
🌹Zaman Modern Rumah sewa sebelum menemukan Ellora🌹
Everald dan Zette baru saja pulang dan melihat Pangeran dan Putri sedang menonton Tv,Everald sekali melihat langsung tau seperti ada yang salah dengan mereka. Mereka berdua yang tak pernah berhenti bertengkar,sekarang mereka terlihat akur dan damai.
"Zet.....Lihat anak-anak,kenapa aku merasa ada yang aneh !" ucap Everald.
"Hem....Saya juga merasakannya Paduka. Tapi entah apa itu,apa mungkin mereka sudah semakin dewasa jadi tidak mau bertengkar terus !" balas Zette yang juga merasa aneh.
Everald dan Zette pun mendekati mereka,terlihat mereka agak menundukkan kepala mereka.
"Regan,gimana ini. Ayah pasti marah,tapi percuma juga aku menyembunyikan lukaku. Kamu tau seperti apa Ayah dan Zette...sedikit saja aku terluka mereka pasti tau" bisik Putri Bella pada Pangeran Regan.
"Aku juga tidak bisa berbohong,sudah kita jujur saja. Daripada kita dihukum....kamu tau jika Ayah dan Zette jika sudah marah" Pangeran Regan balik berbisik.
"Tapi jika jujur,aku juga takut.....kalungku hilang. Bagaimana ini,aku pasti tetap di hukum" keluh Putri Bella.
"Itu salahmu,kalung itu adalah benda penting. Kenapa kamu ceroboh menghilangkannya. Baiklah....pakai saja kalungku. Biar aku bilang,aku yang menghilangkan kalungku" Pangeran Regan membantu saudarinya.
"Tidak ! Kamu nanti dihukum,biar aku saja" balas sang Putri.
"Sudah sekali ini menurut saja,kesinikan lehermu" kemudian Pangeran memberikan kalungnya kepada Putri.
Baru saja mereka selesai berbisik,Everald langsung menarik baju yang dipakai Pangeran dari arah belakang.
"Kenapa kalian berbisik,sedang apa kalian ?" tanya Everald curiga.
"Lihat kesini !" perintah Everald.
Mereka berdua mau tak mau akhirnya berbalik menghadap Ayah mereka,dan seketika membuat terkejut Everald dan Zette. Bagaimana tidak terkejut,Putri Bella kesayangan mereka terlihat terluka dan diperban di tangan dan kakinya. Yang lebih marah tentu saja adalah Zette,sepanjang dia merawatnya dari bayi belum pernah dia membiarkan Putri Bella terluka sedikit pun.
"SIAPA YANG MELAKUKANNYA !!!" Raungan marah Zette terdengar.
Semua orang terkejut menatapnya,terutama Everald. Dia saja yang Ayahnya belum mulai marah,tapi Zette malah lebih galak darinya.
"Heiiii ! Aku saja yang Ayah nya belum marah. Kenapa kamu seperti ingin membunuh seseorang !" kata Everald pada Zette.
Zette tersadar dan langsung bersikap seperti biasa lagi,dan sekarang Everald yang marah-marah.
"Cepat ceritakan apa yang terjadi,jika kalian hanya diam di Rumah tidak mungkin semua ini terjadi ! Siapa diantara kalian yang akan mengatakannya,cepat !" desak Everald.
Akhirnya Pangeran Regan lah yang menceritakan semua yang terjadi hari ini pada mereka. Dan juga tentang orang yang menabrak Putri Bella,juga tentang hal paling penting yaitu hilangnya kalung Zamrud.
"Kalian ! Kalian beraninya melanggar perintahku ! juga menghilangkan kalungnya ! Kalian benar-benar menguji kesabaran ku !" Marah Everald.
Zette yang tadinya masih marah dan kasihan melihat luka di tubuh Putri Bella,kini dia lebih merasa kasihan lagi karena pasti mereka akan dihukum.
"Kalian mencari masalah sendiri" gumam Zette sambil menghela nafasnya.
"Maaf Ayah....kami salah" ucap Putri dan Pangeran berbarengan.
"Sekarang bagaimana kalian ingin dihukum ?! Ahhhh...aku tau hukuman untuk kalian ! Kalian akan diam di kamar selama 3 hari tanpa bisa menonton Tv !" kata Everald.
__ADS_1
( Everald tau kalau kedua anaknya sudah tak bisa jauh dari Tv 😁 Kebayang kalo ntar udah pada tau gadget 😂 ).
"Dan kamu Pangeran,karena sudah menghilangkan kalungnya....hukumanmu di tambah,kamu hanya makan sehari 2 kali. itu pun hanya sepotong roti. Sekarang pergilah ke kamar kalian !" tambahnya.
