Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé

Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé
Bab 9 Aku Merahasiakannya


__ADS_3

"Tia, bagaimana kalau kita pindah tempat untuk berbicara berdua?"


"Karena mungkin akan mengganggu Duke yang berada di dalam ruangan, kamu tau bukan kalau orang tua itu sudah tua suka marah-marah kalau ada keributan di saat mereka ingin istirahat,"


"Jadi, ayo kita pergi dari sini," ucap sosok laki-laki berambut coklat panjang dengan senyuman lembut sambil mengulurkan tangannya kepada sosok gadis di depannya


Tia membalas ucapan itu dengan menggapai tangan yang di ulurkan kepadanya, tetapi tiba-tiba terdengar suara teriakan dari balik pintu yang kemudian membuka pintu besar itu dengan tatapan dingin dan aura yang mengerikan di belakang sosok laki-laki itu.


"Siapa yang kamu sebut tua? Dasar anak yang tidak tau di untung,"


"Bisa-bisanya kamu mengatakan ayahmu ini tua? Aku bahkan belum berumur empat puluh," ucap sosok laki-laki itu dengan tatapan marah ke arah sosok laki-laki berambut coklat panjang


Tia mendengarkan kata ayah yang keluar dari ucapan sang Duke membuat Tia langsung menoleh ke arah sosok laki-laki yang tepat berada di sebelahnya, laki-laki itu tersenyum seolah-olah tidak pernah membuat kesalahan kepada Tia. Tia kemudian ingat kalau di dalam novel ini karakter tentang Duke muda sangat tidak di jelaskan dengan detail, karena hanya tokoh figuran yang hanya membawa perkembangan cerita atau bisa di bilang dia akan menjadi karakter antagonis yang langsung mati, sebab dia terobsesi dengan sosok pemeran utama yang berhasil menyembuhkan kutukan yang di alami oleh keluarganya selama beberapa generasi keluarga.


"Lucas dan tuan Duke jangan bertarung di depan seorang gadis, apakah kalian berdua ingin melukainya kalau kalian masing-masing sampai mengeluarkan aura gelap seperti itu," ucap seorang laki-laki dengan nafas yang tersengal-sengal karena berlari


"Kekanak-kanakan sekali kalian berdua,"


"Sudah sesama dewasa, tetapi masih saja suka ribut seperti anak kecil," ucap seorang gadis berambut hitam dengan lantang sambil berjalan dengan santai menyusul sosok laki-laki yang berlari untuk melerai sang Duke dan Lucas


Terlihat sosok keduanya langsung di pukuli oleh gadis berambut hitam itu ketika sampai dengan sebuah kipas tangan, keduanya meringis kesakitan dan menyentuh bagian yang di pukul. Tia menatap dengan kebingungan tentang yang terjadi sebenarnya di mansion keluarga Chevalier di depannya.

__ADS_1


'Apakah aku datang ke tempat yang salah sebenarnya? Mana mungkin keluarga Duke Chevalier yang katanya kejam, dingin, tidak berperikemanusiaan dan sadis saat ini lemah lembut seperti ini,' ucap Tia di dalam hatinya menatap dengan kepala yang di miringkan kebingungan


Beberapa menit kemudian, Tia akhirnya berada di dalam sebuah ruangan yang cukup santai dan mewah dengan beberapa orang yang duduk di sofa di depan, kiri dan kanannya dengan serius hingga tidak terlihat kalau di dalam ruangan itu terasa suasana yang menegangkan dan canggung. Tidak ada satu pun dari mereka yang memulai pembicaraan hingga seorang pelayan dengan trolinya membawakan teh dan camilan ke dalam ruangan itu barulah, salah satu dari mereka berbicara lebih tepatnya Lucas yang mengawali pembicaraan.


"Tia, ini semua adalah teh dan camilan khas wilayah Chevalier,"


"Kamu harus mencobanya dan jangan hiraukan tatapan dari orang-orang itu," ucap Lucas dengan senyuman manis sambil menyuapi Tia dengan sepotong kue yang telah di potong


Tia tanpa sadar juga langsung membuka mulutnya melahap kue yang telah berada di depan mulutnya, dia hanya diam tidak banyak berbicara ketika Lucas melakukan hal yang romantis di dalam ruangan tanpa peduli kalau ayah dan orang-orangnya masih berada di dalam ruangan itu.


