
Hah! Carissa menghembuskan napas panjang, setelah sempat merasa paru-parunya itu menyempit dan tak ada udara yang masuk ke sana.
Urusan Rayhan sangat membuat jantungnya seakan copot. Namun selama berapa saat kemudian Gadis itu beralih menatap tajam pada Rayhan yang berdiri di depannya dengan tenang.
Pria itu menatapnya dengan dingin meskipun sudah membantunya. Tak ada rasa terima kasih yang keluar dari bibir pria itu maupun sepatah kata lainnya yang muncur dari bibirnya.
Kenapa dia menatapku seperti itu? Apa dia menuntut ucapan terima kasih dariku? batin Rayhan, mencoba membuang pandangan dari Carissa.
Entah kenapa rasanya kali ini ia tak ingin menatap Carissa. Seperti menghindar. Menghindar dan bersembunyi dari sesuatu. Entah apa itu.
“Hey! Kenapa kau malah mengacuhkanku?!” protes Carissa.
Rayhan kembali menatap gadis itu namun tak terucap sepatah kata pun dari bibir tebalnya. Dia merasa memang Carissa telah menolongnya kali ini. Tapi pantang bagi Rayhan dan semua Geng Eagle Wave untuk mengucapkan terima kasih.
“Hey!” panggil Carissa lagi.
“Ada apa kau memanggilku berulang kali?”
“Di mana adikku? Serahkan adikku padaku. Jika ada masalah denganku jangan bawa-bawa adikku segala!” hardik, Carissa.
Gadis itu niat awalnya kemarin bukanlah sekedar untuk menemui Rayhan saja, melainkan untuk mengambil adiknya.
Sebelumnya ia mendapatkan pesan ancaman yang disampaikan anggota Eagle Wave yang menyatakan jika boss mereka menyandera adiknya Carissa, jika Carissa tak mau ke markas Eagle Wave sekarang.
“Aku tak ingin kau membalas pertolonganku tadi, cukup dengan lepaskan adikku lalu selanjutnya kita tak perlu berurusan lagi, itu sudah sangat cukup sekali bagiku,” papar Carissa panjang lebar.
Kening Rayhan bergerak tipis mendengar apa yang barusan diucapkan oleh Carissa. Rasanya ia beli dan ingin tertawa saja.
__ADS_1
“Aku menyandera adikmu? Itukah pesan yang dikirimkan padamu?” decihnya, mengulas senyum tipis.
Sumpah demi apapun baru kali ini Carissa baru melihat pria berandal itu tersenyum. Dari awal dia bertemu sampai saat ini baru lah ia melihat senyum Rayhan. Namun senyum itu terasa begitu menakutkan.
“Apa maksudmu? Cepat kembalikan adikku!”
Kini Carissa sampai mencoba untuk berdiri meskipun kakinya masih terasa gemetar akibat peristiwa tadi.
Melihat itu, Rayhan mengeluarkan tangannya untuk membantu Carissa berdiri. “Pegang!”
“Cepatlah!” Dengan terpaksa akhirnya Carissa mengulurkan tangannya.
Rayhan pun seketika menariknya untuk berdiri.
“Adikku! Cepat serahkan adikku!” ucapnya masih panik.
“Kau cari sendiri adikmu di dalam.”
Carissa pun dengan cepat berlari masuk ke markas untuk mencari adik satu-satunya yang imut dan menggemaskan itu.
Ck! Rayhan hanya berdecak kemudian berjalan masuk mengikuti Carissa.
***
Di lain tempat, setelah polisi keluar dari markas Eagle wave mereka menuju ke markas Kapak Merah, itupun setelah mereka mendapatkan informasi dari aparat kepolisian yang masih ada di lokasi setelah mengecek rekaman CCTV di sekitar gedung tempat para anggota dewan tadi melakukan meeting.
“Apa di sana itu, markas Geng Kapak Merah?” tanya seorang aparat polisi menunjuk sebuah rumah.
__ADS_1
Di depan rumah itu terdapat simbol kapak merah tepat di pintu masuk. Di depannya juga terparkir banyak motor berwarna merah.
Beberapa anggota yang ada di dalam yang terlibat pembicaraan dengan boss mereka, Sony.
“Aku yakin boss Eagle Wave kali ini akan merasakan akibatnya. Tadi saja polisi sudah mengejarku dan pasti sekarang Rayhan dan anggotanya semua sudah diamankan oleh Polisi,” cicit salah satu anggota, mengulas senyum lebar.
Ia tampak bangga karena tugasnya memberi pelajaran Eagle Wave berhasil.
“Aku tak bisa bayangkan seperti apa wajah Rayhan.” Sony nampak benar-benar lega dan puas dengan kinerja anggotanya yang solid dan terencana itu.
Dari luar polisi langsung membungkam beberapa anggota, sehingga mereka tidak berisik sedikitpun dan tunduk pada aparat.
“Aku rasanya tak sabar ingin melihat Rayhan mendekam di balik jeruji besi,” ujar Sony lagi.
Ia tak tahu jika aparat polisi berjalan dengan pelan tanpa suara masuk ke markasnya.
“B-Boss... di belakangmu...”
“Kau ini kenapa? Kenapa seperti melihat hantu saja memangnya ada siapa di belakangku?” ucap Sony merespon anggotanya yang bicara dengan gagap.
Sony lalu dengan santainya berbalik dan menoleh ke belakang. Betapa terkejutnya dia saat melihat tak hanya satu aparat kepolisian yang masuk, tapi banyak.
Bagaimana mungkin ini terjadi? Bukankakah tadi semua berhasil dan polisi sudah ke markas Eagle Wave. Tapi kenapa sekarang malah kemari? batin Sony, tak mengerti kenapa yang dilakukannya berbalik sendiri pada dirinya.
“Ikut kalian ke kantor polisi!” hardik polisi. Mereka langsung menodongkan pistol ke arah Sony dan mengepung markas itu.
Sial! Rayhan benar-benar busuk! Bisa-bisanya dia membalik keadaan dengan cepat! Sony hanya bisa mengumpat dalam hati saat tugas polisi mulai beraksi dan menggiring mereka.
__ADS_1