Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé

Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé
Bab 35 Apakah Tia Baik-Baik Saja?


__ADS_3

Hari demi hari hingga minggu demi minggu bulan demi bulan berlalu, para dokter masih memberikan jawaban yang sama kepada Tia yang hanya makan dan tidur selama berada di istana kerajaan. Tia merasa aneh dengan ucapan para dokter tentang dia yang belum pulih sepenuhnya, hingga akhirnya dia mencoba membuktikan dirinya, namun sayangnya ketika dia membuktikan diri untuk berjalan tubuhnya bergetar hingga membuatnya terjatuh ke lantai.


Tia yang gagal membuktikan dirinya pulih sepenuhnya, saat ini hanya bisa berada di tempat tidur dan mendengarkan ucapan orang-orang sekitarnya tentang perkembangan kondisi Lucas yang sampai saat ini belum ada tanda-tanda sadarkan diri sama sekali akibat dari luka yang sangat berat di terima olehnya.


Tia yang di anggap sebagai rakyat biasa yang mendapatkan kekuatan dewa untuk dimintai untuk tinggal di istana kerajaan, karena Tia sebenarnya tidak memiliki tempat tinggal dan orang tua yang tidak di ketahui. Walaupun Tia mengaku kalau dia sebenarnya sebagai tunangan seorang calon pewaris keluarga Duke Chevalier yang terkenal dengan sikap tirani, maka mungkin dia akan di anggap gila karena Lucas di buatkan identitas sebagai asisten pribadi putra mahkota yang hanya seorang rakyat biasa lolos kualifikasi dalam pemilihan pegawai negeri istana kerajaan dengan nilai terbaik.


"Nona Tia, hari ini aku datang menjenguk lagi,"


"Aku membawakan coklat favorit yang kamu bilang sangat ingin kamu beli di alun-alun kota, aku tidak menyangka untuk mendapatkan coklat seperti ini aku harus mengantri sangat lama ternyata manisan seperti ini sangat di sukai oleh gadis seperti dirimu ya," ucap sosok putra mahkota yang masuk ke dalam ruangan Tia dengan sekotak coklat yang di belinya di alun-alun kota


"Terima kasih yang mulia putra mahkota, padahal anda tidak perlu repot-repot memberikan saya sebuah coklat yang terkenal itu hingga harus mengantri," ucap Tia dengan senyuman yang kaku menerima coklat pemberian dari sang putra mahkota ulurkan kepadanya


'Apa benar dia adalah orang yang selalu seperti ini di masa lalu kepada orang lain? Bukankah dia sama sekali tidak peduli denganku bahkan mungkin aku hampir tidak bisa terlihat di depan matanya?' ucap Tia di dalam hatinya sambil mengambil mencoba rasa coklat yang berada di dalam kotak


"Bagaimana rasanya? Apakah enak sesuai seleramu biasanya? Karena aku kurang mahir dalam memilih coklat,"


"Jadi aku tidak tau apakah coklat pilihanku sesuai untukmu," ucap sang putra mahkota yang berdiri mendekat ke arah Tia dan mengulurkan tangan menyentuh bibirnya Tia yang ternodai oleh coklat yang belepotan kemudian dia menjilat coklat yang belepotan itu dengan menggoda


Tia yang melihat perilaku lembut dan jari hangat milik putra mahkota yang menyentuh bibirnya sesaat membuatnya merasa sedikit hangat seolah-olah dia di buat seperti seorang kekasih yang di berikan perhatian, tetapi karena Tia bukan orang yang polos dan berusaha mencari perhatian seperti dulu dia tidak mudah terpengaruh oleh ucapan atau godaan manis seorang laki-laki yang mencoba bersikap baik kepadanya.

