Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé

Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé
Bab 40 Senyuman Dan Kebahagiaan


__ADS_3

Setelah Lucas dan kedua dewa itu berbincang-bincang tentang rencana mereka ke depannya, Lucas langsung kembali ke ruangan kerjanya yang kosong menandakan kalau Aly belum selesai mengambil laporan yang terjadi beberapa bulan yang lalu. Karena ruangan yang sepi, Lucas menuliskan sepucuk surat sebelum dia menyiapkan diri untuk bepergian jauh dari istana kerajaan yang mungkin saja akan menjadi benar-benar akhir untuk dirinya nanti saat berada di perjalanan yang berbahaya ini. Sebuah surat yang bertuliskan permohonan maaf, terima kasih dan pernyataan cinta yang tulus semuanya di tuangkan ke dalam isi kertas itu oleh Lucas.


Setelah selesai menulis surat, memasukkan ke dalam amplop dan mengecap amplop itu, Lucas menyimpannya di laci kerjanya. Tepat setelah dia selesai, Aly membuka pintu dengan menendang pintu, karena tangannya telah penuh dengan tumpukkan kertas hingga dia sendiri tidak bisa melihat ke depannya. Lucas yang memperhatikan tingkah laku dari Aly hanya bisa melihat dan duduk diam, tanpa ada niat untuk membantu sama sekali hingga akhirnya Aly tidak sengaja menginjak tali sepatunya kemudian terjatuh.


Seketika semua kertas yang dibawanya beterbangan ke seluruh ruangan, Lucas menghela nafas melihat semua kertas yang beterbangan di dalam ruangan hingga akhirnya dia menggunakan sihirnya untuk mengambil kertas-kertas yang terbang dan menyusunnya menggunakan sihir.


"Bagaimana bisa kamu bertindak ceroboh seperti ini?" tanya Lucas dengan tatapan dingin dan kedua tangan yang terlipat menatap Aly yang berusaha berdiri dan mengangkat tumpukan kertas yang di pungut olehnya


"Mau bagaimana lagi masih banyak kertas yang harus aku bawa ini saja aku bawa sendiri," gerutu Aly dengan tidak menatap mata Lucas sama sekali


"Sudahlah berkas ini saja sudah cukup untukku," ucap Lucas dengan helaan nafas panjang mengambil berkas yang telah di letakkan di atas meja oleh Aly


"Aly, besok aku akan pergi ke luar kota tidak tau akan berapa lama aku kembali, tetapi jika aku belum kembali dalam tiga bulan maka berikan posisi kepala keluarga kepada adikku," ucap Lucas dengan serius memperhatikan dokumen yang ada di atas mejanya tanpa memperhatikan raut wajah yang di tunjukkan oleh Aly saat mendengarkan ucapan yang aneh untuk Aly


Di sisi lain Tia sedang minum teh dengan penuh perasaan cemas yang tidak dia ketahui sama sekali, bahkan hingga berkali-kali tanpa sadar dia menghela nafas panjang menatap ke arah luar jendela. Padahal dokter telah mengatakan kepada Tia kalau dia sudah sehat dan bisa berjalan hanya saja dia harus sering belajar lagi, karena dia sudah lama tidak berjalan menggunakan kaki.


Tia yang penuh dengan perasaan cemas memutuskan untuk tidur, karena jika dia terus banyak berpikir alasannya terus cemas mungkin saja dia akan mengalami stress yang mungkin akan membuat keadaannya semakin memburuk.


"Teng... Teng... Teng..."

__ADS_1


"Krak... Krak... Krak..."


Suara lonceng jam menara dan suara roda gigi terdengar begitu jelas di telinga Tia memperlihatkan sebuah tempat yang penuh dengan genangan darah, hutan-hutan yang mati penuh dengan kelelawar dan gagak di malam yang di sinari oleh bulan bewarna merah.


"Ini tempat apa?"


