
🌹Rumah Sewa sebelum menemukan Ellora🌹
Ketika mereka semua sedang memikirkan bagaimana caranya,tiba-tiba si tuan Rabbit menyolek Putri Bella dan dengan tangannya memperagakan sesuatu.
[ Aku akan pulang dulu menemui Penyihir Rhyannon,aku punya ide dan akan meminta sesuatu yang bisa membantu ]. arti dari gerakannya.
Tapi tentu saja Putri Bella pun tak mengerti,tapi tuan Rabbit kemudian mengambil langsung kalung dari leher Sang Putri dan berlari pergi keluar.
"Heiiii....kalungku !" teriak Putri.
Mata semua orang pun menatap kepergian si tuan Rabbit.
"Mau kemana dia dengan dengan membawa kalungmu ?" tanya Everald.
"Entahlah Ayah.....tadi dia dengan tangan dan tubuhnya seperti berkata sesuatu. Tapi Bella tidak mengerti" jawab Putri.
Mereka pun membiarkannya,karena tidak mungkin tuan Rabbit akan berbuat sesuatu yang merugikan mereka dengan kalung itu.
Mereka semua akhirnya meneruskan kesibukan mereka,bahkan sampai besok paginya si tuan Rabbit belum kembali.
Everald yang masih belum mempunyai ide apapun,tapi karena masih penasaran dengan sosok istrinya di Zaman ini akhirnya memutuskan akan menemui mantan kekasih istrinya. Everald pun bicara pada kedua anaknya dan mereka juga ingin ikut tentu saja Zette juga pasti ikut.
"Kenapa kamu ikut,bukannya kamu harus pergi bekerja. Biar aku saja yang pergi menemuinya" kata Everald pada Zette.
"Jika nanti kalian bertengkar lalu saling memukul lagi,siapa yang akan menengahi kalian ?" tanya Zette dengan wajahnya yang datar,tapi Everald tau Zette sedang mengejeknya.
"Baiklah,terserah" ucap Everald.
🌹Perusahaan Ethan Bekerja🌹
Kemudian mereka pergi ke alamat kantornya,dan sekali lagi security melarang mereka masuk. Tapi security langsung mengenali si kembar karena wajah mereka memang agak berbeda dari yang lain. Dia pun pergi ke resepsionis dan tak lama Ethan turun dengan wajahnya yang tegang dan terlihat tak suka dengan kedatangan mereka.
Ya ampun,aku hanya berbuat dosa pada Ellora satu kali. Kenapa hidupku si*l begini harus berurusan dengan mereka ! Pikir Ethan.
"Aku sedang bekerja,begini saja. Aku akan memberikan alamat tempat tinggal Ellora dan kunci cadangan Rumahnya. Kalian pergilah ke sana" Ethan berkata.
"Tunggu sebentar,aku akan menuliskan alamatnya dan mengambil kuncinya di ruang kantorku. Tunggu disini !" kata Ethan lagi sambil beranjak pergi.
__ADS_1
Mereka pun menuruti perkataannya dan diam menunggu dengan tenang di depan kantor. Sepertinya Ethan lupa menyuruh mereka masuk dan menunggu di Lobi atau entah mungkin dengan sengaja.
Tiba-tiba terdengar suara Wanita yang sudah berumur dan memanggil nama Zette.
"Nak Zette,sedang apa kamu disini. Apa kamu karyawan di Perusahaan anakku ?" Ternyata Nyonya Nita yang bicara.
Perusahaan tempat Ethan bekerja ternyata adalah Perusahaan anak lelakinya Nyonya Nita,dan anak kecil yang sudah ditolong Zette waktu itu adalah anak dari Putranya yang adalah Presdir Perusahaan itu.
"Nyonya Nita,apa kabar. Ah,saya bukan pekerja disini. Saya kebetulan sedang ada urusan" balas Zette ramah pada Nyonya Nita.
"Benarkah,oh iya. Terima kasih sekali lagi atas pertolongan kamu waktu itu. Putra saya bahkan ingin bertemu denganmu saat saya menceritakannya." kata Nyonya Nita.
"Nyonya...itu hanya bantuan kecil." jawab Zette.
"Ma.....siapa dia ?" tanya seorang wanita muda yang ternyata ada di samping Nyonya Nita.
"Ah sayang.....,Mama lupa ngenalin. Kenalin ini pemuda yang waktu itu Mama ceritakan,yang udah nyelamatin ponakan kamu itu loh" kata Nyonya Nita pada Putrinya.
"Nak Zette,kenalin ini Putri saya. Namanya Sophia dan dia masih kuliah" kata Nyonya Nita memperkenalkan.
"Hai,namaku Sophia. Nice to meet You" ucap Sophia sambil mengulurkan tangannya.
( Ah ! Author lupa ✌️Luka di wajah Zette sudah lama hilang ya. Saat pertama kali Zette datang ke Kastil Perdamaian,dia diberikan ramuan penyembuh oleh Penyihir Rhyannon. Sekarang Zette lelaki yang ganteng banget 😍 ).
