Roh Wanita Modern Di Kerajaan Kuno

Roh Wanita Modern Di Kerajaan Kuno
Bab.67 Kesedihan dan Kebahagiaan.


__ADS_3

🌹Zaman Kuno🌹


Saxon yang mendengar Pangeran Regan berkata seperti itu,pipinya sedikit memerah. Dia juga mengerti sepertinya Pangeran Regan sedang berpura-pura,maka dia berniat akan membantu sandiwaranya dan tidak akan membongkarnya.


Saxon segera berwajah biasa kembali dengan mata yang berpura-pura cemas,dia ingin melihat bagaimana Pangeran melanjutkan sandiwaranya.


"Sudahlah,aku mengerti!." Kata Pangeran Regan datar setelah mendengar semua ceritanya.


"Apakah aku akan dihukum Pangeran?." Tanya Saxon dengan sama datarnya.


"Tentu saja,kamu sudah lancang membohongi seorang Pangeran sepertiku! hukumanmu adalah menjadi pelayan ku,sampai aku mengampunimu." Kata Pangeran Regan dengan tegas.


Pangeran Regan merasa bangga dengan sandiwaranya,dia berpikir ternyata dia mempunyai bakat acting juga. Jika dia pergi ke Zaman Ibunya,mungkinkah dia bisa menjadi aktor.


"Hahahaha....." Pangeran Regan tertawa tanpa sadar membayangkannya.


"Apakah dia sebodoh ini,kenapa sandiwaranya jelek sekali. Sapphire,kamu tidak punya waktu untuk ini. Ingat wanita ibl*s itu! Tidak ada waktu untuk bersenang-senang dan meladeni Pangeran bodoh ini." Ucap Saxon dalam hati.


Tiba-tiba karena teringat tujuan awalnya Saxon kembali berwajah dingin,dan matanya berubah kejam lagi. Dia tidak ada waktu untuk bahagia sedikit pun,dia merasa tidak pantas bahagia diatas kematian Ayah dan Ibunya juga kesengsaraan rakyatnya. Saxon yang tadinya berniat meladeni sandiwaranya, akhirnya tidak ingin lagi dan segera membongkar sandiwara Pangeran Regan.


"Prince, my mother is a descendant of the lowest level of English nobility, so I also understand what you are saying because my mother of course taught me English. ( Pangeran,ibuku adalah keturunan *B**angsawan* *I**nggris** tingkatan terbawah,jadi aku juga mengerti apa yang A**nda ucapkan karena ibuku tentu saja mengajariku bahasa Inggris*** )." Kata Saxon bicara bahasa Inggris.


Perkataan Saxon akhirnya meruntuhkan kepercayaan diri Pangeran,sekarang yang terlihat di wajah Pangeran Regan hanyalah rasa malu.


Saxon yang melihatnya,langsung berkata lagi. Dia tidak ingin Pangeran tersinggung dengan kata-katanya,jadi dia berkata dengan halus.


"Maaf Pangeran,jika kata-kataku selanjutnya menyakitimu.Tapi jangan jatuh cinta padaku......bahkan wajah asliku rusak dan sangat jelek,aku benar-benar tidak pantas. Juga sebaiknya aku sekarang menjauhi Anda,aku sudah tidak mau memanfaatkan siapapun lagi untuk menjadi alat balas dendam ku." Kata Saxon tegas.


"Aku pergi sekarang.....jaga diri Anda dan terima kasih untuk kebaikan Anda selama ini. Selamat tinggal." Ucap Saxon berpamitan.


Saxon kemudian melangkahkan kakinya untuk membuka pintu,tapi tiba-tiba Pangeran Regan memeluk dan melingkarkan tangannya ke tubuh Saxon dari belakang.

__ADS_1


"Tidak....jangan pergi. Kamu boleh memanfaatkan ku sebanyak kamu mau,kamu juga boleh menjadikan aku alat balas dendam mu. Bahkan aku bersedia dengan rela,tapi tolong....jangan pergi dan meninggalkanku." Lirih Pangeran Regan.


Tubuh Saxon menjadi tegang dan hatinya bergetar mendengarnya,dia mengepalkan tangannya dan menguatkan tekadnya. Saxon lalu melepaskan tangan Pangeran yang memeluk tubuhnya,kemudian berkata.


"Anda adalah orang baik Pangeran,Anda akan mendapatkan seorang wanita yang terbaik. Bukan wanita sepertiku,aku tidak pantas. Aku akan mendoakan kebahagiaan Anda." Saxon berkata untuk terakhir kalinya,kemudian dengan cepat keluar dan meninggalkan Pangeran Regan yang masih terpaku.


Semilir angin dingin hutan yang berasal dari pintu yang terbuka dan menyentuh kulit Pangeran Regan akhirnya menyadarkannya,lalu dia berlari keluar mengejar sosok Saxon. Tapi sayang sosok kepergiannya sudah tak terlihat,Pangeran Regan berpegangan kepada sebuah dahan agar tubuhnya yang gontai tak terjatuh.