"Kenapa aku bisa berada di sini?" gumam Tia yang tiba-tiba mendengarkan suara langkah kaki dan suara seorang gadis di belakangnya langsung membuatnya berjalan ke salah satu pohon untuk bersembunyi


"Aku senang kamu mengajakku untuk berburu iblis langsung,"


"Aku adalah anak kesayangan dewa, jadi aku pasti akan membantu dirimu dengan kekuatan suci anugerah dewa untuk menolong dirimu," ucap seorang gadis berambut perak dan wajah yang tidak terlihat jelas menggandeng tangan milik seorang laki-laki berambut hitam panjang dengan aura gelap yang dapat di rasakan begitu kuat


'Aku harus mengikuti mereka,' ucap Tia di dalam hatinya berjalan dengan pelan mengikuti kedua orang itu tetapi tiba-tiba saja terdengar lagi suara yang sama berbunyi membuatnya terbawa ke sebuah tempat yang asing untuknya


Tia kali ini berada di dalam sebuah ruangan aula besar dan mewah, namun terasa hawa yang sangat dingin menyelimuti sekitarnya. Terlihat di sana ada sesosok laki-laki yang tidak asing untuk dirinya lihat lagi kali ini, sosok itu duduk di kursi besar mewah dengan memegang sebuah pedang yang memiliki aura haus darah yang pekat bersama dengan senyuman angkuh menatap sosok kedua orang yang sebelumnya dia lihat saat tiba-tiba terbawa ke tempat ini.


"Selamat datang ke istana kerajaan iblis,"


"Kemampuan yang hebat untuk kalian berdua hingga bisa sampai ke istana kerajaan iblis, tetapi nona yang di sana kita pernah membuat kontrak jangan bilang kamu sudah lupa dengan isi perjanjian kita dan berusaha melarikan diri?" ucap sosok laki-laki yang duduk di kursi besar mewah dengan senyuman merendahkan ke arah gadis berambut perak hingga membuat gadis itu mengigit bibir dengan kuat menatap dengan tatapan kesal tetapi itu malah membuat sosok laki-laki di atas kursi sana tersenyum dengan bangga seolah-olah mendapatkan sebuah hadiah yang menyenangkan dari ekspresi yang di tunjukkan oleh gadis berambut perak itu

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar suara menara jam dan roda gigi yang bergerak, namun kali ini Tia merasa aneh karena tempatnya tidak berubah sama sekali hanya saja di sana sudah banyak puing-puing bangunan yang berserakan di sekelilingnya dengan sesosok laki-laki berambut hitam yang telah banyak luka dan seorang gadis yang telah tergeletak tidak sadarkan diri di tempat itu.


"Apakah hanya itu kemampuanmu? Berani sekali kamu menantang aku dengan kemampuanmu yang rendahan itu,"


"Kamu harusnya tau kalau hal yang seperti ini tidak akan bisa menghibur para dewa, tetapi tidak apa-apa karena artinya jika kamu mati maka gadis itu tidak ada yang memilikinya lagi hingga aku bisa membawanya ke istanaku memajangnya di sebelahku dengan rantai di leher dan pakaian yang indah,"


"Layaknya boneka yang hanya bisa bergerak dengan perintah tu-"


"BERHENTI BERBICARA OMONG KOSONG,"


"AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN KAMU MENYENTUH GADIS ITU SEUJUNG RAMBUT SEKALIPUN, KARENA DIA ADALAH GADIS YANG AKU SANGAT HARUS AKU LINDUNGI SENYUMANNYA DAN KEBAHAGIAANNYA, BAHKAN JIKA NYAWAKU ADALAH TARUHAN MAKA AKU AKAN MENGORBANKANNYA," teriak sosok laki-laki berambut hitam panjang itu dengan amarah yang terlihat sudah berada di puncaknya


Tia menatap dengan kebingungan yang terjadi, tetapi hatinya merespon dengan perasaan sakit menusuk seolah-olah ucapan manis dan serius itu adalah ucapan yang bisa menyerang hatinya. Di saat Tia berjalan mendekat untuk melihat wajah sosok laki-laki berambut hitam panjang itu, karena penasaran hingga membuat hatinya seperti itu, tiba-tiba saja matanya tertutup oleh sesuatu dengan suara yang tidak asing terdengar.


"Jangan melihat atau bersikap lebih dari ini,"


"Kamu bisa saja terjebak di sana,"


Rejects The Prince And Becomes The Aide's Fiancé

__ADS_1


__ADS_2