Rindu Suara Adzan

Rindu Suara Adzan
Eps. 23 Kelicikan Geng Kapak Merah


__ADS_3

Beberapa saat setelahnya geng Kapak Merah mulai beraksi menjalankan rencananya.


Di suatu pagi yang cerah di mana langit tampak biru dengan awan putih yang bergumpal ada sebuah pertemuan penting, pertemuan orang terpandang. Pertemuan antara anggota Dewan yang sedang membahas program mereka untuk masa bakti beberapa tahun ke depan.


Di depan gedung tempat diselenggarakannya agenda meeting tersebut dijaga banyak polisi dan juga aparat keamanan lainnya yang selalu siap siaga setiap saat.


“Boss, bagaimana, kapan kita bergerak?” tanya salah satu anggota Geng Kapak Merah pada Sony.


Saat ini ada tujuh anggota Geng Kapak Merah yang berada di suatu tempat tersembunyi di dekat gedung tempat berlangsungnya meeting para petinggi.


Mereka stand by di jalanan di sekitar gedung tanpa sepengetahuan polisi dan aparat keamanan lainnya. Merka kan siap beraksi setelah ada kode dari anggota mereka.


Sengaja mereka berjaga di sana untuk menjalankan rencana licik mereka pada Rayhan. Mereka berencana untuk mengambil salah satu barang milik anggota dewan, apapun itu.


“Belum, target belum keluar jadi jangan bergerak dulu,” balas Sony, sang Boss melalui microphone.


Sony berada di garis terdepan di sebuah gang kecil yang ada di depan gedung. Dia terus memantau kondisi di sana dan menunggu momen yang tepat untuk memberikan kode pada para anggotanya.


65 menit setelahnya terlihat para anggota dewan mulai keluar dari gedung. Mobil mereka terparkir di luar gedung, jadi mereka akan melewati polisi yang berjaga di sana juga aparat keamanan lainnya saat akan mengambil mobil mereka.


“Target satu dikunci, amankan barang. Amankan barang sekarang.” Sony, segera memberikan kode dengan cepat pada para anggotanya.


“Kode masuk diterima,” timpal anggota geng yang berada di pos 2, microphone.

__ADS_1


Langsung saja ia bergerak sesuai dengan perintah si boss. Ia keluar dari sebuah jalan sempit dan dengan cepat menghampiri mobil anggota dewan yang akan keluar.


Semua anggota geng sudah terlatih dan siap sedia dalam kondisi apapun. Dengan cepat ia menjalankan sebuah trik agar pengemudi turun dari mobil dengan membuat suara desis palsu.


“Apakah ban kempes?” gumam pria yang ada dalam mobil, saat mendengar suara thesis dari arah ban mobil belakangnya.


Sontak saja anggota dewan tadi turun dari mobilnya untuk mengecek ban belakang. Tepat di saat pria tadi menunduk, datanglah anggota geng lainnya berada di posisi ketiga dan segala maju.


Ia mengambil dompet anggota dewan tersebut yang terlihat menyembul di saku celana bagian belakang. Setelah berhasil mendapatkan dompet target Ia pun meluncur dengan cepat dan melemparkan dompet tersebut ada anggota lainnya yang berada di posisi keempat.


“Pencuri!!!” teriak anggota dewan tadi setelah menyadari ada seseorang yang menarik dompetnya dari saku celananya.


“Tolong! Ada pencuri!” teriaknya lebih nyaring lagi.


“Mereka sudah mengejar, aku harus cepat.” Anggota geng itu kemudian melempar kembali dompet tersebut pada anggota geng yang berada di posisi kelima kemudian menghilang di tengah jalan.


Trik itu terus berulang sampai pada anggota geng yang berada di posisi ketujuh. Dia kemudian meluncur dengan cepat menuju ke markas Eagle Wave.


“Rayhan, selamat menikmati surprise dari kami,” gumamnya Setelah tiba tepat di depan markas lawannya itu.


Bugh! Pria itu kemudian melempar dompet tadi tepat ke depan pintu markas Eagle wave dan segera berlalu pergi dengan cepat dari sana.


“Akhirnya aku sampai juga di sini,” gerutu Carissa tiba di depan markasnya Eagle Wave.

__ADS_1


Rayhan menyampaikan pesan ancaman lewat salah satu anggota ya keluarga memberikannya pada Karisa saat di kampus sehingga dengan terpaksa gadis itu pergi ke sana.


“Apa yang barusan dilempar oleh pria tadi ke markas ini? Lalu siapa dia dan kenapa tiba-tiba pergi begitu cepat dengan senyum licik di wajahnya?!” gumam Carissa, saatv sempat melihat apa yang barusan dilakukan oleh pria tadi.


Belum sempat terjawab rasa penasarannya, tiba-tiba datanglah banyak mobil Polisi ke sana.


Tiga detik berselang setelah anggota geng tadi pergi, kelompok polisi yang mengejar anggota Geng Kapak Merah tadi berhenti di depan markas Eagle Wave.


“Pencuri tadi melewati jalanan ini dan dari penampilannya dia terlihat seperti anggota sebuah geng. Bahkan motor yang dinaikinya tadi sama dengan motor yang ada di sini,” papar petugas polisi.


Mereka kemudian segera mengepung markas Eagle Wave.


“Apa yang polisi lakukan di sini?” Carissa sampai terkejut dan bingung dengan kejadian yang super cepat itu.


Tepat di depan pintu seorang petugas polisi menemukan dompet milik anggota dewan yang tadi dicuri.


“Keluar kalian semua! Para anggota geng motor yang merupakan sampah masyarakat dan selama ini selalu berbuat onar serta meresahkan masyarakat. Keluar kalian!” hardik polisi tak main-main dan membuat seluruh anggota geng yang berada dalam markas kaget.


“Boss, bagaimana ini? Kenapa polisi tiba-tiba mengepung markas kita, padahal dari tadi tak ada satupun dari anggota kita yang keluar markas?” ucap Sony, tangan kanan Rayhan.


“Biar aku saja yang keluar dan memeriksanya sendiri. Ada apa sebenarnya ini?” jawab Rayhan.


Ia kemudian berjalan dengan cepat keluar dari markas. Di depan sana para aparat kepolisian itu bersiap untuk membekuk Rayhan.

__ADS_1


__ADS_2