"Dia benar-benar pergi......" Ucapnya lirih.


Lima Hari Kemudian........


Di Istana sedang ramai karena pendaftaran calon istri Pangeran,semua kalangan bawah sampai Petinggi Istana mencalonkan putri-putri mereka. Guru Chiron dan Ratu Ellora sudah menyebarkan kabar pencalonan ini dari dua hari yang lalu,sekarang yang mendaftarkan putri mereka yang berusia 16-17 tahun sangat banyak. Ratu berencana menyeleksi mereka dan mengumumkan hasilnya seminggu kemudian.


Sedangkan Pangeran Regan yang menjadi Pemeran utamanya,malah tak bersemangat dan hanya mengurung dirinya di dalam kamar selama lima hari ini. Sebenarnya Ibunya merasakan keanehan putranya,tapi jika bertanya langsung Ellora takut akan jawaban anaknya itu.


Tapi sekarang sudah lima hari kelakuan putranya masih seperti itu,dia pun kesal karena tidak ada respon sedikitpun dari anaknya tentang pencalonan istrinya. Ellora pun dengan kesal masuk ke kamar putranya dan berbicara dengan sedikit keras.


"Pangeran! Apakah kamu akan seperti ini terus,kamu bahkan selama lima hari ini tak berbicara pada kami bahkan pada Ibu! Apakah ini menyangkut Saxon ?!." Kata Ratu Ellora langsung.


Jantung Pangeran Regan kaget,dia pun menatap wajah Ibunya.


"Ibu....aku....aku...." Gagap Pangeran Regan.


"Cukup! Ibu tahu apa yang akan kamu katakan,tapi Ibu tak akan menyetujuinya. Kamu harus sadar,dia tidak pantas untukmu!." Kata Ratu Ellora.


Maksudnya melarang karena Saxon adalah laki-laki,tapi Pangeran Regan salah mengartikan ucapan Ibunya sehingga membuatnya menjadi emosi.


"Ibu....kamu sendiri yang bilang jangan memandang orang lain berbeda dan kita semua sama. Tapi kenapa Ibu melarang ku mencintainya,aku mencintainya Ibu! Aku mencintainya!." Teriak Pangeran Regan pada Ibunya.


Ratu Ellora yang terkena teriakan anaknya untuk pertama kalinya,langsung merasakan sakit di hati dan kepalanya. Tiba-tiba kepalanya terasa berputar,dia pun terjatuh pingsan dan tak sadarkan diri.

__ADS_1


"Ibu.......!" Teriak Pangeran Regan dan langsung memeluk Ibunya yang pingsan.


Pelayan di luar kamar Pangeran Regan mendengar teriakan dari dalam,pelayan itu masuk dan melihat Sang Ratu tak sadarkan diri. Pelayan itu segera menyuruh pelayan lain untuk memanggil Raja Everald.


Tak berapa lama ruangan kamar ramai,karena Raja Everald datang dengan para Tabib ketika dia mendengar keadaan istrinya.


Tabib segera memeriksa keadaan Ratu Ellora yang sedang terbaring,mereka dengan sangat serius memeriksanya.


Sedangkan Pangeran Regan bolak-balik merasakan kecemasan yang luar biasa di depan ranjang Ibunya,membuat Raja Everald yang sedang khawatir menjadi kesal. Apalagi dia mendengar dari pelayan jika sebelum istrinya pingsan,Ellora dan anaknya bertengkar dan Pangeran Regan bahkan membentak Ibunya.


"Pangeran Regan! Pergilah!" Ucap Raja Everald dengan penekanan yang kuat dan mata yang tajam.


Pangeran yang sedang tidak fokus terkaget mendengar Ayahnya,kemudian dia tanpa berkata apapun segera keluar kamar.


Sedangkan para Tabib sedang memeriksa untuk kesekian kalinya tapi tetap mereka tidak bicara,membuat Raja Everald yang tidak sabar jadi membentak mereka.


"Kenapa kalian lama sekali! Kalian sudah memeriksanya beberapa kali. Cepat katakan,istriku sakit apa!?." Bentaknya.


Para Tabib pun berunding dan mereka menyatukan dugaan dan pemeriksaan mereka,lalu salah satu Tabib pun berkata.


"Selamat Yang Mulia Paduka,Yang Mulia Ratu sedang mengandung." Ucapnya dengan yakin.


"Selamat Yang Mulia......!"


"Selamat Yang Mulia......!"


"Selamat Yang Mulia......!"


Semua orang yang berada di kamar itu sontak memberi selamat dengan wajah mereka yang bahagia.


Wajah Raja Everald langsung tersenyum bahagia,akhirnya anak normalnya dengan Ellora hadir juga. Dia sangat terharu dan mendekati istrinya lalu menitikkan air mata bahagia.

__ADS_1


^Bersambung^


🌹Happy Reading🌹


__ADS_2