
"Lucas, kenapa tanganmu tidak bergerak? Tidakkah kamu melihat tumpukan kertas itu?"
"Jangan bilang kamu sedang patah hati, karena anak kesayangan dewa sudah tidak lagi memperhatikan dirimu atau dekat dengan kamu?"
"Itu bagus, kamu akhirnya jadi bisa fokus kepada kerjaan yang menumpuk di depanmu," ucap sosok laki-laki berambut biru gelap dengan tatapan tajam dan kedua tangan yang terlipat di depan dada menatap sosok laki-laki yang duduk di kursi dengan tatapan tajam dan kening yang berkerut
"Aly, kamu kenapa sekarang berani membentak atasanmu ini? Aku sendiri juga tau kalau aku saat ini tidak pantas dengan seorang gadis kesayangan para dewa, tetapi yang aku pikirkan saat ingin bukan gadis itu tetapi tentang Tia Shavonne putri keluarga Duke," ucap Lucas sambil meletakkan pena bulunya kemudian menghela nafas panjang
Sosok laki-laki di depannya langsung mundur beberapa langkah ke belakang dan menatap dengan tatapan ngeri mata melebar kepada Lucas, karena menyebutkan sebuah nama yang tidak biasa di dengar dan sangat buruk di telinga semua kalangan di berbagai negeri, karena dia adalah tunangan seorang putra mahkota calon raja kerajaan ini. Tentu saja tidak ada siapapun yang berani untuk membuat Tia Shavonne turun dari posisi putri mahkota karena ayahnya adalah seorang Duke berpengaruh di kerajaan ini dan raja mengabaikan fakta kalau Tia adalah seorang gadis yang jahat dan kejam seperti ucapan orang-orang.
"Kamu sedang sakit Lucas? Lebih baik kamu beristirahat saja sekarang, biarkan aku yang memanggil dokter untuk memeriksa dirimu," ucap Aly dengan tatapan ngeri kepada Lucas
"Apakah aku di matamu seperti itu? Aku tidak sakit sama sekali, hanya saja aku berpikir kalau gadis itu hidupnya sangat berat,"
"Dia di benci banyak orang karena dia di rumorkan sebagai seorang gadis yang jahat dan kejam, tetapi tidak pernah satupun bukan terlihat kalau dia benar-benar melakukan seperti yang di rumorkan di depan banyak orang?" ucap Lucas dengan tatapan kebingungan kepada Aly dan helaan nafas panjang
"Yang kamu katakan ada benarnya, aku juga sudah mendengarkan itu dari mulut ke mulut saja, tetapi selama ini menemanimu pergi ke beberapa pesta yang mendatangkan putri keluarga Duke, tetapi selama ini aku belum pernah melihatnya melakukan hal semacam itu,"
"Memangnya apa yang kamu lihat hingga kamu bisa tiba-tiba berpikir tentang putri keluarga Duke? Jika kamu ingin aku akan menyelidiki tentang dirinya," ucap Aly dengan tatapan yang serius tanpa adanya keraguan sedikitpun
__ADS_1
"Baiklah aku mengandalkan dirimu menyelidiki tentangnya," ucap Lucas dengan sedikit sudut bibir yang terangkat
Beberapa hari kemudian, Lucas yang merasa gadis kesayangan dewa yang dia cintai tidak pernah mengunjunginya lagi membuatnya menjadi paham tentang posisinya sebagai seorang Duke muda. Walaupun dia sudah paham tentang posisinya itu tidak membuat dirinya merasa langsung berpendirian teguh untuk terus mengerjakan kertas-kertas di depan mejanya yang selalu muncul entah dari mana asalnya.
Lucas yang merasa bosan memutuskan untuk kabur diam-diam dari mansion dengan menggunakan sihir untuk menyamarkan dirinya, kemudian pergi ke alun-alun kota di tengah-tengah hiruk-pikuknya orang-orang yang sedang melakukan jual beli dan pekerjaan lainnya. Tanpa sengaja dia melihat seorang gadis dengan wajah yang tidak asing, dia memutuskan untuk diam-diam menghampiri sosok gadis itu dengan duduk di kursi kosong yang ada di depan gadis itu.