"Lucas, kamu belum memberikan penjelasan kepada gadis di depanmu dan terlihat juga gadis yang berada di depanmu tidak mengetahuinya,"


"Bukankah saatnya kamu mengenalkan kepada Duke? Bisa saja Duke langsung mengecap surat persetujuan pernikahan langsung," bisik sesosok laki-laki yang duduk tidak jauh dari Lucas


"Karena aku takut kamu akan salah paham denganku dan menjauh dariku setelah mengetahui semuanya,"


"Oleh karena itu, aku merahasiakannya,"


"Aku bukan bermaksud untuk mempermainkan perasaanmu, karena aku benar-benar mencintai dirimu," ucap sang Duke dengan tatapan yang serius dan perasaan bersalah


Tia yang melihat sosok tiran di dalam novel di masa depan akan membantai banyak orang hingga menggenangi permukaan tanah atau lantai, dengan dingin dan haus darah saat ini seperti anak anjing kecil yang merasa takut di marahi oleh pemiliknya. Tia yang telat menyadari sosok laki-laki yang menyukai dirinya adalah seorang tiran hanya bisa tersenyum dengan terpaksa dan mulai menghibur sosok laki-laki itu.

__ADS_1


"Semuanya akan baik-baik saja, tidak apa-apa aku paham dengan itu,"


"Setiap orang pasti takut mengecewakan seseorang yang dia cintai, oleh karena itu terkadang berbohong walaupun pahit di perlukan supaya senyuman orang yang kamu cintai tetap bersinar," ucap Tia dengan senyuman sambil menggenggam tangan milik Lucas yang duduk di dekatnya walaupun di dalam hatinya dia terus berdoa kepada dewa untuk tidak membuat nyawanya terancam di masa depan karena masalah ini


"Sudah aku duga, kalau ucapan para bangsawan itu tidak bisa di percaya, bagaimana mungkin seorang gadis yang menggemaskan seperti ini di katakan sebagai seorang gadis yang jahat dan tidak punya hati,"


"Perkenalkan namaku Melody Chevalier, aku adalah anak kedua keluarga ini dan satu-satunya tuan putri di keluarga ini," ucap seorang gadis yang dengan cepat langsung menepis tangan Lucas dan menggenggam tangan milik Tia dengan tatapan berbinar-binar


Lucas menatap dengan tatapan kesal, tetapi tidak bisa berbuat apa pun karena Melody adalah adik perempuan Lucas. Setelah mendengarkan ucapan nama itu Tia lagi-lagi tersenyum dengan terpaksa, karena nama itu juga salah satu antagonis yang berada di dalam novel.


'Apakah keluarga ini mendapatkan kutukan menjadi keluarga seorang antagonis? Kenapa adik kakak ini memiliki masa depan yang sangat suram dan gelap,'


'Menjadi pengorbanan untuk meningkatkan alur di dalam novel,'


'Kalau begini ceritanya aku harus mengubah dua takdir sekaligus supaya aku bisa bertahan,' ucap Tia di dalam hatinya ingin menangis


Sang Duke Chevalier yang memperhatikan putri dan putranya yang begitu lengket dengan gadis itu hanya bisa menghela nafas pasrah, karena dia tau kalau putra dan putrinya menginginkan sesuatu maka dia tidak akan melepaskannya lagi.


"Nona, kamu sudah lihat bukan kalau putra dan putriku menyukaimu di tambah lagi aku tidak mempermasalahkan itu,"


"Jadi apakah kamu benar-benar tidak berniat untuk menjadi tunangan putraku?"

__ADS_1


"Kamu bisa mendapatkan sponsor dengan begitu mudah, aku harap kamu memikirkan dengan baik tentang ini,"


Rejects The Prince And Becomes The Aide's Fiancé


__ADS_2