
Note : Mohon maaf Jika ada penulisan atau PUEBI salah, dari BAB INI SAMPAI END sedang masa revisi. Terimakasih ♡
.
.
.
Kota Odisha.
Ellora memberikan pertolongan kepada suaminya, dia memberikan obat penenang yang dulu dia simpan di rumah ini yang ternyata masih ada. Kemudian akhirnya tubuh suaminya berhenti bergetar dan mulai menjadi tenang, tapi Everald masih membuka kedua matanya.
"Sayang....ada apa? Kamu tadi bermimpi?." Tanya Ellora setelah nafas suaminya berangsur pulih.
"Ya, di dalam mimpiku ada seekor ular hitam besar, dengan mata merah darah melilit tubuhku. Lalu tiba-tiba leherku serasa tercekik dan aku sulit bernapas." Jelas Everald pada istrinya masih sambil menstabilkan nafasnya.
Ellora yang mendengarnya bergidik ngeri dan akhirnya mengingat perkataan dari Tuan Rabbit. Bahwa yang terlihat di permukaan dari Ratu Letizya dan Putra Mahkota, sebenarnya tidak seperti yang terlihat. Mereka lebih berbahaya dari yang dibayangkan, karena Klan Icarus mereka dari dulu selalu memakai sihir ilmu hitam.
Ketika Ratu Letizya ingin menjadi Selir Agung bahkan ketika menjadi Seorang Ratu, mereka tak jauh dari ilmu sihir hitam. Itulah yang merenggut nyawa Ratu Lama, yang adalah Ibu dari suaminya. Bahkan sampai sekarang suaminya belum mengetahui semuanya. Dia hanya mengira Ibu nya itu sakit, karena memang waktu itu dia masih terlalu kecil untuk bisa mengerti.
Ellora memikirkan semuanya semalaman karena tak bisa kembali tidur, sedangkan suaminya sudah tertidur kembali karena dia sengaja memberinya obat tidur, agar tidurnya bisa menjadi lebih tenang.
Tiba-tiba Tuan Rabbit memanggilnya keluar, Ellora pun dengan perlahan turun dari tempat tidur. Setelah keluar dari rumah, si tuan Rabbit malah mengajaknya ke hutan belakang. Sebenarnya Ellora ragu karena mencemaskan suaminya, tapi saat si Tuan Rabbit bilang ini tentang suaminya dan jangan khawatir, dia pun mengikutinya.
Disaat sudah sampai ke dalam hutan, tuan Rabbit tiba-tiba mengangkat salah satu tangannya dan seperti sedang menggeser sebuah pintu yang tak kasat mata ke samping. Tuan Rabbit menyuruh Ellora menekan gelang di tangannya ke arah yang ditunjuk oleh si tuan Rabbit.
Kemudian tiba-tiba terlihatlah sebuah pemandangan yang sangat indah dan terdapat sebuah bangunan megah seperti sebuah Kastil. Ellora melongo terpukau melihatnya, ini benar-benar sudah diluar pemahaman nalarnya, karena tempat ini tidak bisa terlihat dari luar.
Kastil itu berdiri di atas tebing dan terdapat sebuah air terjun, terkesan misterius tapi pemandangannya sangat luar biasa indah jika dipandang.
Kastil Tempat Para Penjaga Kedamaian. Dan juga ada Seorang Penyihir Putih bernama Penyihir Rhyannon.
Penyihir Putih Rhyannon.
Si Tuan Rabbit kemudian memanggil seekor Burung Phoenix, yang adalah milik Pangeran yang diberikan oleh Sang Guru Chiron saat kecil. Tuan Rabbit pun naik ke atas punggungnya, dia melambaikan tangannya seolah mengajak Ellora.
__ADS_1
"Kamu menyuruhku naik burung ini? Tidak akan, aku sangat takut ketinggian. Tidak mungkin! " seraya berkata dia hendak berbalik kabur.
