
"Melody, apakah kamu mendengarkan suara lonceng jam itu?" tanya Aly yang menoleh ke arah Melody berada di belakangnya
"Humm... iya aku mendengarkan, tapi apakah suara lonceng jam ini tidak aneh? Sudah sangat jelas sejak perjalanan kita menuju ke acara festival perburuan yang melewati beberapa kota tidak pernah terlihat ada sebuah menara jam atau pun tempat suci,"
"Dan bukankah ini sudah tiga belas lonceng itu berbun-"
"MELODY KITA HARUS LEBIH CEPAT KE TEMPAT SEMUA ORANG BERADA," sela Aly dengan teriakan yang tiba-tiba setelah mendengarkan ucapan dari Melody yang mengatakan jumlah dari lonceng menara jam itu berbunyi sebanyak angka terlarang di legenda para iblis
Keduanya yang menunggang kuda dengan kecepatan yang cukup normal langsung menaikkan kecepatan lebih tiga kali lipat dari sebelumnya, bersamaan dengan perasaan khawatir dan panik di dalam hati mereka berdua berharap tidak terjadi sesuatu yang buruk di dalam pikiran mereka. Tidak sampai seperempat jam mereka berdua telah sampai di tempat festival itu di selenggarakan, terlihat beberapa gadis yang tidak memiliki kemampuan sihir atau bertarung telah tergeletak tidak lagi bernyawa di sana.
__ADS_1
Terlihat betapa kacaunya suasana di area itu, karena terdapat beberapa monster tingkat tinggi dan dua orang iblis berada di sana dengan bahagia mendengarkan dan melihat suara teriakan, tangisan, kemarahan dan kebencian dari para manusia yang terlihat begitu menderita atau menyedihkan di depan mereka bertarung hingga nyawa mereka mati.
"Woah... Woah kelihatan kita punya dua tamu tambahan yang baru saja datang dengan berani setelah tiba di sini,"
"Hellen, apakah kamu mau bertaruh denganku? Tentang kedua manusia itu apakah mereka akan bertahan atau tidak?" ucap sosok iblis laki-laki berambut merah dengan seringai menatap Melody dan Aly yang sedang bertarung dengan para monster
"Baiklah, aku bertaruh mereka bisa bertahan sampai akhir," ucap Hellen dengan tatapan yang yakin kepada iblis yang berada di sebelahnya
"Kamu takut kalah jangan bertaruh denganku," ucap Hellen dengan wajah tanpa ekspresinya langsung membuat laki-laki itu berwajah merah dan menyetujui taruhan itu
__ADS_1
Aly dan Melody di bawah sana sedang bertarung dengan seekor monster tingkat tinggi berjenis serigala bersayap yang memiliki kecerdasan sendiri hingga membuat keduanya, harus bisa berpikir lebih serius tentang strategi dalam mengalahkan monster serigala bersayap tersebut.
"Aly, apakah kamu membawa artefak sihir?" teriak Melody yang sedang dalam posisi bertahan dari serangan Aly
Sedangkan Aly yang berada di dalam posisi menyerang, langsung mengerti yang di rencanakan oleh Melody dengan cepat dia melemparkan sebuah tabung kecil ke arah monster tingkat tinggi itu, dengan cepat monster itu menghindar tanpa mengetahui jenis artefak apa yang digunakan oleh Aly dan Melody menyerangnya hingga terperangkap monster itu ke dalam jebakan, ketika cahaya dari artefak itu bersinar terang telat sudah untuk monster itu menghindar, karena Aly dan Melody langsung menyerang ke arah monster itu dari kedua sisi yang berlawanan.
"Mana bisa di kalahkan begitu mudah? Itu salah satu monster tingkat tinggi yang aku besarkan dengan sepenuh hati?"
"Aku menang taruhannya, tetapi tentang keinginannya nanti saja aku bahas karena saat ini beberapa monster telah banyak berkurang yang artinya kita harus turun tangan,"
__ADS_1
Rejects The Prince And Becomes The Aide's Fiancé