Roh Wanita Modern Di Kerajaan Kuno

Roh Wanita Modern Di Kerajaan Kuno
Bab.63 Tanpa Title


__ADS_3

🌹Zaman Modern🌹


Zette yang sedang berada di dalam kamarnya di kediaman Mansion Sophia setelah melihat postingan itu lalu memaki dirinya sendiri. Kemudian dia segera pergi lagi dan menuju Apartemen Ethan,dia ingin segera meminta maaf dan memeluk serta berjanji akan selalu melindungi Bella-nya.


Zette akhirnya sampai meskipun waktu sudah menunjukkan jam 1 pagi,Zette mengetuk pintu dan terdengar suara Ethan yang marah dari dalam.


"Siapa,bertamu jam segini." Rutuknya sambil membuka pintu.


"Ini aku.....Zette." Ucap Zette.


"Kamu ! Kenapa menggangguku jam segini !." Ethan berkata tidak suka.


"Aku harus bertemu Bella sekarang,aku....aku...." Ucapnya tak bisa melanjutkan.


"Ada apa lagi,kenapa sekarang kalian berdua seperti ini. Bukannya kalian lengket seperti lem dan prangko." Kata Ethan sekarang karena heran.


"Sudahlah....tolong bangunkan dia. Jika aku yang memanggilnya,dia tidak akan membuka pintunya. Ethan,jika perlu aku akan memohon padamu." Kata Zette memelas melupakan sikap tenangnya.


Tapi Ethan yang mengingat keadaan Putri angkatnya tadi sepertinya dia sedang marah pada Zette,Ethan bingung akhirnya dia meminta penjelasan Zette dahulu baru akan melalukan permintaan Zette atau tidak.


"Aku tahu kalian sepertinya sedang ada masalah,dia sekarang adalah Putriku. Jadi aku merasa berhak tahu ada masalah apa diantara kalian,jadi jelaskan padaku dulu. Duduklah." Kata Ethan.


Akhirnya Zette ikut pengaturan Ethan dan setelah duduk dia menjelaskan kejadian tadi siang,juga memperlihatkan video yang baru saja dia lihat. Ethan yang mendengarnya sebenarnya mengerti jika Zette punya kewajiban karena pekerjaannya.


Tapi di satu sisi Ethan yang mendengar dari istrinya bahwa Bella menyukai Zette pun sedikit marah pada Zette,karena tidak melindungi Bella dalam keadaan dia sedang membutuhkannya dan akhirnya membuat Bella pasti sakit hati . Akhirnya Ethan memutuskan semuanya kepada Bella,dia tidak ingin memihak kepada siapapun.


"Zet,sekarang aku mengerti dengan sikap Bella hari ini. Maaf,tapi aku tidak bisa membantumu. Selesaikan masalah kalian,tapi sekarang sudah terlalu malam dan biarkan Bella tenang dulu. Hari ini sepertinya perasaanya sedang tak baik dan butuh ketenangan." Bujuk Ethan kepada Zette.


Zette kemudian berpikir sebentar,yang dikatakan Ethan ada benarnya. Ini sudah terlalu malam dan juga situasi terakhir mereka berdua tadi saat bertemu tidak berakhir dengan baik.


"Baiklah,besok saat dia bangun katakan padanya aku ingin bertemu dengannya. Dan katakan padanya juga,jika bisa angkat teleponku." Ucapnya sambil menghela nafas.


Zette akhirnya melangkah pergi dengan gontai,saat ini dia benar-benar ingin memeluk Bella-nya.


Keesokan harinya.......

__ADS_1


Putri Bella sengaja ingin bolos karena saat dia bangun dan melihat kabar terbaru di internet,dia melebarkan kedua matanya karena tak percaya apa yang dilihatnya.


Ethan juga mengerti karena dia juga sudah melihatnya,jadi dia berkata akan mencari cara agar Putri Bella bisa datang ke Kampus dengan tenang.


Disaat Putri Bella sedang memainkan ponselnya,tiba-tiba masuk telepon dari Zette tapi dia segera mematikannya. Kemudian ponselnya berdering lagi,dengan kesal Putri Bella mengangkatnya.


"Aku bilang urus saja urusanmu dan jangan mengurus kehidupanku lagi !." Marahnya dan dia menyangka telepon itu dari Zette.


"Hatiku sakit Arabella.....aku tak punya salah,kenapa aku kena marah." Ucap dari seberang telepon.


"Calvin ! Hehehe,maaf.......aku kira....." Kata Putri Bella sedikit malu dan menggantung kalimatnya.


"Kamu kira lelaki yang semalam,siapa namanya.....ah,Zette. Iya kan ?." Sambung Calvin.


"Sudahlah,ada apa ?." Tanya Putri Bella tak ingin bicara tentang Zette.


