Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé

Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé
Bab 24 Gelana


__ADS_3

"Ini demi keamanan aku bukan?"


"Jadi nona Tia kamu sama sekali tidak keberatan bukan? Jika tuan Lucas mengawal aku setiap hari," ucap gadis berambut perak itu dengan tatapan gadis yang tidak berdaya ke arah Tia di depan semua bangsawan yang hadir


Jika Tia menolak mungkin dia akan dianggap sebagai orang yang egois dan jika dia tidak menolak maka hatinya entah kenapa sangat sakit dan sesak disertai berbagai macam pemikiran yang negatif menghampiri dirinya hanya, karena Lucas melindungi anak kesayangan para dewa ini. Walaupun begitu Tia sadar kalau dia hanyalah bertunangan kontrak dengan Lucas yang akan pergi jika Lucas menemukan sosok gadis yang benar-benar tulus mencintai dirinya ditambah lagi dia telah berjanji untuk tidak terlena karena cinta itu adalah ilusi di kehidupan ketiganya.


"Aku keberatan, karena aku seorang asisten pribadi putra mahkota,"


"Aku tidak bisa menggunakan senjata dan tubuhku juga lemah, jika aku yang melindungi seorang gadis yang merupakan anak kesayangan para dewa bukankah sama saja dia akan mati,"


"Aku harap kalian para bangsawan yang berkumpul di dalam rapat ini bisa lebih tegas dalam mengambil keputusan tanpa harus menggunakan pertimbangan dari orang yang di minta untuk di lindungi," ucap Lucas dengan tatapan yang dingin sambil meletakan dagunya di atas kepala Tia yang masih berada di dalam pelukannya dengan manja


Semua bangsawan di dalam ruangan termasuk Tia membelalakkan mata tidak percaya kalau ada orang yang tanpa mencoba langsung menyerah dan mengakui kalau dirinya adalah orang yang lemah, padahal banyak sekali para kesatria di luar sana yang langsung berbondong-bondong mengantre dan bertarung hanya untuk posisi penting itu. Tetapi Lucas dengan tidak peduli menolak langsung tawaran itu seakan-akan itu sama sekali tidak penting untuk dirinya.


"Apakah kamu gila Lucas menolak tawaran langsung dari seorang anak kesayangan para dewa?"


"Kamu harusnya merasa bangga bisa mengorbankan nyawamu kepada seorang anak kesayangan dewa," ucap salah seorang bangsawan paruh baya dengan mengerutkan keningnya sambil memukul keras meja menggunakan kepalan tangannya


"Kenapa aku senang? Dia bukan gadis yang aku cintai, apakah kamu tidak bisa melihat kalau aku sudah ada perempuan cantik yang harus di jaga?" ucap Lucas dengan tatapan yang dingin sambil memeluk erat Tia


Tia yang di peluk hanya diam tidak ikut campur di dalam pelukan Lucas, sesaat dia merasakan tatapan benci dan aura kegelapan di samping kirinya, tetapi saat dia menoleh hanya ada anak kesayangan dewa yang tersenyum ketika mata mereka berdua bertemu. Tia merasa mungkin hanya perasaannya saja kalau ada yang menatapnya seperti itu, rapat itu berlangsung hingga berjam-jam dan akhirnya mereka membuat keputusan kalau penjagaan akan di lakukan oleh keluarga kerajaan putra mahkota langsung.


Ketika rapat selesai dan semua orang puas dengan keputusan yang di buat, semua orang langsung keluar dari ruangan dan pulang ke rumah masing-masing. Walaupun terlihat semua orang puas dengan keputusan itu ada satu orang yang sama sekali tidak suka dengan hasil yang keluar dari rapat itu.

__ADS_1


"Kenapa hasilnya bisa seperti itu? Seharusnya dia menurut kepadaku,"


"Aku adalah anak kesayangan dewa, tapi kenapa yang aku inginkan tidak bisa di turuti oleh dia?"


