Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé

Rejects The Prince And Becomes The Aide'S Fiancé
Bab 23 Aku Merasa Nyaman


__ADS_3

"Bukankah Lucas terlalu berlebihan dalam berbicara?"


"Dia bahkan tidak tau aku memiliki perasaan atau tidak kepada dirinya, tapi dia selalu menjadikan aku sebagai yang utama,"


"AKHH... Lebih baik sekarang aku tidur dibandingkan berpikir yang tidak-tidak lagi," gumam Tia yang langsung menarik selimutnya menutupi wajahnya


Di sisi lain terlihat sesosok laki-laki berambut coklat berkacamata monocle yang berdiri di balik pintu besar yang menuju ke kamar Tia, dia mendengarkan semua ucapan yang di ucapkan oleh Tia hanya bisa menyentuh pintu tanpa berani untuk membukanya dan menjelaskan segalanya.


"Kakak, mau sampai kapan kamu berdiri di depan pintu kamar seorang perempuan di malam seperti ini? Itu tidak sopan tau," ucap seorang gadis berambut hitam dengan kedua tangan terlipat di depan dada dan tatapan tajam sosok laki-laki yang bersandar ke pintu besar itu


"Sejak kapan kamu berada di sana Melody? Dan kenapa tatapanmu seperti orang yang jijik dengan sesuatu?" ucap Lucas dengan kening yang berkerut karena menatap dengan keheranan tingkah adik perempuannya yang menatap seperti itu


"Benarkah aku terlihat seperti itu? Baguslah karena setidaknya kamu sadar kak," ucap Melody dengan anggukan kepala yang membuat Lucas akhirnya mengerti maksud sang adik perempuan


"Aku bukan orang seperti itu, kebetulan aku sedang lewat kamar Tia jadi aku pikir ingin menemuinya, tetapi aku ragu-ragu oleh karena itu aku berada di depan pintu," ucap Lucas dengan mata yang menyipit dan sudut bibir yang sedikit ke bawah


Melody yang melihat itu hanya menganggukkan kepala seolah-olah paham kalau kakaknya akan berbohong kepadanya di saat-saat ketahuan melakukan hal yang memalukan. Tidak lama setelah pembicaraan itu suasana keduanya hening, tidak jauh dari itu terlihat sesosok laki-laki yang berjalan ke arah keduanya lebih tepatnya ke arah Melody yang membuat Lucas berdecak kesal sesaat melihat keromantisan kedua orang yang ada di depannya.


"Aly, awas kamu berperilaku buruk kepada adikku di malam yang larut seperti ini,"

__ADS_1


"Kepalamu ak-"


"Ini masalah kami berdua, kakak tidak perlu ikut campur urusan kami berdua dan jangan sering menindas Aly,"


"Lihat kantung mata di bawah matanya itu sangat hitam karena kakak yang sering kabur-kaburan seperti buronan," ucap Melody menatap dengan tajam ke arah sosok laki-laki yang lebih tua beberapa tahun lebih tua darinya sambil memegang tangan milik Aly


Aly yang lengannya di pegang dengan erat oleh Melody dan di tatap dengan tatapan yang tidak bisa di ajak bicara di saat pertengkaran dengan kakak laki-lakinya hanya bisa berpasrah diri. Sedangkan Lucas yang tidak terima dengan adiknya dekat dengan asisten pribadinya. Kedua saudara itu bertengkar dengan sengit hingga membuat Tia terbangun dari tidurnya dalam keadaan setengah sadar.


"BISAKAH KALIAN TIDUR SEKARANG? INI SUDAH LARUT MALAM,"


" DAN APAKAH KALIAN GILA RIBUT DI DEPAN KAMARKU?" teriak Tia yang membanting pintu besar di depannya masuk ke dalam kamarnya dan tidur kembali


Lucas, Melody dan Aly langsung membubarkan diri setelah mendengarkan omelan dari Tia seakan-akan takut kalau Tia selanjutnya mungkin akan melemparkan barang dalam keadaan setengah sadar seperti itu. Keesokan harinya anehnya Tia di sapa dengan ramah oleh para pelayan yang biasanya hanya memberikan hormat saat lewat, tetapi kali ini dia di perlakukan seperti seolah-olah dia pernah melakukan sesuatu yang sangat membantu para pelayan.