"Aku sudah melihat berita heboh mu,aku ingin membantumu. Aku punya ide agar kamu tidak diganggu,gimana kalau kamu merubah wajahmu dan penampilanmu." Usulnya pada Putri Bella.


"Merubah wajahku ?." Tanyanya heran.


"Maksudku,makeover wajah dan penampilanmu. Bisa jadi jelek atau yang lainnya,gimana ?." Lanjut Calvin mengeluarkan ide nya.


Kemudian Calvin menceritakan semua ide-ide yang bermunculan di kepalanya.


**************


Sedangkan di Kampus Zette yang baru mengantar Sophia ke kelasnya lalu sekarang sedang memegang ponselnya dan masih berusaha menelepon Putri Bella,yang tadinya Putri Bella matikan tapi sekarang terdengar bunyi sedang sibuk dari seberang telepon sana.


Zette menjauhkan ponselnya dari telinga lalu menengadahkan kepalanya ke langit kemudian menurunkan lagi kepalanya dan menghela nafas berat.


🌹Zaman Kuno 🌹


Setelah pikiran dan hati Raja Everald dan Ratu Ellora tenang,mereka segera berbicara dengan serius.


"Baby.....bagaimana ini. Aku merasa sudah gagal menjadi seorang Ibu." Ucap Ratu Ellora.

__ADS_1


"Baiklah,kita pikirkan bagaimana caranya agar bisa menjauhkan Pangeran Regan dengan pemuda itu." Jawab Raja Everald.


"Aku sebenarnya mempunyai ide,bagaimana jika kita mengirim Pangeran Regan ke Zaman-ku. Biar dia tinggal disana saja." Usul Ratu Ellora.


"Tapi,bagaimana kita menjelaskan pada para Petinggi di Istana. Pangeran adalah penerusku dan sebentar lagi akan diangkat jadi Putra mahkota. Sayang,pikirkan cara lain." Kata Raja Everald terlihat frustasi.


"Ah.....bagaimana jika kita mencari calon istrinya ?." Tanya Ratu Ellora penuh semangat.


"Hem....baiklah. Ide mu bagus sayang,kita akan bicara dengan Guru Chiron dan mencari kandidat dari Putri-Putri Kerajaan lain." Kata Raja Everald memutuskan.


"Baby....jangan seperti itu. Aku bilang kita semua sama,jangan membedakan. Kita perluas kandindatnya siapa saja dan dari kalangan mana saja boleh mencalonkan putri mereka,asal cukup usia dan berusia 16-17 tahun. Aku sendiri yang akan menyeleksinya." Kata Ratu Ellora.


"Hehe.....sayang,maaf aku lupa. Baiklah ikut pengaturanmu sayang,memang kamu yang terbaik dan sekarang karena pertemuannya sudah hancur oleh mu maka bertanggung jawablah." Kata Raja Everald sambil menggoda menggigiti leher Ratu-nya.


"Kamu sudah pintar menggodaku sekarang,tidak. Kita harus menyelesaikan dulu masalah anak kita." Tolak Ratu Ellora.


"Sayang,ayolah....jantungku tadi sangat kaget dan membuatku naik darah. Aku harus menyalurkannya,kalau tidak aku akan sakit." Dengan wajah memelas Raja Everald menatap istrinya.


Ratu Ellora pun akhirnya kalah dan segera melepaskan satu-persatu pakaian mereka yang merepotkan. Setelahnya Ratu Ellora dan Raja Everald saling mengelus tubuh pasangannya kemudian terhanyut dalam kenikmatan duniawi.


*************


Sedangkan di tempat latihan bela diri Pangeran Regan sedang menatap Saxon dengan mata tajamnya. Dia bingung dengan kelakuannya hari ini,jelas-jelas Saxon adalah lelaki tapi dia malah merasa cemburu melihat dia dan bibi Eloisa.


Pangeran Regan tak sadar menghembuskan nafas frustasinya dengan keras,membuat mereka yang ada disana berbalik menatapnya. Pangeran Regan yang tersadar hanya mengangkat bahunya dan nyengir.


"Hei....taruhan kita bagaimana ?." Tanya Pangeran Regan untuk mengalihkan.


"Bagaimana jika kita jangan bertanding Karate.....jika kita naik kuda tak berapa jauh di sebelah barat ada lapangan rumput luas dan danau yang indah tapi sangat dingin. Kita bertanding kuda saja dan yang kalah harus membuka bajunya dan telanj*ng masuk ke danau dingin itu." Usul Andreas.


"Setuju !." Jawab Xavier.


"Baiklah,ayo kita pergi !." Kata Pangeran Regan.


Sedangkan Saxon hanya terdiam karena dia memikirkan bagaimana jika dia kalah,tidak mungkin dia membuka bajunya kan.

__ADS_1


Mati Aku !. Pikirnya.


^Bersambung^


__ADS_2