Rindu Suara Adzan

Rindu Suara Adzan
Eps. 41 Menemui Rayhan


__ADS_3

“Carissa, kau dari mana saja? Ibu sampai khawatir memikirkanmu,” ucap Nyonya Shara menyambut kedatangan putrinya.


Carissa tiba di rumah lima menit yang lalu. Ibunya tampak bicara panjang lebar dengan ayahnya dan dia hanya mendengarkan saja obrolan mereka.


Ibunya itu baru saja memarahi ayahnya, karena berulang kali menelepon tak dijawab juga. Bahkan Carissa pun tak bisa membantu ayahnya kali ini.


“Aku... aku dari kampus Bu. Tadi lama di perpustakaan dan tidak sadar ternyata sudah sore,” jelas Carissa gugup.


Sengaja ia berbohong pada ibunya. mendingan kayaknya saja barusan diomeli oleh ibunya membuat nyalinya ciut untuk berkata jujur dan menceritakan yang sebenarnya.


Mungkin ia tak sekedar akan diomeli saja, ada konsekuensi lainnya yang harus ditanggungnya. Terlebih masalahnya cukup pelik, urusan dengan geng motor.


Kenapa dia malah berbohong pada ibu? batin ayah, tergugu mendengar apa yang barusan diucapkan oleh putrinya.


Dia hanya menatapnya saja tanpa menambahi penjelasan Carissa. Takut malah semakin berbuntut panjang, beruntungnya tadi dia belum sempat menceritakan kejadian yang sebenarnya pada ibu.


“Apa kamu tahu Ibu dan Ayah panik sekali. Kami berdua khawatir sesuatu terjadi padamu. Kami kira kamu diculik,” balas Bu Shara.


Masih tampak jelas orang khawatir di muka wanita itu, meski ucapan yang dilontarkannya sedikit tak nyaman di telinga.


Tapi Carissa sudah terbiasa dengan hal itu.


“M-maaf, Bu. Lain kali aku tak akan mengulanginya.”


“Setidaknya, beritahu Ibu. Telepon Ibu, biar tidak terus mencemaskanmu.”


“Baik, Ibu. Aku janji akan menelepon ibu. Tadi ponsel bateraiku low, dan aku pembawa charger,” jelas Carissa, lagi-lagi berbohong.

__ADS_1


Pak Sholeh sampai mengusap dada naik turun. Selain terkejut, ia juga merasa rongga paru-parunya mulai menyempit, membuat pasukan oksigen yang masuk ke sana sedikit.


Kenapa kamu Sa kembali berbohong seperti itu? Padahal Ayah tak pernah mengajarimu berbohong.


***


Carissa menyandarkan pantatnya ke tempat tidur setelah menaruh tas dan juga ganti baju. Ia tampak menunduk, menyesali apa yang barusan diucapkannya.


“Kenapa aku berbohong pada ibu dua kali?” sesalnya masih menunduk.


Tak seharusnya ia dikuasai rasa takut yang begitu mendominasi dirinya sampai membuatnya kalap dan berbohong. Mungkin ia akan aman untuk sekarang tapi tidak tahu dengan besok.


Hingga malam larut, gadis itu pun masih belum terpejam karena memikirkan kesalahannya barusan.


***


“Sa, kemarin aku mendapatkan telepon dari ibumu. Bu Shara nampak panik sekali mencarimu. Kamu dari mana?” tanya Airin yang duduk di sebelah Carissa.


Belum sempat ia menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu, Boy yang juga duduk di samping Carissa ikutan bertanya padanya.


“Iya Sa, kemarin itu Bu Shara juga meneleponku. Dari suaranya tampak cemas sekali. Memang kamu main kemana?”


“Boy, Airin. Ceritanya panjang. kemarin itu aku diculik orang anggota geng motor, Kapak Merah.”


“Serius? Lalu gimana kamu bisa bebas dari mereka?” tanya Boy dan Airin bersamaan.


Sungguh mereka benar-benar terkejut sekali mendengar cerita yang barusan diucapkan oleh Carissa.

__ADS_1


“Pria itu, si Rayhan yang menyelamatkan diriku. Bahkan dia terluka sekarang.” Carissa bisa bohong pada ibunya tapi dia selalu terbuka pada dua temannya itu.


“Apa?!” Lagi-lagi Airin dan Boy geleng-geleng dibuatnya.


Bagaimana bisa Carissa masih saja urusan dengan geng motor malahan sekarang dia terjebak di antara perang geng motor.


***


Siang hari Carissa pulang dari kampus. Entah kenapa dia tak bersemangat pulang ke rumah. Sejujurnya, pikirannya masih terpaut pada Rayhan. Ia nggak tahu bagaimana kondisi pria itu saat ini.


“Biasanya si berandal itu ada di markas Eagle Wave jam segini. Mungkin jika aku lewat sana aku bisa bertemu dengannya atau paling tidak melihatnya.”


Carissa kemudian segera melajukan motornya menuju ke jalanan di mana markas Eagle Wave berada.


Selang beberapa saat setelahnya dia tiba di markas tersebut.


“Hey, aku dengar suara motor berhenti di depan markas. Apa itu boss?” ucap salah satu anggota.


“Bukannya boss masih sakit dan tak beraktivitas selama dua hari ke depan?”


Rayhan memberitahukan pada anggotanya jika dirinya terluka setelah beradu fisik dengan Geng Kapak Merah. Ia juga menggambarkan agent off dulu selama beberapa hari dan menyerahkan semua kegiatan atau masalah yang ada pada anggotanya di sana.


“Aku kurang tahu, coba saja cek sendiri di depan,” tutur anggota geng.


Seorang pria memakai kaos hitam pekat kemudian keluar dari markas. Setelah menyambungkan pandangan ke sekitar netranya pun terkunci pada sebuah motor matic yang terparkir di depan sana.


“Kamu kan Carissa? Yang tempo lalu membuat masalah di sini dan menyebabkan boss kami terlibat percekcokan? Ada apa kamu kemari?” ketusnya.

__ADS_1


__ADS_2