"Lucas, apakah terjadi sesuatu yang penting hari ini hingga para pelayan begitu ramah dan bersemangat?" tanya Tia yang langsung menarik punggung pakaian milik Lucas ketika dia melihat sosok laki-laki itu berjalan di depannya


"Itu mungkin karena kamu sangat menggemaskan hingga mereka sangat bersemangat hari ini," ucap Lucas yang sambil menusuk-nusuk pipi tembam milik tunangannya


Lucas sendiri sama sekali tidak marah kepada Tia yang memarahinya semalam saat setengah sadar, dia malahan senang kalau dia di pedulikan.

__ADS_1


"Lucas, akhirnya aku menemukanmu di sini,"


"Kita harus pergi ke ruangan rapat darurat di istana kerajaan, karena berita baru sampai ada orang yang melakukan upaya percobaan pembunuhan kepada sang gadis kesayangan dewa di kuil suci," ucap Aly yang dengan nafas tersengal-sengal berusaha menyampaikan pesan yang ingin di sampaikan kepada Lucas


Lucas menatap Tia sesaat, Di balas oleh Tia dengan gelengan kepala yang mengisyaratkan tidak apa-apa pergilah, tetapi Lucas salah paham dengan isyarat yang diberikan dan malah membawa Tia ikut ke dalam perjalanan istana kerajaan. Sesampainya di istana kerajaan Tia di peluk saat berjalan hingga di dalam ruangan rapat yang berisi banyak bangsawan ada di dalam sana duduk di kursi masing-masing memperhatikan Tia yang duduk di pangkuan Lucas di dalam ruangan rapat.


Semua orang tidak berani berkomentar tentang Tia yang di izinkan ikut ke dalam rapat darurat, karena tatapan Lucas dari belakang sangat menyeramkan seolah-olah nyawa mereka akan hilang jika berani mempertanyakan alasan Tia ke tempat rapat bersamanya.


'Aku ingin heran tetapi atasanku sendiri adalah orang yang sedang telat menikmati masa remajanya sampai terlihat seperti induk ayam yang tidak ingin anaknya hilang,'


'Aku harap para bangsawan lainnya bisa memahami situasi ini untuk tidak memanas-manasi suasana hati Lucas yang sudah dingin,' ucap Aly di dalam hatinya menatap kedua orang yang duduk diam di depannya


Tidak lama kemudian sang raja, putra mahkota dan anak kesayangan dewa memasuki ruangan rapat dan duduk di kursi kosong yang telah di siapkan, sekali-kali putra mahkota tersenyum dan mencari perhatian dari Tia, tetapi yang dia lihat adalah tatapan menyeramkan dari sang asisten pribadinya memangku tunangannya, sedangkan Tia hanya fokus dengan isi perdebatan di dalam rapat tidak peduli ataupun sadar dengan kedua orang yang terlihat bermusuhan itu.


"Nona Saint, bagaimana kalau anda sendiri yang memilih siapa yang anda inginkan orang untuk menjaga anda di istana kerajaan ini,"


"Karena, yang paling penting adalah kenyamanan anda saat di ikuti oleh para penjaga,"


"Kalau begitu aku menginginkan pegawai negeri istana yaitu asisten pribadi putra mahkota tuan Lucas,"

__ADS_1


"Apakah boleh dia saja yang bertugas untuk mengawal aku? Karena hanya dengan dia selain putra mahkota aku merasa nyaman,"


Rejects The Prince And Becomes The Aide's Fiancé


__ADS_2