Untuk melakukan itu Lucas memesan beberapa kue di dalam toko kue itu dan berpura-pura mencari kursi kosong dengan menoleh ke kiri dan ke kanan.
"Nona, jika kamu tidak keberatan apakah aku boleh duduk di kursi kosong ini? " tanya Lucas yang sambil menunjuk ke arah kursi kosong di depan gadis itu
"Silahkan duduk, aku tidak keberatan sama sekali lagipula ini bukan toko milikku jadi tidak perlu bertanya begitu sopan kepadaku," ucap gadis itu dengan senyuman yang lembut kepada sosok laki-laki yang lebih tinggi darinya
Tidak lama setelah Lucas duduk di kursi kosong yang di depan gadis itu, pesanan kue milik Lucas datang dan dalam diam masing-masing dari mereka hanya menikmati manisan yang berada di atas piring.
Gadis itu berkedip beberapa kali menatap wajah milik Lucas, kemudian dia tertawa tiba-tiba saja hingga membuat Lucas kebingungan dan bertanya-tanya di dalam kepalanya tentang ucapan yang baru saja dia ucapkan.
"Maafkan aku jika aku tiba-tiba saja tertawa, hanya saja itu sedikit lucu karena baru kali ini ada seseorang yang bisa-bisanya berterima kasih kepadaku hanya sebuah kursi kosong yang bahkan bukan milikku," ucap gadis dengan senyuman lembut ke arah Lucas
Lucas yang melihat senyuman yang pernah dia lihat pada saat di taman malam itu, membuatnya terdiam dan ikut tersenyum tipis.
__ADS_1
"Namaku Lucas, apakah aku boleh tau namamu?"
"Aku pikir kita bisa menjadi teman lagipula kita terlihat seumuran," ucap Lucas dengan mengeluarkan tangannya kepada gadis di depannya di sambut oleh tangan milik gadis itu yang mengisyaratkan kalau dia ingin berkenalan dengan Lucas
"Namaku Tia, panggil saja aku dengan itu, aku hanya seorang gadis yang berasal dari rakyat biasa jadi aku tidak memiliki nama keluarga," ucap Tia dengan senyuman lembut
Lucas yang mendengarkan suara dan tatapan yang sama lembutnya dengan malam itu walaupun sendirian, membuat Lucas cukup merasa hangat karena Tia. Dia bisa melihat dengan jelas dan dekat wajah gadis yang di bicarakan oleh orang lain, walaupun warna rambutnya telah berubah karena sihir yang digunakan untuk menutupi identitas yang di miliki olehnya.
"Senang berkenalan denganmu Tia, namaku adalah Lucas,"
"Sama seperti dirimu aku juga berasal dari seorang rakyat biasa lebih tepatnya aku seorang pengelana yang berkeliling dunia untuk melihat luasnya dunia ini," ucap Lucas dengan senyuman membuat Tia menatap dengan polos dan berbinar-binar
"Apakah itu benar? Aku penasaran dengan dunia luar sampai sekarang, bisakah kamu menceritakan tentang perjalananmu berkeliling dunia itu?" tanya Tia dengan tatapan yang begitu antusias dan tidak sabaran untuk mendengarkan penjelasan Lucas yang ada di depannya
Lucas bisa melihat mata yang begitu polos dan penasaran dari Tia membuat hatinya sesaat menjadi hangat dan berdetak dengan kencang tidak beraturan seperti habis melakukan lari di lapangan.
"Hahaha..."
"Baiklah kalau kamu begitu penasaran dengan dunia luar, aku akan menceritakan semuanya untuk dirimu,"
__ADS_1
'Perasaan seperti apa ini? Hangat dan bisa membuatku merasa ingin waktu berhenti di sini,'
Rejects The Prince And Becomes The Aide's Fiancé