Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé

Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé
Bab 6 Layaknya Seorang Iblis


__ADS_3

"Aku tidak menyangka dia memintaku untuk menyelidiki tentang diriku sendiri,"


"Sepertinya dia benar-benar mulai jatuh cinta kepadaku," ucap sosok laki-laki bertudung yang telah melepaskan topeng dan tudungnya sambil menyilangkan kedua kakinya


"Lucas, walaupun dia meminta informasi tentang dirimu, tetapi dia lebih tepatnya meminta informasi kamu yang seorang calon pewaris keluarga Duke Chevalier yang belum pernah muncul sedikit pun ke publik,"


"Yang katanya terkena kutukan dan seorang tiran, jadi tolong jangan menulis sesuatu yang berlebihan tentang dirimu yang seorang tiran itu," ucap sosok laki-laki yang berada di sebelahnya dengan helaan nafas panjang karena tidak tahan dengan sikap atasannya


Di sisi lain Tia yang telah mendapatkan alat tes DNA dari guild informasi, keesokan harinya memutuskan untuk menemui Duke dan berbicara mengenai hubungan ayah dan anak ini.


"Hari ini juga semuanya harus bisa aku selesaikan,"


"Supaya aku bisa memulai hidup yang aku inginkan," ucap Tia yang kini telah berdiri di depan pintu besar ruangan Duke


Tia mengetuk pintu besar di depannya sampai dia di izinkan masuk oleh seorang ajudan sang duke yang berada di dalam ruangan itu dengan membukakan pintu besar di depannya, ketika pintu terbuka terlihat sosok laki-laki paruh baya yang sibuk di depannya mengurus tumpukan dokumen tanpa menoleh ataupun berbicara kepada Tia yang kini telah berada di depannya.


"Tuan Duke ada hal penting  yang ingin saya bicarakan tentang hubungan ayah dan anak," ucap Tia dengan serius membuat sosok laki-laki paruh baya di depannya berhenti menggerakkan tangan di atas kertas dan menatap gadis yang ada di depannya dengan tatapan yang begitu dingin


"Tia, aku sedang sibuk tidak ada waktu untuk bermain-main dengan dirimu, jadi jangan mengatakan omong kosong dan kembali saja ke kamarmu atau tidak kamu belajar untuk menjadi seorang calon putri mahkota dengan baik," ucap sang duke dengan tatapan dingin ke arah Tia yang terlihat sedang bermain-main atau bercanda dengannya hanya untuk mendapatkan perhatian


Tia yang di anggap omong kosong meminta sang asisten Duke untuk mencari pelayan yang memiliki hubungan keluarga di dalam mansion untuk melakukan tes DNA menggunakan alat sihir yang di milikinya. Tanpa memerlukan waktu yang lama sang asisten kembali dengan dua laki-laki kembar, Tia kemudian mulai melakukan pengecekan terhadap orang-orang itu dan menunjukkan hasilnya hingga akhirnya sang Duke tertarik untuk melakukan tes DNA dengan Tia untuk membuktikan hubungan ayah dan anak, setelah melakukan pemeriksaan hasilnya cukup membuat Tia tidak lagi terkejut dengan hasil yang di tunjukkan.

__ADS_1


"Tuan Duke, hubungan kita bukan ayah dan anak kandung,"


"Jadi, saya harap tuan Duke membiarkan saya angkat kaki dari mansion keluarga Duke keluarga Shavonne ini,"


"Terima kasih telah merawat saya dan tenang saja saya tidak akan datang ke sini lagi setelah saya pergi,"


"Saya harap Anda bisa dengan cepat menemukan putri kandung Anda," ucap Tia yang memberikan hormat menundukkan kepala


Sang Duke tidak bisa berbicara banyak tentang gadis yang ada di depannya yang kini terlihat dengan jelas dari tatapan mata gadis itu begitu yakin untuk tetap keluar dari keluarga bangsawan yang memiliki reputasi yang bagus, kekayaan yang berlimpah dan kekuasaan yang begitu luas.


