
Setelah Tia terbangun hari-harinya di dalam ruangan selalu di isi dengan berbagai macam hadiah dan jenis bunga semua itu diberikan dari seluruh orang sebagai ucapan terima kasih, karena telah melindungi negeri mereka dari ancaman para iblis yang kejam. Tetapi, Tia merasa tidak berbuat sesuatu yang seluar biasa itu kepada istana kerajaan ataupun kepada dunia ini.
Tia merasa tidak pantas atau terbiasa menerima pujian-pujian dari orang-orang, karena dia tau dengan jelas orang-orang yang memujinya ini adalah orang-orang yang dulunya di masa lalunya pernah menghina dirinya dan tidak percaya kepada Tia jadi dia tidak akan merasa begitu istimewa tentang ucapan-ucapan itu. Itu hanyalah sekedar formalitas belaka, supaya nantinya Tia bisa di ajak berpihak kepada mereka.
"Nona Tia, aku datang berkunjung," ucap sesosok laki-laki berambut emas yang mengetuk pintu kemudian membuka pintu besar melihat ke arah Tia yang sudah bisa duduk bersandar di atas tempat tidur saat ini
"Aku ke sini membawakan beberapa cemilan manis untukmu, kamu pasti akan menyukainya," ucap sosok laki-laki berambut emas itu sambil meletakkan sepotong kue di atas meja sebelah tempat tidur Tia kemudian duduk di kursi kosong yang jaraknya tidak jauh dari Tia
"Yang mulia putra mahkota,"
"Anda tidak perlu bersusah payah datang ke sini untuk memberikan saya sepotong kue, dan jika anda ketahuan anda akan di seret oleh para dokter," ucap Tia dengan tawa yang kaku ke arah sosok laki-laki yang dulunya pernah menjadi bagian penting di dalam hidupnya
__ADS_1
"Tidak apa-apa, tidak akan ada yang berani menghukum seorang putra mahkota Kerajaan,"
"Kamu juga percaya itu bukan?" ucap sang putra mahkota dengan mengedipkan matanya kepada Tia membuat Tia mengangguk setuju
"Apakah Lucas masih belum bangun? Kapan aku bisa di izinkan untuk menjenguk dirinya?" tanya Tia dengan tatapan yang penasaran dan kepala yang tertunduk
"Nona Tia aku tau kamu khawatir kepadanya, tetapi tenang saja dia mungkin akan baik-baik saja jadi fokus kepada penyembuhan dirimu saat ini dulu sampai dokter mengizinkan kamu untuk beraktifitas kembali," ucap sang putra mahkota dengan senyuman yang lembut dan meletakkan tangannya mengelus-elus kepala Tia
"Yang mulia putra mahkota, ada perlu apa dengan saya? Apakah anda sakit atau terluka?" tanya sosok laki-laki berkacamata yang terlihat usianya tidaklah lagi muda
"Tidak, bukan aku yang sakit atau terluka,"
__ADS_1
"Ada hal lain yang ingin aku bicarakan denganmu, ini tentang Lucas asisten pribadiku yang masih belum bangun,"
"Aku ingin kalian terus memberikan suntikan obat itu, dan jika sang gadis Saint menanyakan tentang kondisinya katakan saja kalau Lucas masih belum bisa sadar,"
"Katakan juga waktu pemulihannya masih sangat lama kalau bisa buat pemulihannya lambat supaya dia tetap berada di dalam istana ini," ucap sosok sang putra mahkota kepada sosok laki-laki yang berdiri di depannya
Putra mahkota yang awalnya tidak tertarik kepada Tia, tiba-tiba saja rela melakukan apapun untuk memiliki Tia bahkan jika itu harus di buatkan sangkar burung untuk mengekang kebebasan Tia.
"Aku hanya ingin memiliki dia,"
"Karena, dia satu-satunya gadis yang menarik perhatianku tanpa aku sadari walaupun tanpa sebab hatiku seperti ada yang menusuk-nusuk setiap kali aku melihatnya,"
__ADS_1