"Apakah harus gadis itu yang aku hancurkan?" ucap seorang gadis berambut perak sambil membanting-banting barang yang ada di sekitarnya hingga ruangan itu terlihat sangat berantakan


Tiba-tiba saja cermin di kamar gadis itu bersinar sangat terang menunjukkan sesosok laki-laki berambut hitam bermata merah dengan kaki yang menyilang tersenyum dingin menatap sosok gadis di dalam ruangan itu. Sosok gadis yang melihat laki-laki itu muncul di cermin miliknya tiba-tiba langsung berjalan mundur beberapa langkah ke arah belakang dengan tatapan waspada dan berhati-hati.


"Apakah kamu ingin mendapatkan apa yang kamu inginkan? Aku bisa mengabulkannya untukmu semuanya,"


"Tetapi tentu saja ada bayaran yang setimpal dari yang kamu inginkan itu, jadi pikirkan dengan baik," ucap laki-laki di cermin itu dengan seringai ke arah gadis di dalam ruangan yang telah berantakan


Gadis di dalam ruangan itu terdiam sesaat dan menatap menyidik ke arah sosok laki-laki yang tersenyum dengan yakin di dalam cermin tanpa takut kalau gadis itu akan menolaknya.


"Pilihan yang bijak, nona Galena katakan permintaanmu maka aku akan langsung membuat kontrak itu," ucap sosok laki-laki itu dengan senyuman ramah sambil menjentikkan jarinya tiba-tiba muncul sebuah gulungan kertas dan pena bulu di kamar milik Galena


"Aku ingin semua laki-laki dan perempuan tunduk kepadaku," ucap Galena dengan senyuman yang angkuh dan kedua tangan yang terlipat di depan dadanya


"Itu adalah hal yang mudah baiklah dan sebagai bayarannya aku minta kamu dapatkan gadis bernama Tia itu,"


"Karena gadis itu sangat menarik untukku," ucap sosok laki-laki dari balik cermin itu dengan seringai yang langsung sanggupi oleh Galena dengan anggukan kepala


Setelah selesai kertas kontrak itu di tulis Galena mengalami sesak napas, jantung yang berdetak dengan cepat dan sakit di bagian dada seolah-olah ada yang menusuk dirinya.

__ADS_1


"Minum ramuan itu maka semua orang akan patuh dengan dirimu,"


"Aku harap kamu benar-benar memenuhi kontrak yang kamu buat," ucap sosok laki-laki itu dengan menjentikkan jarinya tiba-tiba muncul sebuah ramuan di tangan milik Galena


Di sisi lain Tia sedang bersantai minum teh, sesaat merasakan perasaan tidak enak. Seolah-olah akan ada hal yang buruk terjadi nantinya di mas depan, tetapi saat ini dia berusaha untuk menikmati waktunya bersama Lucas, Melody dan Aly di taman.


"Tia, kamu ingin menambah gula atau tidak? Atau kamu ingin kue ini lagi? Aku akan meminta pelayan untuk membawakannya lagi," ucap Lucas dengan tatapan yang sangat perhatian kepada Tia


"Aku baik-baik saja, ini sudah cukup untukku,"


"Tidak perlu menambahnya," ucap Tia dengan senyuman yang lembut


Melody yang melihat kakaknya bersikap seperti anak anjing yang penurut kepada tuannya menatap dengan tatapan menyipit tidak percaya, karena bagaimana bisa orang yang terbiasa bau genangan darah di medan perang seperti ini.


Sedangkan Aly ikut berusaha mencoba melakukan hal yang sama kepada Melody, tetapi Melody hanya makan tanpa menoleh ke arah Aly yang mencoba memberikan perhatian.


'Entah kenapa aku kasihan dengan Aly karena menyuapi Melody makan tetapi perhatiannya ke arah sini,'


"Tuan ada surat resmi baru saja datang dari kerajaan tentang acara perburuan yang besar-besaran,"


'Alur ini aku pikir akan terjadi tahun depan, tetapi kenapa saat ini sudah di mulai?'


Rejects The Prince And Becomes The Aide's Fiancé

__ADS_1


__ADS_2