Roh Wanita Modern Di Kerajaan Kuno

Roh Wanita Modern Di Kerajaan Kuno
Bab.22 Tuan Rabbit


__ADS_3

KERAJAAN AKADIA.


Disaat makan malam yang untuk pertama kalinya, Ellora mencoba bersikap seperti seorang Putri keluarga Kerajaan. Everald yang adalah seorang Pangeran, dia dengan sabar membantu istrinya.


"Salam pada Yang Mulia, Ayahanda," salam Ellora pada sang Raja.


"Kemari lah, aku belum memperhatikan mu semenjak kamu terbangun!" Perintah Sang Raja.


Putri menghampiri sang Raja dan Ratu, sang Ratu yang lebih dulu memeluknya. "Oh Kesayanganku, kamu selalu membuat hati Ibu mu ini cemas! Ibumu ini yang salah, saat kamu kehilangan ingatan ibu terlalu memaksamu untuk segera terbiasa. Maafkan Ibu."


"Tidak ibu, jangan menyalahkan dirimu. Bukankah itu semua demi kebaikanku? Lagipula sekarang semua sudah berlalu. Meskipun ingatanku sampai sekarang belum kembali, tapi aku akan berusaha yang terbaik untuk menjadi Putri-mu."


"Haahhh!"


Semua orang menarik nafas tak percaya dengan perkataannya yang begitu bijak dan lembut darinya, tidak seperti Putri Ellora yang dahulu.


Apalagi di acara Pesta semalam, mereka juga terkejut dengan sang Putri yang bahkan bisa bernyanyi. Sedari kecil Putri tidak pernah bisa bernyanyi, mereka hanya berpikir mungkin itu sebuah keajaiban dari kehilangan ingatannya.


"Kamu sekarang sudah dewasa Putri-ku, terima kasih sudah kembali kepada kami," lanjut sang Ratu.


Kemudian Raja dan semua orang yang ada di sana mengucapkan selamat dan ucapan yang lainnya.


"Dan kamu Pangeran, urusan kita sudah impas saat kamu dihukum dipenjara. Jadi hukuman karena sudah membawa Putriku pergi, kamu sudah membayarnya." Ucap Sang Raja pada Everald.


Semua orang pun menikmati makan malam mereka dengan bahagia, dulu Putri selalu berbicara tenang jika sedang makan. Tapi sekarang dari awal sang Putri sesekali bercanda dengan suaminya.


Raja dan Ratu pun saling melirik, mereka berpikir hal yang sama. Perubahan sang Putri terlalu besar tapi karena berubah kearah yang lebih baik, mereka pun tak berkata apapun dan hanya tersenyum.


Setelah selesai Ellora mengajak suaminya pergi ke taman Kerajaan, dia ingin menikmati suasana malam di Kerajaan.


"Sayang, aku ingin mendengar tentang Kerajaan dan juga keluargamu," ucap Putri seraya menginjakkan kakinya di rumput.


"Ceritanya sangat panjang dan rumit, tapi aku akan menceritakannya secara singkat padamu," jawab Everald.


"Ibuku sebenarnya adalah seorang Ratu, tapi disaat aku kecil Ibuku sakit mendadak dan tak lama meninggal."


"Seharusnya aku lah yang harusnya sah menjadi pewaris Tahta dan menjadi Putra mahkota, tapi Selir Agung yang didukung Klan-nya, mendesak sang Raja untuk segera menjadikannya seorang Ratu setelah kematian ibuku."


"Kemudian terjadi percekcokan antara pendukung ibuku dan pendukung Selir Agung, akhirnya pendukung Selir Agung yang berhasil memenangkannya."

__ADS_1


"Selir Agung diangkat menjadi Ratu yang baru, begitu juga Pangeran pertama yang adalah putranya diangkat menjadi Putra Mahkota menggantikan diriku."


"Aku akhirnya menjadi Putra Mahkota yang terbuang, begitulah..."


"Aku juga mendengar cerita ini dari Guru Chiron, karena waktu itu aku masih terlalu kecil dan belum mengerti." Everald mengangkat bahunya.


***


POV AUTHOR ON.


Sedari kecil Everald sang Putra Mahkota terbuang oleh Guru Chiron sengaja dijadikan Pangeran yang tidak terlalu mencolok dari keluarga di Istana lainnya, dia tidak ingin ada sesuatu yang terjadi yang tidak diinginkan pada Pangeran.


Juga disaat kecil pangeran Everald sering sakit-sakitan dan ayahnya sang Raja tidak memperdulikannya. Raja menganggap dia adalah Pangeran yang lemah, padahal Everald sering sekali dijahati dan pernah diracuni dengan racun yang tidak bisa terdeksi oleh alat racun apapun.


Sedari kecil Everald sudah terbiasa diacuhkan oleh Ayahnya dan selalu dijaga oleh mantan Pengawal Pribadi Ibunya itu ketika Ibunya masih hidup, Guru Chiron.


Tapi setelah Everald selamat dari sakitnya karena diracun saat umur 12 thn, Guru Chiron langsung menghilang pergi dari Istana tapi sesekali akan datang menemui Pangeran.


Sebelum menghilang Guru Chiron selalu bilang jika dunia itu seluas langkah kaki, jelajahi lah dan jangan pernah takut melangkah. Hanya dengan itu, kita bisa mengerti kehidupan dan menyatu dengannya.