"Ayah tak bisakah Bella nonton Tv,sehari sekali. Ada Drama Korea yang setiap hari tayang selama 1 jam. Ayah tolong.....Zette tolong aku" pinta Putri Bella sambil menangis.
( Pangeran Regan yang diberi hukuman dikurangi jatah makan saja biasa aja,Putri Bella malah nangis karena gak bisa nonton Drakor 😁 Maaf Author pecinta Drakor,jadi ikut merasakan gak rela dihukum ).
Zette yang melihat Bella kesayangannya memohon pun merasa tak tega,tapi dia juga dilema memang kesalahan mereka sangat fatal karena akibatnya taruhan nyawa jika Bella benar-benar tertabrak.
"Paduka....bukankah yang penting mereka sekarang tidak kenapa-napa. Dan juga ini kesalahan pertama mereka,tolong kurangi hukumannya." akhirnya Zette berkata.
Everald pun menatap kedua anaknya,lalu akhirnya menghela nafas. Dia berpikir kemana bayi kembarnya yang lucu dulu.
"Baiklah,kamu Putri ! Hukuman tetap di kamar tapi ketika Drama kesukaanmu tayang,kamu boleh keluar kamar untuk nonton selama 1 jam" kata Everald akhirnya.
"Dan hukuman Pangeran,sama seperti Putri yang tetap dikamar tapi hukuman makannya dicabut. Makan seperti biasanya tapi tetap tidak boleh menonton Tv,itu keputusan terakhir Ayah" Everald pun langsung pergi ke kamarnya.
Ketika Everald sudah pergi,Putri Bella langsung berjalan pelan karena kakinya masih sakit. Dia dengan senyumnya yang memukau langsung memeluk Zette dan mencium pipinya,kemudian dia pun berkata.
"Terima kasih Zette,kamu memang yang terbaik" ucap Putri Bella,lalu pergi.
Sedangkan Zette hanya mematung karena dipeluk dan dicium pipinya,wajahnya berubah menjadi tegang. Bahkan jantungnya berdetak sangat kencang seperti akan meloncat keluar dari dalam dan dia pun langsung memegang dadanya. Zette pun langsung pergi keluar Rumah masih sambil memegang dadanya, kemudian dia berlari tak tentu arah dan terus mengutuk dirinya sendiri.
"Dasar pikiran mes*m ! Dasar kamu manusia hina ! Bella sudah seperti anakmu,dia bahkan masih gadis kecil ! kenapa jantungmu harus berdetak seperti ini ! Bunuh ! Bunuh saja perasaanmu yang mulai ada ini !" Zette berteriak sambil memaki dirinya sendiri.
"Tidakkkkkkk.....!!!" raungnya marah pada dirinya sendiri.
Keesokan paginya Everald dan Raven pergi bekerja kembali,dan sebelum pergi tentu saja mereka memperingati Putri dan Pangeran agar jangan melanggar semua aturan dan hukuman mereka jika tidak mau ditambah lagi hukumannya. Ketika Putri keluar kamar untuk jadwal nonton dramanya,dia lebih dulu mengetuk pintu kamar Pangeran dan berkata.
"Regan,ingat-ingat...menurutmu kalungku hilang dimana ?" kata Putri Bella dari luar pintu.
"Baiklah...." jawabnya dari dalam.
Putri Bella pun pergi melanjutkan kegiatannya untuk nonton,dan setelah selesai di akan kembali ke kamarnya. Tapi Pangeran Regan dari dalam mengetuk pintu dan memanggil Putri Bella.
"Bell.....Bella..." panggilnya
"Ya,kamu sudah ingat ?" tanya Putri.
"Apakah mungkin terjatuh di mobil Paman yang kemarin ?" kata Pangeran.
"Mungkin saja,apa kita harus memeriksanya ?" usul Putri.
"Tapi nanti kita dihukum lagi jika keluar !" balas Pangeran.
"Kita sekarang mempunyai uang dari Paman itu,jadi bisa naik mobil yang seperti dari Rumah sakit itu biar cepat. Bagaimana ? lagipula kita sudah tau alamatnya" kata Putri lagi membujuk Pangeran.
( Jadi dari si kembar siapa yang paling bandel ? 🙄 ).
Mereka berdua pun sepakat,dan biar tidak ketahuan oleh Ayahnya mereka akan segera pulang setelah memeriksanya.
__ADS_1
Setelah menumpangi mobil Taxi seperti yang mereka hapal,mereka meminta supir Taxi mengantar mereka menuju alamat kantor kerjanya Ethan . Karena kartu yang diberikan oleh Ethan adalah kartu nama kerjanya,dia sepertinya salah memberikan kartu. Setelah sampai mereka lalu terpana melihat gedung tinggi di depan mereka yang terbuat dari kaca-kaca besar. Mereka pun bingung harus kemana dan setelah ada orang yang bolak balik melewati satu pintu,mereka pun mengikuti mereka jalan ke pintu tersebut dan masuk ke dalam.