"Putri Palsu! Berhenti! Kalau tidak aku akan mengembalikan mu ke Zaman Modern!." ancam sang kelinci.
Ellora pun mau tak mau akhirnya membalikkan tubuhnya kembali dan dengan bantuan si tuan Rabbit dia berhasil naik ke atas punggung Burung Phoenix.
Dia gemetaran dan langsung berkata dalam hatinya. "Si*lann si kelinci! Lama-lama gue kulitin nih! Mendingan gue disuruh bertarung dengan penjahat bersenjata, daripada naik tinggi gini! Hiyyy...." Ellora menggerutu dalam hatinya.
"Hei Putri palsu! Kamu lupa aku bisa mendengar suara hatimu! Diam! sudah tutup matamu saja!." si kelinci menjadi kesal.
Ellora pun menuruti perkataan si Tuan Rabbit, tak berapa lama sampailah mereka di depan sebuah pintu kastil besar, dia membuka matanya. Kemudian terbukalah pintu besar berganda yang di depannya, si tuan Rabbit segera menarik tangannya masuk.
Di dalam kastil itu semua bayangan-bayangan terlihat seperti bergerak, akibat cahaya dari lilin-lilin yang ditempatkan di tempat tinggi di atas. Semua benda-benda di sana sangatlah kuno dan aneh. Tibalah dia dan si tuan Rabbit di sebuah pintu besar, lalu pintu itu pun terbuka dan mereka segera masuk.
Di ruangan itu terdapat meja bundar besar dan kursinya bisa menampung sekitar 50 Orang, di depan perapian ada sebuah meja berukuran sedang dan juga sebuah kursi tunggal.
Di kursi itu lah Seorang Pria yang sudah berumur sekitar 50 tahunan, sedang duduk dan menatapnya dengan intens. Kemudian kata-katanya langsung keluar dari mulutnya.
"Salam Tuan Putri, silahkan duduk." ucapnya.
"Terima kasih." Ellora pun duduk.
"Sekarang saya akan meminta Putri untuk selalu waspada, karena Penyihir Zyir sudah kembali dan juga Klan Icarus sudah bersiap-siap melakukan penyerangan jika Putra Mahkota Abercio tidak menjadi Raja." lanjutnya.
"Saya dulu menghilang dari Pangeran saat Beliau masih berumur 12 tahun, saat itu Beliau diracuni dan untung saja saya segera mendapatkan penawarnya. Ratu Letizya mengincar Pangeran Ketiga karena dia merasa terancam dengan kehadiran saya, dan untuk membuat Sang Ratu lengah saya sengaja pergi dari Istana. Dan benar saja, sejak saat itu Sang Ratu tidak pernah mencelakai Pangeran Ketiga lagi."
"Tapi semenjak Raja melakukan perjanjian dengan Kerajaan Akadia, sang Ratu kembali merasa terancam. Karena dia takut kedudukan pangeran ketiga semakin tinggi dan bisa berpengaruh serta berkuasa".
Guru Chiron juga bercerita bahwa dulu ada peramal yang sangat terkenal dengan kebenarannya, yang pasti akan terjadi dan dia meramalkan tentang Pangeran ketiga.
🌹Kata Ramalan🌹
'Jika Tubuh wanita itu bukan lagi miliknya dan tubuhnya sudah dikuasai oleh orang lain, lalu seseorang yang menguasainya adalah seorang wanita yang telah melintasi ruang dan waktu. Maka pada saat itulah waktunya bintang di sekitar pangeran ketiga akan bersinar, dan hanya darah dari wanita yang telah melintasi ruang dan waktu itulah yang nanti akhirnya bisa menyelamatkannya '.
"Jadi mungkin sekaranglah waktunya, karena kami tau bahwa Anda bukanlah Putri yang sebenarnya juga Anda datang melintasi ruang dan waktu dari masa depan. Karena tepat saat kami mendapat kabar Anda terbangun dari 'tidur' Anda, Cermin ajaib milik Penyihir Rhyannon terbelah menjadi dua. Menandakan portal dua dunia telah terbuka." Guru Chiron melanjutkan perkataannya.