__ADS_1


"Maafkan aku bersikap tidak sopan, tetapi sangat di sayangkan jika coklat yang begitu manis di sia-siakan seperti itu," ucap sang putra mahkota dengan senyuman dan tatapan yang polos dan perasaan bersalah


"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja,"


"Lagipula yang lebih penting apakah Anda tidak masalah yang mulia putra mahkota datang ke sini membuang waktu beberapa jam sekali setiap harinya menjenguk saya yang berasal dari rakyat rendahan ini?"


"Saya mungkin memang pernah menjadi putri seorang bangsawan tetapi saya sekarang hanya seorang rakyat biasa yang tidak memiliki orang tua," ucap Tia dengan kepala tertunduk sesaat kemudian serius ke arah sosok laki-laki yang berada di depannya sambil menggenggam erat selimut


"Memang benar mungkin kamu seorang rakyat biasa, tetapi kita berdua adalah sama-sama manusia jadi apa salahnya jika aku menemui kamu terlepas siapa kamu?" ucap sang putra mahkota dengan senyuman yang lembut memberikan kecupan di kening milik Tia


Tia yang tidak tau apapun hanya bisa terkejut dan diam karena perhatian kecil yang di berikan oleh laki-laki berambut emas di depannya ini.


"Aku tidak mengerti kenapa dia bisa-bisanya bersikap baik kepadaku? Padahal dibandingkan dengan di masa lalu sekarang aku hanya seorang rakyat kecil yang bahkan tidak memiliki kekuatan apapun,"


"Dan aku juga sudah menjelaskan kepadanya kalau aku hanya seorang rakyat biasa biasa bukan orang yang bisa mengalahkan iblis tingkat tinggi itu, walaupun begitu dia memperlakukan aku dengan lembut dan tatapan yang lembut tetapi jauh di dalam tatapan semacam orang yang tidak sabaran," gumam Tia dengan kepala tertunduk menatap sekotak coklat yang kini telah kosong beberapa di dalam kotak


Di dalam istana kerajaan sang putra mahkota yang di panggil untuk segera rapat, tidak sengaja di tengah jalan dia bertemu dengan seorang gadis berambut perak yang merupakan anak kesayangan dewa.


"Yang mulia putra mahkota sudah lama tidak bertemu dengan anda,"

__ADS_1


"Sepertinya Anda akhir-akhir ini sangat sibuk ya? Saya datang hari ini ingin menawarkan Anda sebuah tawaran yang tidak akan bisa Anda tolak,"


"Mungkin sekarang Anda terburu-buru jadi hubungi saya kapanpun kalau Anda setuju yang mulia," ucap sosok gadis berambut perak bermata merah itu dengan seringai yang penuh kemenangan seolah-olah dia yakin kalau sosok laki-laki yang ada di depannya akan menyentujui yang dia inginkan


Di sebuah tempat yang tandus dan panas, terdapat sebuah kerajaan yang berlapiskan emas, tetapi sebelum bisa sampai di sana ada sebuah gurun yang besar di tempat itu.


"Ini ada di mana? Aku ingat terakhir kali aku berada di hutan dan berusaha melindungi Tia,"


"Tetapi kenapa aku tiba-tiba bisa berada di tempat ini,"


"Apakah Tia baik-baik saja?" Gumam Lucas yang melihat sekelilingnya tampak tandus dan hanya ada padang pasir yang luas


Lucas yang menatap di depannya terlihat sebuah istana emas yang jaraknya tidak terlalu jauh memutuskan untuk berjalan ke tempat itu. Baru saja puluhan langkah Lucas berjalan di padang pasir dengan terik matahari yang panas itu, membuatnya sangat-sangat panas hingga pandangannya perlahan-lahan mulai buram.


"Tuan, apakah Anda baik-baik saja?"


"Mana ada orang yang menanyakan kondisi seseorang yang akan pingsan baik-baik saja,"


"Lebih baik kita bawa dia ke istana saja, karena dia mungkin mati di biarkan di tengah gurun yang panas tanpa membawa air sedikitpun,"

__ADS_1


Rejects The Prince And Becomes The Aide's Fiancé


__ADS_2