam istana emas dewa kekayaan dan air.


"Tenang saja, tidak akan ada orang yang akan mendengarkan pembicaraan kita bertiga di dalam ruangan ini, jadi kamu bisa dengan santai berbicara dengan kami,"

__ADS_1


"Tapi, kamu yakin ingin menanggung semuanya sendirian untuk melawannya? Tidak mudah melakukan sesuatu tanpa campur tangan dewa sendirian,"


"Contohnya saja Zayyan, dia selalu saja membeli barang-barang mewah dan memintaku untuk membayarnya,"


"Kalau tidak ada aku, mungkin dia akan di anggap sebagai pencuri atau bahkan di jual oleh orang-orang," ucap Jamil dengan kedua tangan di lipat di depan dadanya dengan helaan nafas panjang menatap Zayyan yang sedang asik minum teh dan memotong-motong kue yang ada di atas meja bersikap seolah-olah ucapan Jamil yang berbicara tentang dirinya hanya angin


"Aku mengerti situasinya, tetapi aku telah membuat kontrak dan jiwaku adalah taruhannya,"


"Maka aku berjuang sebaik mungkin untuk menjalankannya sebagai sesama pedagang kita harus saling mengikuti aturan yang di berikan bukan?" ucap Lucas dengan kepalan tangan dan tatapan yang sangat serius di tunjukkan kepada Jamil dan Zayyan yang duduk di depannya


Zayyan dan Jamil yang melihat hanya tersenyum dan menganggukkan kepala, mereka merasa sangat menyukai sikap dari Lucas yang sama sekali tidak terguncang dengan pernjanjian yang mustahil di lakukan oleh manusia biasa.


Jamil dan Zayyan kemudian menyusun semua strategi dan perlengkapan untuk Lucas pergi berjalan kaki ke istana kerajaan iblis, karena mustahil untuk dirinya menggunakan sihir langsung teleportasi ke istana kerajaan iblis langsung. Di saat yang sama Tia memiliki firasat buruk tentang sesuatu, tetapi dia tidak tau apa yang membuatnya merasakan cemas kepada sesuatu yang tidak di ketahui olehnya.


"Aku tidak tau apa yang akan terjadi, tapi aku harap semuanya baik-baik saja,"


"Jangan sampai ada orang yang menggantikan kematianku,"


Rejects The Prince And Becomes The Aide's Fiancé

__ADS_1


__ADS_2