Zette yang melihat uluran tangan Sophia tentu saja menerimanya,bagaimana pun Nyonya Nita pernah menolongnya.
"Saya Zette,tapi maaf kamu bicara apa barusan. Saya tidak mengerti" ucap Zette jujur.
Sophia melebarkan matanya mendengar kejujuran lelaki di depannya itu,jarang sekali lelaki yang mengakui ketidaktahuannya.
"Hahahaha.....Benar kan kata Mama. Pemuda ini sangat jujur dan lugu" kata Nyonya Nita tertawa sambil menepuk pundak Zette.
"Mama benar,jarang sekali loh Ma. Biasanya kebanyakan lelaki menyembunyikan sesuatu" ucap Sophia yang sepertinya ada makna di dalamnya.
Ketika mereka bertiga sedang mengobrol,mata seseorang menatap marah melihat tangan lelaki kesayangannya memegang tangan wanita lain selain dirinya. Karena selama ini hanya dia satu-satunya yang boleh memegang tangan Zette. Siapa lagi kalau bukan Putri Bella,wajahnya pun sudah memerah karena marah.
Pangeran Regan yang memang adalah kembarannya,langsung merasakan Aura kemarahan dari saudari kembarnya itu. Dan benar saja saat Pangeran Regan berbalik melihatnya,saudarinya itu sedang menatap marah pada Zette. Tentu saja Pangeran Regan mengerti dan langsung saja dia berdehem kepada Zette.
__ADS_1
"Ekhem....Zet !" Pangeran Regan berdehem.
Akhirnya mereka semua sekarang saling menatap,dan Zette yang tersadar langsung melihat ke arah Putri Bella yang menatap marah padanya. Zette yang melihatnya langsung mendekati Putri Bella dan berkata pada Nyonya Nita dan Sophia.
"Nyonya,Nona Sophia. Perkenalkan mereka adalah majikan saya. Tuan saya bernama Everald,dan mereka berdua saudara kembar. Saya adalah pengawal pribadi mereka berdua" jelasnya.
"Benarkah,jadi kamu seorang Bodyguard. Wow keren....Mama bolehkah dia jadi Bodyguard Sophia juga ? Mama kan tau pengawal yang kemarin itu tidak bisa apa-apa dan sudah Sophia pecat" kata Sophia langsung.
"Nanti kita bicarakan lagi ya sayang" kata Nyonya Nita.
Ketika mereka masih berbicara,datanglah Ethan dengan membawa sebuah kunci dan memberikannya pada Everald.
"Nyonya,Nona Sophia....Selamat siang. Ingin bertemu Pak Presdir ya" sapa Ethan.
"Ya,apakah kamu mengenal mereka ?" tanya Nyonya Nita.
"Ah.....anu. Ya mereka kenalan saya" tadinya Ethan ingin menjawab tidak.
"Benarkah,wah kebetulan sekali ya. Saya juga mengenal nak Zette" kata Nyonya Nita.
Ethan sedikit terkejut,ternyata si imigran gelap mempunyai kenalan seperti Nyonya Nita yang adalah Ibu dari Bos nya.
"Ya sudah,saya takut Putra saya menunggu di dalam. Oh ya nak Zette,mana nomer ponsel kamu ?" Nyonya Nita memintanya.
"Maaf Nyonya,saya tidak punya" jujur Zette.
Sekali lagi Nyonya Nita dan Sophia membelalakkan matanya,secara zaman modern seperti sekarang masih ada seorang pemuda sepertinya tidak punya ponsel.
"Ekhem.....anu Nyonya,jika ada keperluan dengan Zette. Nyonya boleh menghubungi saya." akhirnya Ethan yang berbicara.
"Begitu,baiklah. Kalau begitu sampai jumpa lagi nak Zette" akhirnya Nyonya Nita mengakhiri perkataannya.
"Bye Zette. Nice to meet a handsome man like you, we will meet again soon" ucap Sophia pada Zette sambil memberikan senyuman terindahnya. ( Senang bertemu lelaki tampan seperti kamu,kita akan secepatnya bertemu lagi ).
Tentu saja Zette membalas senyumannya untuk kesopanan karena dia juga tidak mengerti bahasa yang diucapkan,tapi Putri Bella melihatnya dengan arti yang berbeda. Putri Bella melihatnya sekali lagi Zette-nya melakukan sesuatu hal kepada gadis lain selain dirinya,apalagi Putri Bella mengerti bahasa yang diucapkan Sophia. Putri Bella yang marah pun langsung menarik tangan Ayahnya agar segera pergi dari sana.
Everald yang memang kurang peka masalah seperti itu hanya menuruti Putrinya tanpa tau apa-apa,diikuti Pangeran Regan dan Zette di belakang mereka.
__ADS_1
BERSAMBUNG........