Roh Wanita Modern Di Kerajaan Kuno

Roh Wanita Modern Di Kerajaan Kuno
Bab.64 Jika Cinta Pergi~Perjuangkan.


__ADS_3

🌹Zaman Kuno🌹


Pangeran memerintahkan pengawalnya untuk membawa kuda terbaik di Istana,dan juga membawa kuda kesayangannya pemberian Guru Chiron tapi Ibunya yang memberi nama.


"Pengawal bawa juga Black Sword,sudah lama aku tidak menaikinya."


"Jika kamu menaiki Black Sword,sudah pasti kami kalah." Keluh Andreas.


"Ayolah,kalian juga aku berikan kuda terbaik di Istana. Apakah harus pinjam kuda Ayahku ? Baiklah aku akan meminjamnya." Canda Pangeran Regan.


"Tidak ! Tidak ! Kami mana berani memakai kuda Raja,iya kan Xavier." Andreas langsung menatap Xavier.


"Ya....ya." Jawab Xavier.


Mereka sedang menunggu para pengawal membawa kuda,sedangkan Saxon masih dengan pikirannya sendiri memikirkan jika dia kalah.


Pangeran Regan yang menatap ke arah Saxon langsung mengerutkan dahinya,karena tidak biasanya Saxon melamun.


"Saxon,apa yang sedang kamu pikirkan ?." Tanyanya.


"Hanya berpikir apakah airnya benar-benar sangat dingin." Kilahnya saat tersadar dari lamunan.


"Tentu saja,aku pernah merasakannya." Balas Andreas.


"Kenapa ? Jangan bilang Saxon yang kuat tidak berani masuk air dingin jika nanti kalah." Selidik Andreas.


"Hei,tentu saja tidak. Aku hanya bertanya." Jawab Saxon santai.


Tapi Pangeran Regan yang masih memperhatikannya tahu ada yang salah dengan Saxon,karena dia tahu kebiasaan dari Saxon jika sedang gelisah telunjuk tangannya selalu mengetuk-ngetuk.


( Wah Pangeran Regan,kebiasaan kecil Saxon pun udah tahu 🙄 ).


Pangeran Regan pun membiarkannya,jika memang pada saatnya dia harus tahu pasti akan tahu.


Kuda-kuda pun telah datang,mereka semua segera naik ke atasnya.


"Hei sobat,bagaimana stamina mu saat ini. Kamu harus kuat ya,dan kalahkan kuda-kuda sainganmu. Jangan permalukan aku atau aku tidak akan membiarkanmu dekat dengan kuda-kuda betina incaranmu. Mengerti !." Ucap Pangeran Regan pada Black Sword.


Black Sword hanya meringkik lirih dan memajukan kepalanya ke tangan Pangeran Regan yang sedang mengusapnya seakan menjawab perkataan Pangeran Regan.


"Bagus,kamu memang yang terbaik. Ayo !." Kata Pangeran sambil menarik tali kekangnya.


Mereka berempat pun segera memulai perjalanan dengan kuda mereka dengan para pengawal masing-masing yang mengikuti mereka. Hanya Saxon yang hanya membawa satu pengawal,tapi bukan pengawal biasa.


Semuanya mendapat kuda jantan yang sangat gagah dan besar,tapi tentu saja tidak bisa menyamai Black Sword.


Setelah sampai mereka melihat memang seperti yang dikatakan Andreas jika danau itu sangatlah indah,air danau yang berkilauan sangat indah untuk dipandang.


Mereka turun dari kuda dan berjalan ke arah danau,kemudian mencoba suhu air danau itu. Dan benar saja bahkan suhu nya dibawah suhu dingin normal,benar-benar sangat dingin. Kalau menurut Pangeran Regan,airnya sedingin es dalam kulkas di Zaman Modern.


"Baiklah,ayo kita bersiap. Kita akan bertanding berapa putaran ?." Tanya Xavier.

__ADS_1


"Karena lapangan rumputnya lumayan luas,bagaimana jika 10 putaran. Jangan memforsir kuda-kuda kita,mereka akan kelelahan saat kita pulang." Kata Andreas yang memang paling bijak diantara mereka berempat.


"Baiklah,ayo." Kata Pangeran Regan.


Pangeran Regan pun memerintah para pengawal segera mempersiapkan semuanya. Tak berapa lama pun mereka sudah bersiap dengan posisi masing-masing.


🌹Zaman Modern🌹


Malam hari saat Ethan pulang dari kantor,Putri Bella sudah menunggunya karena ingin bicara.


"Pah,Bella mau bicara. Bella punya ide agar bisa kuliah dengan tenang,Bella gak suka kehebohan seperti kemarin." Kata Putri Bella.


"Baiklah,katakan. Papa denger dulu ide kamu." Jawab Ethan.


Putri Bella pun menceritakan semuanya,dan Ethan hanya mengangguk-ngangguk.


"Jadi kamu mau ganti penampilan,lalu Papa minta tolong pada pihak Kampus untuk mengganti nama panggilan kamu jika sedang berada di Kampus. Begitu ?." Tanya Ethan memperjelas.


"Ya Pa,apa menurut Papa pihak Kampus bersedia ?." Tanya Putri Bella harap-harap cemas.


"Jika ada alasan yang masuk akal dan jelas,Papa rasa bisa. Apalagi ini menyangkut ketenangan kamu dalam belajar,Papa akan berbicara pada pihak Kampus besok ya." Kata Ethan meyakinkan.


"Makasih Pah,Papa terbaik." Kata Putri Bella tersenyum bahagia.