"Sekarang nyawa Pangeran Ketiga akan selalu dalam bahaya, kami juga tau Penyihir Zyir sudah mulai bertindak atas perintah Ratu Letizya. Kami baru saja menolong Pangeran ketiga dari sini, tapi akan semakin berbahaya ke depannya karena dari Klan Icarus juga akan segera bertindak." Guru Chiron masih berbicara.
"Juga karena yang dikatakan oleh ramalan bahwa andalah yang bisa menyelamatkan sang pangeran, jadi kami selalu mengikuti dan menjaga Anda lewat kelinci itu. Agar kami bisa memastikan keselamatan Anda, karena jika Anda aman maka Pangeran pun akan aman." tambahnya berkata jujur.
__ADS_1
Ellora yang mendengarkan semua penjelasan dari Guru Chiron, akhirnya mengerti.
"Baiklah! Aku mengerti inti ceritanya, bahwa aku seperti sebuah jimat untuk suamiku. Dan kami harus selalu waspada, aku sudah mengerti." jawab Ellora menganggukkan kepalanya.
Setelah itu Ellora diperkenalkan kepada penyihir Rhyannon, dan Penyihir itu memberikan sebuah belati kecil yang sudah dimantrai. Mereka semua yang ada disini yang berjumlah hampir sekitar 300 orang sudah diberitahu tentang Ellora. Mereka juga mengetahui bahwa Ellora ahli dalam bertarung dan dia juga merupakan seseorang yang disebutkan dalam ramalan.
Mereka yang berjumlah 300 orang yang merupakan terdiri dari Jendral-Jendral dan Para Ksatria juga para Prajurit, saat melihatnya mereka langsung bersujud memberi hormat kepada Ellora dan berseru 'Dewi' karena mereka juga sudah tahu tentang panggilannya.
"Hidup Dewi ! Hidup Dewi! Hidup Goddess!."
Teriak mereka semua memberi penghormatan, Ellora masih melongo menatap adegan di depan matanya karena masih tak percaya.
Kemudian si tuan Rabbit membawa Ellora pulang dengan menaiki kembali Burung Phoenix.
Setelah sampai Ellora secepatnya kembali ke kamarnya, karena khawatir dengan suaminya. Tapi suaminya terlihat masih tidur dengan tenang dan dia pun bernapas lega.
"Tuan Rabbit, bolehkah aku meminta sesuatu padamu dan juga Guru Chiron?." Ellora berbisik mendekati tuan kelinci.
"Apa?." tanya si kelinci.
"Aku mempercayai seseorang, bisakah kalian melatihnya karena aku yakin suatu hari dia bisa membantuku." kata Ellora.
"Siapa? Jika bisa aku akan meminta ijin pada Tuan Chiron." kelinci itu menjawab.
"Kamu juga kenal, dia adalah Zette. Bawalah dia dan semua kelompoknya, aku yakin dia akan menjadi orang yang hebat." Pintanya. "Tapi jangan katakan aku yang memintanya, lakukanlah sesuai kemampuan kalian untuk memintanya." Lanjutnya.
"Baiklah, aku akan memberimu kabar jika sudah berhasil membawanya ke kastil." jawab kelinci.
Malam pun berganti pagi, Ellora yang baru bisa tertidur tak merasakan tatapan dan pelukan dari suaminya. Everald sedang tersenyum mengingat tadi malam istrinya begitu sangat menjaganya, tanpa dia ketahui bahwa setiap detik nyawanya sedang terancam.
Kastil Klan Icarus ( Kastil Kejahatan )
Bersambung.....
Like, Komen jangan lupa ya 😊
🌹Happy Reading, Readers-ku🌹
__ADS_1