"Baiklah, karena memang terbukti kita bukan ayah dan anak, maka aku tidak akan banyak berbicara atau melarangmu untuk pergi,"


"Sebelum kamu pergi, aku akan memberikan sekantong koin emas supaya kamu bisa bertahan hidup sampai menemukan tempat yang kamu tuju dan bawalah beberapa barang milikmu juga," ucap sang Duke dengan nada yang begitu dingin menatap ke arah luar jendela tanpa membalikkan badannya sedikit pun menatap ke arah Tia yang berada di belakangnya


"Tuan Duke, bukankah Anda sangat menyayangi putri Anda, walaupun dia bukan anak kandung Anda sejak awal?"


"Kenapa Anda membiarkan dia pergi begitu saja?" ucap sang asisten yang berada tidak jauh dari sang Duke yang terlihat seperti orang tua yang tidak tega


"Diam,"


"Biarkan dia memilih jalannya sendiri, karena dia sudah besar dan aku juga yakin kalau dia akan hidup dengan baik di masa depan mengingat laki-laki yang mencintai dirinya adalah putra dari keluarga itu,"

__ADS_1


"Aku juga sadar sejak awal aku adalah sosok ayah yang keras untuk dirinya jadi biarkan dia bebas," ucap sang Duke dengan tegas dan dingin walaupun rasanya di dalam hatinya ada sesuatu yang kurang atau hilang


Tia akhirnya pergi melangkah keluar dari gerbang mansion keluarga Duke itu dengan sebuah koper kecil yang ada di tangannya, dia merasa lega kalau akhirnya dia bisa memilih hidup yang dia inginkan. Tempat pertama yang di kunjungi oleh Tia setelah dia berhasil keluar dari mansion keluarga Shavonne, dia langsung pergi mencari penginapan terdekat, kemudian mencari transportasi yang bisa membawanya ke mansion keluarga Duke Chevalier besok, alasan kenapa dia tidak langsung berangkat di hari ini, karena hari ini Tia ingin berkunjung ke guild informasi mengambil informasi yang di janjikan oleh sang pemimpin guild.


"Saya tidak menyangka kalau nona akan datang ke guild informasi lebih awal dari jam yang di tentukan,"


"Nona, kenapa Anda terburu-buru? Apakah ada masalah?" ucap sosok laki-laki bertudung dan bertopeng di depannya


"Tidak ada masalah hanya saja aku merasa lelah dari perjalanan jauh jadinya membutuhkan istirahat," ucap Tia dengan senyuman lembut


Tia sengaja menjawab penuh dengan kebohongan baginya tidak ada alasan untuk menjawab dengan jujur di tempat yang hanya memperlakukan uang adalah segalanya, dan kamu bisa mendapatkan yang kamu inginkan layaknya seorang iblis yang ingin mengambil nyawa seorang manusia hanya dengan mengajukan tawaran maka dia akan melakukan untukmu apapun itu.


Itu semua karena dia telah belajar dari ingatan kehidupan pertamanya dan kedua itulah yang dia yakin, kalau di dunia manapun licik dan kejam adalah orang yang menang dan yang bodoh hanya akan membuatnya menjadi pion catur yang di mainkan.


"Baiklah, ini adalah informasi yang anda minta semuanya telah tertulis di sana dan apakah ada hal lain yang bisa saya bantu untuk Anda nona?" tanya sosok laki-laki bertudung dan bertopeng itu dengan senyuman yang ramah


"Tidak ada, itu cukup terima kasih,"


"Nona, biarkan aku berikan sebuah saran,"


"Tidak ada orang yang akan bisa berjuang sendirian untuk menghadapi masalah, walaupun kamu takut di khianati tapi belajarlah dari perasaan sakit itu untuk tumbuh kuat dan cerdas,"

__ADS_1


"Aku tau itu terima kasih,"


Rejects The Prince And Becomes The Aide's Fiancé


__ADS_2