Akhirnya Putri Bella bisa tersenyum bahagia kembali,dia sudah memikirkan semuanya. Dia akan move on dan tak akan melihat ke belakang lagi apapun yang menyakitinya. Diawali dengan merubah penampilannya dan juga menutup hatinya.


Jika cinta memang akan datang di masa depan dan kehidupannya,biarkan Cinta itu yang mengejar dan memperjuangkannya. 💔💔💔


Sudah dua hari ini Zette yang berusaha menelepon ataupun bertemu dengan Putri Bella tidak pernah berhasil. Putri Bella memohon pada Ibu dan Ayah angkatnya itu untuk tidak membukakan pintu untuknya,kalau tidak Putri Bella yang akan keluar dari sana.


Ethan dan Shelly hanya bisa menuruti keinginan Putri angkatnya,dan ketika Zette datang mereka selalu mengusirnya. Terkadang pintu masuknya saja tidak dibuka,dan membuat Zette benar-benar di tahap frustasi. Bahkan sekarang nomer teleponnya pun sudah di blokir oleh Putri Bella,dan selama dua hari ini Putri Bella tidak pergi kemanapun.


"Sayang,Papa berhasil membujuk Pihak Kampus. Dan Papa memberikan nama panggilanmu di Kampus kepada mereka." Kata Ethan.


"Benarkah Pah,Yeayyyy.....terima kasih,Papa dan Mama." Serunya dengan gembira dan memeluk mereka berdua.


Ethan dan Shelly merasa lega akhirnya Putri angkatnya sekarang bisa tersenyum bahagia lagi dan kembali seperti dulu anak yang ceria.


Besoknya..........


Hari ini,hari libur Ethan. Jadi Putri Bella membawa Calvin untuk memperkenalkannya pada Papanya,juga untuk minta ijin karena Calvin ingin membawanya untuk make over penampilannya.


Ruang keluarga........


"Papa,kenalin Calvin. Calvin ini Papa aku." Putri Bella memperkenalkan mereka berdua.


"Halo Paman,nama saya Calvin." Calvin mengulurkan tangannya pada Ethan.


"Ah,ya. Putriku sudah bercerita tentang kamu dan semua ide mu,terima kasih. Duduklah." Kata Ethan tersenyum.


"Sama-sama Paman." Kemudian Calvin duduk.

__ADS_1


Tatapan Calvin terpancar rasa penasaran karena melihat tidak ada kemiripan diantara Ethan dan Putri Bella. Tentu saja Ethan mengerti rasa penasarannya.


"Kamu penasaran karena kami berbeda kan ?!." Kata Ethan langsung.


"Hehe....iya Paman. Maafkan rasa penasaran saya Paman." Kata Calvin sambil nyengir dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Pa....dia memang orangnya seperti ini. Kepo dan suka ikut campur urusan orang." Canda Putri Bella.


Ethan pun tertawa senang melihat Putrinya itu sekarang sudah bisa bercanda lagi,sepertinya keputusannya tepat mengikuti kemauan Putrinya itu.


"Sebenarnya Bella adalah Putri saudaraku,tapi karena saudaraku berada di tempat jauh dan Bella ingin berada disini. Jadi Paman mengadopsinya." Kata Ethan menjelaskan.


Calvin pun hanya mengangguk.


"Baiklah,Papa tahu hari ini kalian akan pergi kan untuk merubah Bella. Jadi pergilah dan hati-hati. Calvin,jaga Putriku. Paman percaya padamu." Kata Ethan sambil menepuk pundaknya.


"Baik Paman,terima kasih. Kalau begitu kami pergi dulu." Balas Calvin.


"Ya udah Pa,Bella pergi dulu ya. Ayo Vin...." Ajaknya.


Mereka berdua pun pergi dan Ethan menatap kepergian mereka sambil memikirkan Zette,Ethan pun menghela nafas dan mengambil ponselnya menelepon Zette lalu setelah teleponnya diangkat Zette,dia berkata.


"Maaf Zet,kali ini sepertinya kamu benar-benar sudah menyakiti Bella. Hanya waktu yang bisa menyembuhkan lukanya,biarkan Bella mencari jati dirinya dan jika memang kamu mencintainya seperti dugaan ku,maka perjuangkan." Kata Ethan langsung mematikan teleponnya.


**************


Di ujung telepon Zette yang masih memegang ponselnya bahkan disaat suara Ethan sudah tak terdengar dia hanya terbengong. Dia memikirkan apa maksud perkataan dari Ethan dan akhirnya mengerti. Dia pun melempar ponselnya hingga hancur lalu mengerang kesakitan sambil memegang dadanya karena menahan sakit di hatinya. 💔💔💔


Bella-nya telah pergi.........


...( Selamat berjuang Zette )....


🥀Rindu hanya bagaikan pena serta secarik kertas.


🥀Diriku mengambil pena,kemudian mulai mengayunkannya.


🥀Menarilah dengan puas,dia pada secarik kertas yang polos.


🥀Dengan menirukan gerakkan tangan serta merangkai huruf dan merangkai kata.


🥀Dalam redup hanya sekilas saja kutangkap bayangan wajah indahmu.


🥀Namun bayang wajahmu yang tak mampu kusentuh sedikitpun kala ini.


🥀Sebab jarak antara kita memisahkan begitu jauhnya.


🥀Dan dari jarak inilah Rindu *pun hadir.


🥀*Rindu yang entah kapan dapat terobati ❤️


^Bersambung^

__ADS_1


Maaf telat ada Error System 🙏 Happy Reading.....


__ADS_2