POV AUTHOR OFF.


***


Dikamar yang sangat megah, terlihat seorang wanita yang sudah berumur tapi tidak menutupi kecantikannya, dia sedang bersama seorang lelaki muda.


Wanita itu tak lain adalah Selir Agung yang sudah menjadi Ratu, dia sedang bersama Putra Mahkota. Mantan Selir Agung yang sekarang bernama Ratu Letizya Aludra dari Klan - Icarus, dan Putra Mahkota yang bernama Pangeran Abercio Alhtair.


Mereka sedang mendiskusikan tentang Pangeran ketiga yang berhasil menikah dengan Putri dari Kerajaan Akadia, padahal dari awal mereka sudah membuat rencana agar pernikahan kedua Kerajaan itu tidak terjadi.


Bahkan kecelakaan kuda sang Putri waktu itu adalah rencana jahat dari mereka, tapi semua rencana mereka menjadi kacau sekarang karena akhirnya pernikahan itu terjadi. Mereka semakin khawatir karena sekarang Pangeran ketiga dari Mantan Ratu mendapat pendukung, karena menjadi menantu dari Raja Rebellion.


"Kita harus merencanakan lagi semuanya, dulu Ibu berhasil mendapatkan Posisi Ratu ini dengan bantuan dari penyihir - Zyir. Sekarang Ibu tak ingin kamu kehilangan Tahta yang sebentar lagi seharusnya menjadi milikmu. Ibu masih takut dan belum tenang, karena dulu seorang peramal mengatakan, jika Bintang Raja ada di sekitar Pangeran Everald. Jadi karena itulah dari dulu Ibu mencoba untuk membunhnya, tapi tak pernah berhasil," ujar Ratu Letizya menahan amarahnya.


"Sekarang, dia bahkan sudah mempunyai pendukung dari Kerajaan lain!" Ucapnya seraya menggebrak meja.


"Tenanglah ibu, aku akan mencari cara lain untuk menyingkirkan Pangeran bodoh itu. Dia sampai sekarang sepertinya belum mengetahui semua perbuatan kita padanya selama ini. Jadi masih banyak kemungkinan bagi kita untuk melenyapkannya." Putra Mahkota berkata dengan tenang.


"Ibu, dari yang aku dengar dari informan-ku. Kelakuan sang Putri istri Pangeran ketiga, berubah drastis dari saat dia bangun dari 'tidur' nya. Dia berubah menjadi baik dan juga sangat aneh seperti berubah menjadi orang lain," tambahnya lagi.

__ADS_1


"Disaat dia berada di kota Odisha, dia bergaul dengan para rakyat miskin dan sering berbicara dan bahkan bernyanyi dengan bahasa yang bukan berasal dari sini! Yang aku tau itu adalah bahasa dari Negeri Inggris, tapi dari informasi yang kudapat Sang Putri tidak pernah belajar bahasa itu."


"Benarkah? Kalau begitu kita harus mencari tahu lagi semua tentang Putri, pasti ada sesuatu yang terjadi. Kita bisa menjadikan itu titik kelemahan dari Pangeran ketiga nanti." Ucap sang Ratu semangat.


"Ya, Ibu."


***


KERAJAAN AKADIA.


Ellora dan Everald akan kembali ke dalam Istana setelah berjalan -jalan di taman, tiba - tiba datang si Tuan kelinci dan langsung meloncat ke pelukan Ellora.


Everald terkejut tapi tidak dengan Ellora, dia malah memeluknya erat dan menciuminya seraya tertawa, "Hahaha..."


Wajah Pangeran berubah menjadi cemburu melihat istrinya menciumi kelinci itu, tak lama wajahnya berubah lagi menjadi shock saat dia mendengar istrinya berbicara pada seekor kelinci.


"Selamat malam Tuan kelinci! My Rabbit, apakah kamu melihat pernikahanku kemarin?" tanya Ellora pada si kelinci mengajak mengobrol.


"Tentu saja, tapi kamu belum berterima kasih padaku," ucap si kelinci.


"Haiya! Kamu benar-benar perhitungan, baiklah katakan bagaimana aku harus berterima kasih padamu?" decak Putri.


"Gampang! Bawa aku kemanapun kamu pergi, jangan jauh-jauh dariku. Bahkan kalau bisa, aku tidur di ranjang bersamamu," kelinci itu bercanda.


"Apa? Yang lain sih oke, tapi tidur denganku? Are you crazy?" Jawab Ellora menggelengkan kepalanya.


"Hei! Aku hanya bercanda!"


Mereka berdua pun tertawa dan melupakan Pangeran Everald yang sedang menatap mereka dengan shock, wajahnya sudah sangat pucat.


"Sa-sayang, ka... mu sedang apa?" tanyanya terbata - bata memaksakan kalimatnya.


Ellora seketika tersadar ia segera berbalik ke arah suaminya, wajah suaminya ternyata sudah pucat pasi dan seperti akan pingsan kapan saja.


Putri menjadi khawatir dia segera melepas si kelinci lalu menghampiri suaminya. Tapi saat dia baru saja mendekat, suaminya akhirnya terjatuh tak sadarkan diri.



__________

__ADS_1


---Bersambung.....


Like dan Komen jangan lupa, Rate juga Vote 😘


__ADS_2