Rindu Suara Adzan

Rindu Suara Adzan
Eps. 28 Jeratan Rayhan


__ADS_3

“Tetap saja kau harus membayarnya karena kau sudah memakai jasaku,” ucap Rayhan.


Pria itu bicara dengan santai dan tatapan dinginnya yang menyeramkan seperti biasanya.


“Berapa kau minta bayaran? Sebutkan!” ucap Carissa, berani.


Padahal dalam hati sebenarnya dia takut. Apalagi berani mempertanyakan kisaran nominal yang harus dibayarnya pada Rayhan, meski ia tak punya uang untuk membayarnya.


Tapi selama itu akan membuat masalah ini selesai dan tentunya dia tak perlu lagi berhubungan dengan pria itu selamanya ia akan berusaha mencari uang itu, meskipun harus dengan meminjam.


“Kau punya uang?” ucap Rayhan santai, malah terkesan meledek.


Sengaja dia bicara begitu, karena ingin melihat seperti apa reaksi Carissa. Ia ingin memancing gadis itu, terlebih sampai membuatnya memohon bertekuk lutut padanya.


Selama ini beberapa geng motor lainnya sudah takluk dan berlutut di hadapannya. Ia bisa menaklukkan mereka dengan mudah. Tapi sejujurnya baginya tak mudah menaklukkan Carissa. Meski dia hanya seorang gadis berhijab biasa. Entah karena dia iba, lemah atau memang Carissa lebih kuat darinya?


Sepertinya akan menarik jika bisa membuat gadis ini bertekuk lutut padaku, batin Rayhan tersenyum dalam hati.


“Punya. Berapa saja yang kau sebutkan aku akan bayar itu, tapi dengan satu syarat.” Carissa beralih menatap Rayhan serius.


“Katakan syaratmu dan kuharap syarat itu satu saja. Tak boleh lebih dari itu.” Rayhan nampak tenang dan santai, membuat Carissa semakin merinding melihatnya.


“Aku akan bayar dan lunasi semua hutang yang sebenarnya tidak bisa disebut hutang, dengan syarat kau harus menjauh dariku sejauh mungkin dan tak pernah berurusan lagi denganku,” ucap Carissa.

__ADS_1


Rayhan tersenyum miring mendengar ucapan Carissa. Mengetahui fakta jika Carissa ingin menjauh dari dirinya membuatnya semakin ingin membuat gadis itu terikat dengannya.


“100 juta.”


Carissa sampai bengong mendengarnya. Rasanya seketika otaknya kosong dan seluruh ototnya terasa lemas. Jika saja ia tak ingat sedang menaiki motor dan harus memegangnya dengan erat, mungkin dia sudah jatuh tertimpa motornya.


Berandal ini! Dia sengaja menyebutkan harga fantastis yang tak bisa kubayar. Kurang ajar! Aku benar-benar telah dipermainkannya! maki Carissa dalam hati.


Sungguh, ia menyesal sekali kenapa dia mengikuti permainan Rayhan dan akhirnya terjebak di dalamnya? Seandainya saja dia berpikir lebih dulu tadi, maka ia tak akan dipermainkan seperti ini.


“Kau konyol! Mana mungkin aku yang seorang mahasiswi begini punya uang sebesar itu? Mungkin memang salahku menanggapimu. Lupakan saja. Anggap aku tak pernah menyetujuinya.” ucap, Carissa, menuntut.


Selepas bicara begitu, dia memiringkan motornya, mencari jalan dan melajukannya kembali saat sudah menemukan jalan.


Dia pikir dia sudah lolos dan Rayhan melepaskannya, karena pria itu tidak menarik motornya.


Ternyata dugaan Carissa salah total. Rayhan bukannya melepaskan dirinya malahan ia duduk di belakangnya. Sontak saja dia berhenti dan segera turun dari motornya.


“Kita belum selesai bicara tapi lagi-lagi kau sudah kabur dariku. Sepertinya itu memang kebiasaanmu.” Rayhan ikut turun dan mendekati Carissa.


Hah! Carissa menarik napas panjang. Ia berharap masalah dengan Rayhan tidak berlarut-larut ataupun berbuntut panjang dan segera selesai saat ini juga.


Jujur, dia merasa seperti dikejar hantu akhir-akhir ini semenjak bertemu dengan Rayhan. Tidurnya di malam hari tak pernah tenang, sejak pria itu mengancam akan menyandera Fitri, adiknya.

__ADS_1


“Ingat setiap kata yang kau ucapkan adalah janji. Kau tidak mungkin akan mengingkari janjimu sendiri, bukan?” Rayhan menatap tajam Carissa yang saat ini menundukkan wajah.


Carissa diam karena dia mengakui ucapan Rayhan benar adanya. Dia sudah melepas janji pada pria itu, meskipun dengan terpaksa.


“Janji tetaplah harus ditepati. Bukan berarti jika kau tak bisa membayarnya dengan nominal yang kusebutkan tadi, kau tak bisa membayarnya dengan yang lain, bukan?”


Kali ini Carissa mengangkat wajahnya, namun ia tak berani bicara lagi. Takut akan terjerat pada permainan Rayhan lebih dalam lagi.


“Jika kau tak bisa membayarnya dengan uang maka kau bisa membayarnya dengan mendaftar masuk menjadi anggota Eagle Wave,” imbuh Rayhan tak segan-segan.


Dia selama ini memang belum pernah punya anggota seorang wanita. Dan mungkin jika Carissa bergabung dia adalah wanita pertama yang menjadi anggota gengnya.


Tentunya bukan tanpa alasan dia berniat merekrut gadis itu menjadi anggotanya. Dari semua perangai Carissa, gadis itu akan semakin kuat jika diasah lagi. Dan kedepannya tentunya akan membuat Eagle Wave lebih kuat lagi dari sekarang.


Carissa memegang pelipisnya yang terasa terdenyut hebat.


“Kau gila dan mulai mengada-ada. Tak mungkin aku akan bersedia menjadi anggota mu. Mau ditaruh di mana hijabku ini? Lagi, kau sepertinya memang sengaja memanfaatkan kesempatan ini. Entah apa tujuanmu, yang jelas semua ini tak masuk akal!” sentak Carissa dengan meremat tangannya. Gemas sekali.


Sudah cukup ia dipermainkan habis-habisan oleh Rayhan seperti ini. Dan ia tak mau dipermainkan oleh pria itu lagi.


“Kukira kau punya nurani. Tapi ternyata aku salah menilaimu. Kau sama dengan anggota geng motor lainnya!” tegas Carissa.


Ia pun segera pergi dari sana secepat mungkin, meninggalkan Rayhan.

__ADS_1


“Gadis itu memang sungguh...” Rayhan membiarkan Carissa pergi dan hanya menatap kepergiannya dengan mengusap dadanya.


Rasanya perkataan Carissa barusan seperti menyayat hatinya.


__ADS_2