Tapi security kantor menghalangi mereka,karena mereka adalah anak kecil juga tidak memakai ID card karyawan. Mereka tetap berbicara bahwa mereka ingin bertemu dengan yang bernama di kartu nama yang mereka pegang. Akhirnya security itu berjalan ke arah resepsionis dan berbicara tentang mereka. Resepsionis tersebut langsung mengangguk dan segera menelepon Ethan di kantornya yang hanya sebagai pegawai.
Tak lama kemudian Ethan datang dan segera menemui mereka,dan mereka juga langsung tersenyum.
"Kalian kesini,maaf Paman salah memberikan kartu nama" kata Ethan.
"Iya Paman...kami kesini ingin menanyakan sesuatu,apakah kemarin Paman menemukan kalung dengan bandul warna zamrud ?" tanya Pangeran Regan.
"Ah ya ada.....maaf Paman lupa. Tadinya paman ingin mengembalikannya ke Rumah kalian,tapi sekarang kalung itu tertinggal di Rumah Paman" jawab Ethan.
"Aduh Paman.....bagaimana ya,kami benar-benar membutuhkan kalung itu sekarang juga" kata Putri Bella dengan muka sedihnya.
"Ya sudah,kalian tunggu disini,Paman ijin dulu.....nanti kita ke Rumah Paman ya" Ethan berkata dan langsung pergi minta ijin.
Mereka pun melaju menuju Apartemen Ethan,dan setelah sampai mereka lalu diajak masuk. Ethan menyuruh mereka duduk dan dia pergi mengambil kalungnya yang ada di dalam kamar. Pangeran dan Putri pun tak ingin duduk karena terpana melihat semua benda-benda disana yang sangat bagus. Bahkan Tv nya saja sangat besar dan menempel di dinding,semua benda di sana membuat mulutnya si kembar menganga lebar dan juga membuat mata mereka melongo.
Kemudian karena penasaran lagi,mereka berjalan ke setiap benda yang mereka lihat. Dan ketika sampai di pajangan sebuah bingkai foto,mereka mengambilnya. Saat melihat wanita yang ada bingkai,mereka merasakan ada sesuatu yang entah apa. Saat mereka masih memegang foto itu,datanglah Ethan dan langsung berkata.
"Yang berambut pendek adalah istriku dan sedang memeluk anak kami. Sedangkan di sebelahnya adalah keluargaku dan dia seorang Dokter. Namanya sama dengan Ibu kalian,jadi waktu itu aku terkejut" Ethan menjelaskan.
Pangeran dan Putri langsung saling memandang,mereka merasakan firasat yang sama.
"Maaf Paman.....jadi namanya sama dengan Ibu kami. Ellora ?" tanya Pangeran.
"Ya......dia juga Dokter. Sebenarnya 10 bulan yang lalu,dia baru saja terbangun dari tidur panjangnya karena tak sadarkan diri" jawab Ethan tanpa arti apa-apa.
Tapi perkataanya malah membuat arti di hati dan pikiran Pangeran dan Putri,mereka pun yakin sepertinya wanita yang di dalam foto adalah Ibu mereka.
"Apa wanita dokter ini sudah menikah ?" tanya Putri.
"Belum.....tapi memang aneh. Waktu dia melihat bayi kami,dia selalu menangis dan terkadang dia berbicara bahwa pernah bermimpi mempunyai anak kembar. Juga saat dia pernah menginap disini,dia selalu bermimpi buruk dan memanggil sebuah nama lelaki. Dan selalu nama yang sama,tapi sampai saat ini dia tidak pernah mau menceritakannya" Ethan tak sadar terus menerus bercerita.
"Apa nama yang selalu dia panggil adalah Everald ?" tanya keduanya berbarengan.
Ethan terkejut karena perkataan mereka berdua benar,tapi darimana mereka tau.
"Ya benar....tapi darimana kalian tau ?" heran Ethan.
Mereka berdua akhirnya tertawa bahagia dan meloncat senang selayaknya anak-anak,lalu mereka berteriak yang bahkan tak sadar mereka sedang berada dimana.
"Akhirnya kita menemukan Ibu ! Yeayyyy ! Ibu ! Ibu" kata mereka berbarengan sambil tertawa bahagia.
Tentu saja Ethan hanya melongo melihat kelakuan keduanya,karena dia benar-benar tidak mengerti apa yang sedang mereka katakan.
BERSAMBUNG.........
❤️ Akhirnya.......✌️😁❤️
Like,like,like,Komennya 🤗
__ADS_1
🌹Happy Reading sayang🌹