Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé

Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé
Bab 13 Gadis Kesayangan Dewa


__ADS_3

"Tia, jam ini aku berikan kepadamu,"


"Gunakan jam ini dengan baik dan bagaimana cara menggunakannya? Kamu akan tau saat nanti di masa depan," ucap sosok laki-laki jubah hitam dengan tatapan yang dingin tetapi dengan nada bicara yang ramah


"Guruku bukan sembarangan orang memberikan hadiah seperti itu kepadamu, pastikan kamu menjaganya dengan benar jam saku itu," ucap sosok laki-laki berambut hitam panjang yang mengeluarkan kipas tangannya mengipasi dirinya sendiri


Setelah urusan keduanya selesai, keduanya pergi langsung meninggalkan pesta yang di adakan tanpa menunggu pesta berakhir. Semua orang yang berada di dalam pesta kebingungan  setelah memperhatikan Tia yang diberikan hadiah dari seorang petinggi menara sihir yang sangat jarang ingin berbicara dengan seseorang di pesta.


'Kenapa duta dari negeri timur memanggil seorang penyihir menara di utara wilayah kerajaan ini sebagai guru? Bukankah keduanya jauh sangat berbeda? Ini sangat aneh,' ucap Tia di dalam hatinya dengan kebingungan memandangi jam saku yang kini telah berada di tangannya


Beberapa jam kemudian terdengar suara besi yang di pukul keras dari luar istana tepatnya menara jam yang menandakan sudah saatnya pesta tersebut berakhir, ketika pesta itu berakhir tiba-tiba saja terdengar suara permainan musik dari tim Orkestra tetapi anehnya mereka sama sekali tidak memainkan alat musik karena  seharusnya ini sudah masuk ke acara penutupan pesta.


"Sungguh tidak sopan ya, kerajaan sama sekali tidak mengundang raja kami ke dalam pesta yang merayakan kehadiran anak yang menjadi utusan dewa," ucap seorang laki-laki dengan aura gelap yang keluar di sekitarnya sambil memberikan aba-aba dengan sebuah tongkat baton ke alat-alat musik itu


"Tetapi, tenang saja karena kami telah hadir mewakili yang mulia raja kami, jadi tidak akan membuatnya marah, jadi kalian bersyukurlah," ucap sosok gadis yang menggunakan gaun yang sangat seksi menatap dengan tatapan merendahkan


Semua tamu yang ada di dalam ruangan pesta merasakan sesaknya nafas mereka karena beratnya uda yang ada di sekitar mereka semakin menyesakkan, beberapa dari mereka perlahan-lahan mulai muntah darah dan beberapa dari mereka langsung mati di tempat, karena tidak tahan dengan aura gelap yang sangat menekan batin dan fisik mereka. Tia ingat kalau saat ini adalah salah satu adegan yang pernah dia lihat di kehidupan yang sebelumnya, dua orang iblis yang terkenal sangat menyukai pesta dan perjamuan yang memabukkan ketika mereka sudah datang maka akan ada sekitar setidaknya ratusan orang yang mati hingga lagu yang dia mainkan selesai dan tentu tidak akan ada yang bisa menghentikan lagunya, karena sosok gadis yang ada di sebelah laki-laki itu adalah orang yang bermain dengan alat musik itu sedangkan sosok laki-laki itu adalah pemandunya.

__ADS_1


"Hentikan iblis itu sekarang, sebelum ada lebih banyak yang mati," perintah sang raja dengan tatapan yang panik dan gemetar ketika melihat banyaknya mayat yang tergeletak di atas tanah


"Tia, kamu tetap berada di sini dan tetap gunakan gelang itu," ucap Lucas dengan tatapan yang dingin ke arah dua iblis dan mencium lembut sesaat ke pipi milik Tia


Tia yang merasa khawatir dengan Lucas, ingin ikut bergabung dalam pertarungan, tetapi tiba-tiba gelang di tangannya bersinar dan membuat sebuah perisai pelindung yang mengekang dirinya untuk tidak bergerak.


Di dalam perisai transparan yang melindungi Tia terlihat dengan jelas sosok laki-laki yang awalnya berambut coklat kini berambut hitam dengan mata yang berwarna merah darah tanpa kacamata Monocle bertarung dengan brutal di aula pesta yang besar dan mewah itu. Keduanya terlihat sangat seimbang dalam pertarungan seolah-olah memang sosok laki-laki itu adalah bagian dari para iblis.


"Tidak mungkin ada satupun manusia yang memiliki kemampuan bertarung setara dengan iblis,"


"Kecuali dia adalah orang yang memiliki darah iblis atau para pengikutnya," ucap laki-laki yang memegang sebuah tongkat baton itu dengan tatapan tidak percaya dengan yang terjadi di depannya


'Itu adalah salah satu kemampuan dari seorang iblis, tetapi bukankah terlalu awal untuk memanggil para zombie untuk membunuhnya?" gumam Tia yang menatap dari balik perisai transparan


"Siapa di antara kalian seorang gadis kesayangan para dewa? Jika salah satu dari kalian mengatakan siapa itu dan menyerahkan kepadaku, maka setelah itu aku akan melepaskan semuanya,"


"Itu adalah syarat yang sangat mudah bukan?" ucap sebuah suara yang terdengar cukup berat hingga terdengar ke seluruh ruangan pesta itu tetapi tidak terlihat sosoknya di manapun

__ADS_1


"Gadis itu adalah gadis kesayangan dewa," teriak salah seorang gadis berambut perak dengan raut wajah yang sangat dia kenali terutama senyuman itu adalah senyuman orang yang membunuhnya di kehidupan yang sebelumnya menunjuk ke arah Tia yang sedang tidak bisa keluar dari perisai transparan


Tia yang tidak memungkinkan suaranya terdengar hingga keluar dari dalam perisai transparan itu hanya bisa memukul-mukul dan menggelengkan kepalanya dengan isyarat kalau bukanlah dia sosok gadis kesayangan dewa yang memiliki kekuatan sihir cahaya itu. Namun di saat itu tidak ada orang yang menolong sosok gadis itu seolah-olah mereka memang berniat menjadikan Tia seorang tumbal, karena dia adalah seorang yang jahat tidak layak untuk di selamatkan.


"Bagus, beginilah sifat manusia seharusnya saling mengkhianati dan merasakan putus asa karena tidak adanya seseorang yang ingin menyelamatkan," ucap sebuah suara yang terdengar cukup berat hingga terdengar ke seluruh ruangan pesta itu tetapi tidak terlihat sosoknya di manapun


'Dia menganggap kalau manusia hanya sebuah boneka yang mungkin membuatnya merasa cukup senang bukankah jadi terlihat tidak jauh berbeda dengan para dewa yang mempermainkan takdirku,' ucap Tia di dalam hatinya dengan menggigit bibirnya sambil berusaha memikirkan caranya untuk bisa keluar dari perisai transparan itu


Tiba-tiba muncul sebuah lingkaran yang mengeluarkan aura yang gelap yang pekat dengan kedua anak kecil yang keluar dari sana.


"Yang mulia mengatakan sudah cukup bermain dengan para manusia itu dan bawa gadis kesayangan dewa itu ke hadapannya sekarang,"


"Karena sang raja sangat menginginkannya," ucap kedua anak kecil itu dengan kompak sambil menunjuk ke arah Tia yang masih berada di sana


"Jika kalian ingin membawanya lewati aku dulu,"


"Karena aku tidak akan membiarkan kalian membawa sosok gadis yang selama ini sudah payah aku perjuangkan,"

__ADS_1


Rejects The Prince And Becomes The Aide's Fiancé


__ADS_2